TOLERANSI DALAM SOMASI
Saat ini, kata somasi ramai terdengar di berbagai kasus yang viral di Indonesia. Somasi sendiri merupakan kata benda yang berarti teguran…
TOLERANSI DALAM SOMASI

Saat ini, kata somasi ramai terdengar di berbagai kasus yang viral di Indonesia. Somasi sendiri merupakan kata benda yang berarti teguran untuk membayar dan sebagainya, umumnya digunakan dalam masalah hutang piutang. Namun, kata ini mulai meluas maknanya sebagai peringatan yang diberikan terhadap pihak calon tergugat yang berada pada jalur atau proses hukum.
Populernya kata somasi membuat munculnya konten acara hiburan bertajuk “Somasi” di channel youtube milik salah satu Public figure ternama yakni Deddy Courbuzier. Acara ini berisi Stand Up Comedy dengan materi-materi yang dibawakan memasuki kriteria “ujung jurang” yang kemungkinan dapat mengundang somasi. Materi-materi “ujung jurang” yang memancing Somasi sebenarnya bukanlah hal baru bagi para Komika, karena beberapa kasus somasi yang muncul di masyarakat memang kerap dialami oleh para komika Stand Up Comedy-an.
Salah satu konten Somasi yang menarik adalah konten berjudul “COKI EMANG BLENGSHEK!! ABDUR ARSYAD — SOMASI — Deddy Corbuzier Podcast” yang dibawakan oleh komika Abdur Arsyad. Dikatakan menarik, karena materi yang ia bawakan berbanding terbalik dengan Komika lainnya di acara Somasi. Abdur membawakan materi dengan beberapa tema di dalamnya termasuk agama dan toleransi, namun disorot dengan sudut pandang positif. Berbeda dengan kebanyakan komika lainnya saat membawakan materi bertema agama ataupun toleransi yang terkadang menyudutkan salah satu pihak atau keyakinan tertentu seperti yang Abdur jelaskan di dalam materinya.
Dalam materinya Abdur Arsyad mencoba menjelaskan pandangannya mengenai toleransi, dia menjelaskan pendapatnya bahwa “Toleransi akan sangat indah kalau kita itu bersatu dalam kemanusiaan tapi masing masing dalam ibadah”. Menurutnya, semua orang boleh membahas tentang agama karena itu adalah kebebasan mereka. Namun yang ditakutkan, orang-orang tersebut malah terjerumus untuk mengurusi keyakinan orang lain yang pada dasarnya mereka tidak memiliki pemahaman akan hal tersebut. Hal ini yang dapat mengganggu toleransi yang ada. Abdur mencontohkan tweet temannya yang merupakan non-muslim.
“dia quote tweet potongan ceramah seorang ustad yang dalam ceramah itu ustadnya bilang musik itu haram. Dia quote tweet dengan komen ‘wah berarti gitar saya harus dibakar dong’ saya waktu baca itu dalam hati saya, ya apa urusannya?”
Menurut Abdur, terlepas dari musik itu haram atau tidaknya dalam islam, hal itu tidak ada urusan bagi temannya karena syariat islam itu hanya mengatur dan mengikat orang islam. Oleh karena itu, orang-orang yang non-muslim tidak perlu panik dan terbawa emosi hingga harus mengurusi yang bukan keyakinannya, begitu juga sebaliknya. Dengan cara ini, toleransi akan tetap terjaga dan mencegah terjadinya keributan yang pada dasarnya tidak penting dan sepele.
Di materi akhirnya, Abdur juga sedikit mempermasalahkan materi-materi yang selalu dibawakan oleh temannya yaitu Tretan Muslim dan Coki Pardede. Menurutnya, materi yang dibawakannya selalu membuat provokasi yang awalnya damai menjadi berkelahi. Abdur mencontohkan video yang mereka buat saat Natal tahun 2018, dimana Tretan Muslim dan Coki Pardede membuat ucapan selamat natal namun seolah-olah mengejek orang yang tidak mengucapkan selamat natal. Abdur mempertanyakan kepada mereka kenapa harus mengejek pemahaman lain? padahal terdapat dua pendapat yang berbeda dan sama-sama kuatnya. Sebagaimana shalat tarawih yang terdapat perbedaan jumlah rokaatnya namun tidak menjadi masalah, karena kedua perbedaan itu sama-sama memiliki dasar dan dalil yang kuat dan saling menghormati terhadap kedua pendapat tersebut.
Dari materi stand up comedy yang Abdur Asyad bawakan tersebut, menunjukan bahwa dalam bertoleransi seharusnya memang harus masing-masing dalam beribadah. Seseorang yang mengurusi ibadah maupun keyakinan orang lain secara tidak langsung dapat menyebabkan terganggunya toleransi yang sudah terjalin sebelumnya dan ditakutkan menimbulkan keributan yang tidak berarti. maka dari itu, hal terbaik yang dapat kita lakukan demi menjaga toleransi yang ada di Indonesia ini adalah dengan bersatu dalam kemanusiaan dan saling menjaga ibadah masing-masing tanpa mengurusi satu sama lainnya. Itulah pandangan toleransi yang didapatkan dari materi stand up comedy Abdur Arsyad di acara Somasi.
메타데이터
- post_id
- de83f5f48a77
- slug
- toleransi-dalam-somasi-de83f5f48a77
- url
- https://medium.com/@azmiidaffamuttaqin/toleransi-dalam-somasi-de83f5f48a77
- canonical_url
- https://medium.com/@azmiidaffamuttaqin/toleransi-dalam-somasi-de83f5f48a77
- author_url
- https://medium.com/@azmiidaffamuttaqin
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 08:10:38