Belajar Debian 13 — Konfigurasi IP Address Static
Sebelum Mulai, Kenapa Harus Lewat CLI? Why bro :( ?
Belajar Debian 13 — Konfigurasi IP Address Static

Generated by Nano Banana 2
Sebelum Mulai, Kenapa Harus Lewat CLI? Why bro :( ?
Kalau kamu baru saja install Debian sebagai server, kemungkinan besar tampilannya cuma layar hitam dengan teks. Tidak ada klik-klik, tidak ada icon jaringan di pojok kanan. Semua konfigurasi dilakukan lewat perintah teks — inilah yang disebut CLI (Command Line Interface).
Tapi tenang ga usah khawatir kalau kamu baca artikel ini dengan serius kamu akan paham cara kerjanya gimana.
Kenali Dulu Interface-mu
Sebelum mengatur IP, kamu perlu tahu nama kartu jaringan (NIC) di sistemmu. Jalankan perintah ini:
ip link show
Outputnya kira-kira seperti ini:
1: lo: <LOOPBACK> ...
2: enp0s3: <BROADCAST,MULTICAST,UP> ...
Nama seperti enp0s3, eth0, atau ens33 itulah nama interface jaringanmu. Catat dulu, karena akan dipakai di langkah berikutnya.
File Utama: /etc/network/interfaces
Di Debian, konfigurasi jaringan yang permanen disimpan di file ini. Artinya, pengaturan di sini akan tetap aktif meskipun komputer di-restart.
Buka filenya dengan perintah:
nano /etc/network/interfaces

Konfigurasi IP Statis
kalau Interface mu bukanenp0s3 maka ganti enp0s3 dengan nama interface milikmu:
# Interface loopback — jangan diubah
auto lo
iface lo inet loopback
# Interface jaringan utama
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
address 192.168.0.10/24
gateway 192.168.0.1
dns-nameservers 8.8.8.8 1.1.1.1
Penjelasan tiap baris:
auto enp0s3— interface ini otomatis aktif saat bootinet static— kita set IP secara manual (bukan otomatis dari router)address— IP address yang ingin dipakai beserta prefix/24(setara netmask 255.255.255.0)gateway— IP router/modem kamu (biasanya diakhiri.1)dns-nameservers— alamat server DNS untuk resolve nama domain

Lalu Simpan Konfigurasi denganCtrl+O → Enter→ Ctrl+X
Terapkan Konfigurasi
Setelah menyimpan file, restart interface agar perubahan aktif:
service networking restart

Pastikan Ga ada eror yaa.. kalau ada berarti cek kembali konfigurasi mu.:)
Verifikasi — Pastikan Semuanya Berjalan
Setelah konfigurasi selesai, cek dengan perintah berikut: perintah untuk membantu ngecek aja ini ga wajib tapi penting diketahui
# Cek IP yang aktif
ip a
# Cek routing/gateway
ip route show

Test Ping ke perangkat lain
ping adalah perintah untuk mengecek apakah sebuah alamat IP atau domain bisa dijangkau dari komputermu. Cara kerjanya sederhana — komputer kamu mengirim paket kecil ke tujuan, lalu menunggu balasan.
Seperti kamu teriak “Hei, kamu di sana?” dan menunggu jawaban “Ya, aku di sini!” Contohnya seperti ini:
ping 192.168.0.11

jika berhasil berarti konfigurasi benar dan sudah bisa terkoneksi dengan perangkat lain dijaringan mu.
—
Konfigurasi jaringan di Debian sebenarnya tidak serumit kelihatannya. Kuncinya cukup satu: edit dengan benar di /etc/network/interfacesItu aja hehe…
Semoga bermanfaatttt Kalau ada pertanyaan atau ada bagian yang masih membingungkan, tulis di kolom komentar yaaaaaaaaaaaa……….
메타데이터
- post_id
- dee95b8a6432
- slug
- belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
- url
- https://medium.com/@agusibrohim0001/belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
- canonical_url
- https://medium.com/@agusibrohim0001/belajar-debian-13-konfigurasi-ip-address-static-dee95b8a6432
- author_url
- https://medium.com/@agusibrohim0001
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30