Bayangan yang selalu ku tatap.
Aku selalu melihatnya dari jauh, menatap netra matanya yang selalu memancarkan sebuah cahaya yang terus menembus relung perasaanku.

Bayangan yang selalu ku tatap.
Aku selalu melihatnya dari jauh, menatap netra matanya yang selalu memancarkan sebuah cahaya yang terus menembus relung perasaanku.
Banyak orang menyukainya, banyak orang mengaguminya. Ia memang pantas mendapatkannya. Ia cukup keren untuk hal tersebut, selalu mendapat puja puji dari beberapa orang. Ia juga selalu terlihat ramah dengan semua orang, selain aku tentunya.
Entah apa yang membuatnya seperti itu. Aku hanya seakan mampu melihatnya dengan jarak yang cukup jauh.
Mengapa orang lain bisa mendapat segudang atensi darinya? Mengapa orang lain tak perlu merasa terintimidasi setiap kali berinteraksi dengannya? Mengapa hanya seakan hanya diriku yang kerap merasa bersalah sehabis berinteraksi dengannya?
Apa selama ini memang salahku? Apa memang aku telah melakukan sebuah kesalahan sehingga ia berbuat seperti ini?
Aku sendiri tidak begitu mengerti dengan seluruh tatapan yang kau hujamkan kepadaku. Seakan akan aku telah merenggut banyak hal dari kehidupanmu, padahal aku sendiri lupa kapan terakhir kali kita berinteraksi.
Jadi, apa kesalahanku?
Sama seperti di film favoritmu, semua cara akan ku coba. Walau peran yang aku mainkan, bukan pemeran utamanya.
메타데이터
- post_id
- de009ebb8a5e
- slug
- film-favorit-de009ebb8a5e
- url
- https://medium.com/@fltrnaa/film-favorit-de009ebb8a5e
- canonical_url
- https://medium.com/@fltrnaa/film-favorit-de009ebb8a5e
- author_url
- https://medium.com/@fltrnaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 20:09:59