Judulnya Nanti
Entah kenapa, belakangan ini aku merasa. Banyak orang berlomba untuk menjadi kaya raya dan terkenal — iya betul, menjadi kaya memang aman…
Judulnya Nanti
Entah kenapa, belakangan ini aku merasa. Banyak orang berlomba untuk menjadi kaya raya dan terkenal — iya betul, menjadi kaya memang aman di negara ini.
Negara yang masyarakatnya terlihat “baik-baik saja” rupiah di angka 17ribu, mungkin bukan karena tidak peduli. Tapi semua fokus pada isi perutnya. Memikirkan “besok makan apa?”, “Besok bisa beli kopi nggak ya?” ,“Besok idul adha beli baju lagi kali ya?” dan bagaimana caranya besok bisa tetap jajan. Ya begitu juga denganku, entah kapan dimulainya yang jelas aku merasa di kondisi negara saat ini jajan adalah hiburan. Kalian juga kan?
Kita semua tau perlahan semuanya akan terasa semakin sulit, perekonomian yang kian memburuk ini sebetulnya sudah banyak di sadari. Tapi mayoritas dari kita memilih diam dan melanjutkan hidup. Aku pikir tadinya aku akan melihat ribuan mahasiswa turun aksi seperti dulu. Nyatanya sekarang? Aku lebih sering melihat mahasiswa dan mahasiswi itu upload story megang rokok dan kopi di kofisop yang baru saja launching bulan ini.
Bukan, bukan salah mereka menjadi seperti itu. Bukan salah mereka jika mereka tidak pernah melihat dokumentasi demo orde baru, karena saat ini yang mereka lebih utamakan adalah jumlah like postingan mereka yang harus meningkat setiap harinya. Buku-buku Pram banyak yang berdebu. Gedung-gedung wakil rakyat sepi.
Angka kriminalitas seperti mimpi-mimpi gen z — tinggi sekali, pinjaman online serupa penjual tahu sumedang di Monas. Harga sayur mayur dan bahan pokok menjadi dua kali lipat padahal idul fitri sudah lewat. Pengadilan agama seperti kumpulan ibu-ibu arisan RT. Jumlah hotel lebih banyak dibandingkan dengan omset PDB negara. Perubahan baik apa sebetulnya yang bisa kita nikmati?
Tapi apakah menjadi kaya dan terkenal adalah tujuan hidup yang sebenarnya?
Semua teman-temanku menjadi affiliate Tito dan aplikasi oren itu, aku tertartik melihat angka yang di dapatkan, tapi belum sebulan aku sudah menyerah karena terlalu lelah menggunakan aplikasi itu. Apakah aku yang mudah menyerah? Ku rasa iya, terlepas dari itu. Aku merasa sosial media ini seperti isi KRL Senin sore — penuh, riuh, melelahkan.
Beralih ke akun oren, aku berhasil mendapatkan angka 200ribu rupiah, tidak sedikit tapi juga tidak banyak. Kalau ditanya senang, siapa sih orang yang gak senang dapet cuan yakan? Tapi entah kenapa ada kegelisahan hadir. Ketakutan yang sulit aku jelaskan perihal proses bertahan hidup ini.
Seolah aku menjadi salah satu dari jutaan orang yang berfokus pada kekayaan tanpa paham makna dan prosesnya. Hasil, hasil dan hasil. Kita hidup di era apa sih sebetulnya sekarang? Orang-orang yang scrolling sosial media seperti sedang sakau. Internet mati sebentar emosi memuncak. Pertumbuhan ekonomi ini bergantung pada kencangnya wifi yang kita gunakan.
Meanwhile di Kabupaten, ada orang yang bahkan belum bisa membuat email. Sungguh, kesenjangan ini betul-betul di depan mata. Sebagai karyawan swasta yang bekerja Senin hingga Sabtu, setiap malam gelisah ingin resign lalu pada akhirnya terjebak pada kondisi keuangan dan jabatan perintis anak pertama ini.
Biaya kuliah adik di kampus swasta hampir membuatku tercekik. Beli sunscreen pun aku berpikir 2x — yang ku pikirkan hanyalah biasa SPP adikku tidak terlambat agar dia bisa lulus cepat. Aku lupa menyadari ada PR sebagai kakak yang lebih penting dari itu semua, adalah memahami fundamental memeberi kesempatan adik untuk kuliah itu agar pikirannya terbuka, kepekaannya terhadap negara semakin bertumbuh. Sungguh hidup di era ini kok ya banyak sekali jeglongannya -_-
Negara ini tidak ramah untuk perintis idealis.
Ditulis di bulan Mei setelah jam makan siang — Potorono 13/5/2026
메타데이터
- post_id
- dee2f35b8dce
- slug
- judulnya-nanti-dee2f35b8dce
- url
- https://medium.com/@auliahope/judulnya-nanti-dee2f35b8dce
- canonical_url
- https://medium.com/@auliahope/judulnya-nanti-dee2f35b8dce
- author_url
- https://medium.com/@auliahope
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-09-08 11:44:02