← Back to list

Pengakuan (Surat cinta. 02)

Aku ingin mengakui sesuatu. Yang kupendam. Tak pernah kuceritakan. Karena aku malu, karena harga diriku berkata sebaliknya. Karena aku…

Rinai space · 2026-07-05 12:01 · 8 claps · 2.1 min read
#cinta #pengakuan
Open on Medium ↗

Pengakuan (Surat cinta. 02)

Aku ingin mengakui sesuatu. Yang kupendam. Tak pernah kuceritakan. Karena aku malu, karena harga diriku berkata sebaliknya. Karena aku merasa itu adalah bagian sentimental paling lemah yang kumiliki.

Aku menyukai kesendirian. Aku menghindari hubungan karena aku merasa bahwa aku tidak pantas mendapatkannya. Ada sesuatu dalam diriku yang mengatakan hal itu sepanjang waktu. Dan kurasa benar adanya. Aku tidak pantas.

Aku menyukai melakukan apa-apa sendiri karena aku takut. Bagaimana jika aku mengajak orang lain? Jika aku minta ditemani, bagaimana jika mereka keberatan? Bagaimana jika mereka merasa aku mengganggu dan menyusahkan, dan mereka tak memiliki pilihan lain selain mengiyakan? Bagaimana jika aku membebani mereka?

Itu membuat kesendirian adalah teman yang menyenangkan bagiku. Aku tidak perlu memikirkan bagaimana orang lain memikirkanku atau menekan keinginanku demi kebaikan bersama. Aku menyukai kesendirian karena di situ, aku yang memegang kendali atas semua yang terjadi atas diriku.

Dan kenyamanan pada diri sendiri membuatku tidak pantas mendapatkan cinta. Karena mencintaiku adalah hal yang merepotkan. Aku hanyalah manusia pemarah, sensitif, dan banyak menuntut. Kurasa akan sangat merepotkan mencintai manusia semacam aku. Akan sangat melelahkan dan menguras tenaga.

Dan daripada mengakui kelemahanku, otak dan hatiku berkonspirasi menjadi pembenci yang suka meremehkan orang lain. Aku memandang bagaimana orang lain berbicara. Aku memerhatikan latar belakang keluarga, pendidikan, atau apa pun yang sekiranya lebih lemah daripada aku, dan menggunakan itu sebagai senjata untuk menaikkan diri sendiri. Untuk membela diriku di kepalaku.

Aku selalu berkata, “Ah, aku lebih pintar dari dia. Ah, aku lebih menyenangkan.”

Segala hal dalam otakku yang merendahkan orang untuk menutupi kelemahanku sendiri. Picik sekali.

Maka ketika bertemu kamu, ada bagian dalam diriku yang meremehkan kamu. Aku mengejek kamu. Mengatai kamu diam-diam di kepalaku dan mencatat kelemahanmu untuk membuatku merasa lebih baik.

Tapi kamu seperti cahaya mentari. Kamu menunjukkan, dengan kelemahanmu, bagaimana kamu tetap menjadi orang baik yang menyenangkan. Orang-orang datang kepadamu dengan hati terbuka, dan kamu merangkul mereka. Aku melihat di mata mereka bagaimana kamu menjadi pendar cahaya di situ.

Dan aku tergagap. Pada kesombonganku. Pada ketinggian hatiku.

Kamu pun tidak hidup dengan menyenangkan. Aku mendengar sedikit ceritamu, dan aku terkejut bagaimana kamu menjadi kebalikan dari aku. Aku hanyalah bola bulu penuh duka, kesedihan, dan kebencian yang menekuk, mengutuk diri sepanjang waktu.

Kamu tidak membenci Tuhan. Kamu adalah hamba yang taat. Kamu tidak membenci orang-orang karena mereka memeras dan memanfaatkan kamu. Kamu merangkul mereka.

Kamu adalah segala hal yang aku ingin diri ini menjadi.

Kamu adalah aku dalam mimpiku.

Kamu adalah bentuk dari diriku yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Kamu adalah hangat yang aku cari.

Maka aku menjadi mudah sekali jatuh. Jatuh suka, jatuh rindu, jatuh pada sosokmu.

Aku jatuh meski telah membaca kelemahanmu dan kekuranganmu lebih dahulu. Aku jatuh meski tahu itu. Aku telah kalah pada ego dan kesombonganku. Aku telah kalah pada cahayamu di bawah mentari.

Aku jatuh dan aku tak tahu harus bagaimana. Aku gagu dan meraba-raba kerinduan berhadapan dengan kamu. Bahkan dengan jarak yang amat dekat, aku masih merindukan kamu. Aku menginginkan kamu lebih dari prediksi perhitunganku.

Bagaimana aku yang penuh cacat dan kebencian ini bisa menginginkan kamu sebanyak itu?

Bagaimana aku harus menghadapinya?

Kurasa itu untuk jawaban di lain hari.

Tapi kuharap kamu merindukan aku. Kuharap aku pun menghangatkan kamu, meski sepersekian detik. Kuharap kamu merasakan hangat yang menular darimu kepadaku, yang telah kucoba kembalikan sedikit demi sedikit.

290626


메타데이터
post_id
de7c619754e4
slug
pengakuan-surat-cinta-02-de7c619754e4
url
https://medium.com/@rinaispaceship/pengakuan-surat-cinta-02-de7c619754e4
canonical_url
https://medium.com/@rinaispaceship/pengakuan-surat-cinta-02-de7c619754e4
author_url
https://medium.com/@rinaispaceship
status
ok
fetched_at
2026-08-21 13:50:02