← Back to list

Belajar Debian 13 — Konfigurasi IP Address Static

Sebelum Mulai, Kenapa Harus Lewat CLI? Why bro :( ?

Agusiib_Sysadmin · 2026-05-20 03:01 · 4 claps · 2.6 min read
#linux #debian #networking #tutorial #technology
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔓 · Open Source

Belajar Debian 13 — Konfigurasi IP Address Static

Generated by Nano Banana 2

Generated by Nano Banana 2

Sebelum Mulai, Kenapa Harus Lewat CLI? Why bro :( ?

Kalau kamu baru saja install Debian sebagai server, kemungkinan besar tampilannya cuma layar hitam dengan teks. Tidak ada klik-klik, tidak ada icon jaringan di pojok kanan. Semua konfigurasi dilakukan lewat perintah teks — inilah yang disebut CLI (Command Line Interface).

Tapi tenang ga usah khawatir kalau kamu baca artikel ini dengan serius kamu akan paham cara kerjanya gimana.

Kenali Dulu Interface-mu

Sebelum mengatur IP, kamu perlu tahu nama kartu jaringan (NIC) di sistemmu. Jalankan perintah ini:

ip link show

Outputnya kira-kira seperti ini:

1: lo: <LOOPBACK> ...
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP> ...

Nama seperti enp0s3, eth0, atau ens33 itulah nama interface jaringanmu. Catat dulu, karena akan dipakai di langkah berikutnya.

File Utama: /etc/network/interfaces

Di Debian, konfigurasi jaringan yang permanen disimpan di file ini. Artinya, pengaturan di sini akan tetap aktif meskipun komputer di-restart.

Buka filenya dengan perintah:

nano /etc/network/interfaces

Konfigurasi IP Statis

kalau Interface mu bukanenp0s3 maka ganti enp0s3 dengan nama interface milikmu:

# Interface loopback — jangan diubah
auto lo
iface lo inet loopback

# Interface jaringan utama
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 192.168.0.10/24
    gateway 192.168.0.1
    dns-nameservers 8.8.8.8 1.1.1.1

Penjelasan tiap baris:

  • auto enp0s3 — interface ini otomatis aktif saat boot
  • inet static — kita set IP secara manual (bukan otomatis dari router)
  • address — IP address yang ingin dipakai beserta prefix /24 (setara netmask 255.255.255.0)
  • gateway — IP router/modem kamu (biasanya diakhiri .1)
  • dns-nameservers — alamat server DNS untuk resolve nama domain

Lalu Simpan Konfigurasi denganCtrl+OEnterCtrl+X

Terapkan Konfigurasi

Setelah menyimpan file, restart interface agar perubahan aktif:

service networking restart

Pastikan Ga ada eror yaa.. kalau ada berarti cek kembali konfigurasi mu.:)

Verifikasi — Pastikan Semuanya Berjalan

Setelah konfigurasi selesai, cek dengan perintah berikut: perintah untuk membantu ngecek aja ini ga wajib tapi penting diketahui

# Cek IP yang aktif
ip a

# Cek routing/gateway
ip route show

Test Ping ke perangkat lain

ping adalah perintah untuk mengecek apakah sebuah alamat IP atau domain bisa dijangkau dari komputermu. Cara kerjanya sederhana — komputer kamu mengirim paket kecil ke tujuan, lalu menunggu balasan.

Seperti kamu teriak “Hei, kamu di sana?” dan menunggu jawaban “Ya, aku di sini!” Contohnya seperti ini:

ping 192.168.0.11

jika berhasil berarti konfigurasi benar dan sudah bisa terkoneksi dengan perangkat lain dijaringan mu.

Konfigurasi jaringan di Debian sebenarnya tidak serumit kelihatannya. Kuncinya cukup satu: edit dengan benar di /etc/network/interfacesItu aja hehe…

Semoga bermanfaatttt Kalau ada pertanyaan atau ada bagian yang masih membingungkan, tulis di kolom komentar yaaaaaaaaaaaa……….


메타데이터
post_id
dee95b8a6432
slug
belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
url
https://medium.com/@agusibrohim0001/belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
canonical_url
https://medium.com/@agusibrohim0001/belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
author_url
https://medium.com/@agusibrohim0001
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30