← Back to list

Konsep Waktu terhadap Budaya Mager dan Ngaret

Kata buku “Ilmu Komunikasi” karya Profesor Deddy Mulyana, ternyata pola hidup manusia dalam waktu dipengaruhi budaya. Gimana kita…

Hasbi Firasyan · 2020-09-30 13:11 · 10 claps · 1.9 min read
#waktu #ngaret #budaya #kepribadian
Open on Medium ↗

Konsep Waktu terhadap Budaya Mager dan Ngaret

Kata buku “Ilmu Komunikasi” karya Profesor Deddy Mulyana, ternyata pola hidup manusia dalam waktu dipengaruhi budaya. Gimana kita mempersepsikan dan memakai waktu itu nunjukin sebagian jati diri kita dan gimana kesadaran kita terhadap lingkungan. Baik komitmen tepat waktu kalo janjian, maupun sebaliknya.

Menurut Edward T. Hall,

Konsep waktu bisa terbagi menjadi waktu monokronik (M) dan waktu polikronik (P).

Penganut waktu polikronik (P), yang umumnya dianut budaya timur, menganggap waktu sebagai suatu putaran yang kembali dan kembali lagi. Ibaratnya “tenang masih ada besok”. Akibatnya mereka cenderung mementingkan kegiatan yang terjadi dalam waktu, ketimbang waktu itu sendiri. Mentingin keterlibatan orang-orang dan penyelesaian transaksi, ketimbang nepatin jadwal waktu. Mungkin ini yang menyebabkan kalau musyawarah besar (mubes) atau forum kampus di kita sampe subuh ya..

Sebaliknya, penganut waktu monokronik (M) yang umumnya dianut budaya barat, cenderung menganggap waktu berjalan lurus dari masa lalu sampe ke masa depan. Mereka pun memperlakukannya sebagai entitas yang nyata, bisa dipilah-pilah, dihabisin, dibuang, dihemat, dipinjem, dsb. Jadi, mereka pun menekankan penjadwalan dan kesegaraan waktu. Mereka lebih menghargai waktu.

Kalo penganut waktu M, kita terlambat itu penghinaan ke yang bikin acara. Tapi di budaya P, kalo kita tepat waktu justru itu bisa dianggap penghinaan, kita dianggap orang gabut ga punya kesibukan.

Pernahkah kamu berada di lingkungan pertemanan yang kalau ngajak ketemuan selalu pada ngaret, minimal sejam dari waktu janjiannya, sehingga ngaret itupun sudah menjadi lumrah?

Selain itu, mungkin karena konsep waktu P itu, banyak orang Indonesia yang ga ngerti ngantri, atau suka nyerobot susuruduk. Padahal kan kalo ngantri bisa lebih cepet, ga akan ada tatap tatapan atau debat kusir dulu yg bisa bikin gondok.

Orang Asia & Arab seneng tawar menawar juga ketika belanja di pasar terbuka sebagai cara menggunakan waktu yang menyenangkan sekaligus nguntungin dalam bisnis. Sementara, orang Amerika nganggep ini ngejengkelin dan buang waktu, bahkan ngeduga kalau penjual itu nipu karena ga transparan pasang harga.

Di Timur pun pembicaraan lewat telepon ga sebiasa di Barat, karena org Timur kan nge-sans. Contoh orang Tiongkok ga nyaman transaksi bisnis lewat telepon, beda sama orang Amerika yang bisa ngelakuin itu tanpa pernah bertatap muka sekalipun. (mungkin sekarang berbeda dengan adanya e-commerce).

Orang Indonesia ga jauh ama Tiongkok, kita relatif pake telepon cuma untuk janjian tempat dan waktu bertemu, ketimbang langsung menyelesaikan masalahnya via telepon. Seperti di pemerintahan, pada beberapa kasus, bawahan dianggap ga sopan membicarakan suata perkara lewat telepon, padahal bisa aja masalahnya selesei via telepon.

Pernahkah kamu yang kuliah ngalamin dosen yang tersinggung kalo dihubungi via hp saat jam kerja? Dalihnya adalah semua orang tau kalo lagi jam kerja, beliau itu ada disini atau ngga disini (ruang kerja). Menurut beliau, selama jam kerja apalagi sama-sama di lingkungan kampus, kita harus ketemuan alias disamperin.

Apakah mungkin konsep waktu P juga yang nyebabin biroks di Indonesia belibet? Contohnya BPJS atau ngurus administrasi di kampus. Ada yang bilang juga karena sistem di kita itu pegawai negeri sipil, ngabdinya ya ke negara, bukan public servant. Jadi, wajar biroksnya demikian. halah sudahlah….

Tapi tentunya ini bukan menggeneralisir pihak manapun


메타데이터
post_id
df2b8a1b8340
slug
konsep-waktu-terhadap-budaya-mager-dan-ngaret-df2b8a1b8340
url
https://medium.com/@firasyanhasbi/konsep-waktu-terhadap-budaya-mager-dan-ngaret-df2b8a1b8340
canonical_url
https://medium.com/@firasyanhasbi/konsep-waktu-terhadap-budaya-mager-dan-ngaret-df2b8a1b8340
author_url
https://medium.com/@firasyanhasbi
status
ok
fetched_at
2026-07-28 19:30:05