"Kitab Asap" Puisi rayarana:))
"Kitab Asap" Puisi rayarana:))

Bangsat, Kau tanya kenapa aku merokok? Aku mau jawab apa Ceramah kesehatan sudah penuh di kepala. Label bahaya sudah hafal di luar kepala. Bodo amat. Aku sedang jatuh cinta, Dan cintaku berbau tembakau.
Katanya cinta itu bunga. Punyaku daun-daun kering Yang dijemur matahari sampai cokelat. Katanya cinta itu wangi. Punyaku asap, Yang hilang sambil meninggalkan rindu.
Tembakau bukan tanaman. Ia kenangan yang ditanam petani Di sela musim yang pelit. Ia doa yang dibungkus tanah. Ia sabar yang dipanen hujan.
Jangan tanya aku merek apa. Cinta tidak kenal etalase. Yang kubakar bukan kertas. Yang kubakar adalah sepi Yang terlalu lama mengendap di dada.
Orang-orang sibuk menghitung racun. Aku sibuk menghitung kawan. Di gardu, di warung, Di pinggir jalan yang lampunya megap-megap. Satu batang berpindah tangan, Lalu lahirlah percakapan. Asap naik ke langit.
Tembakau mengajariku ikhlas. Ia habis untuk memberi aroma. Ia mati untuk memberi hangat. Ia jadi abu, Lalu ditiup angin tanpa pidato perpisahan.
Katanya rokok merusak. Baiklah. Bukankah cinta juga begitu Membakar perlahan, Menyisakan bekas, Lalu membuat orang ketagihan.
Aku dan tembakau Bukan hubungan yang suci. Kami saling tahu cacat masing-masing. Aku tahu ia pahit. Ia tahu aku keras kepala. Maka jangan suruh aku membencinya. Aku bukan hakim. Aku hanya penyair jalanan
Yang menemukan rumah Pada bara kecil di ujung malam.
Bila esok dunia melarang asap, Biarlah. Kenangan tetap mengepul. Karena tembakau, Seperti cinta, Tak pernah benar-benar padam
Meski tinggal abu dan cerita.
메타데이터
- post_id
- de359ad90c8a
- slug
- kitab-asap-puisi-rayarana-de359ad90c8a
- url
- https://medium.com/@bedebahbesar33/kitab-asap-puisi-rayarana-de359ad90c8a
- canonical_url
- https://medium.com/@bedebahbesar33/kitab-asap-puisi-rayarana-de359ad90c8a
- author_url
- https://medium.com/@bedebahbesar33
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 00:50:33