← Back to list

Mengapa Bahasa Arab yang Dipilih?

Mengapa Bahasa Arab dipilih ketika masa risalah? Mungkin bisa kita jawab, karena itulah bahasa kaum diturunkannya Nabi SAW disana. Tapi…

Aidatuz Zakiyah · 2026-07-05 19:38 · 0 claps · 2.4 min read
#arabic-language #al-quran #islam #language #lecture-notes
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Mengapa Bahasa Arab yang Dipilih?

Mengapa Bahasa Arab dipilih ketika masa risalah? Mungkin bisa kita jawab, karena itulah bahasa kaum diturunkannya Nabi SAW disana. Tapi jika ditanya mengapa Bahasa Arab yang dipilih Allah untuk menyampaikan risalah yang tujuan khitab-nya seluruh alam dan sepanjang masa, tentu ada alasannya. Tentu ada nilai lebih yang hanya ada pada Bahasa Arab dan tidak kita dapati pada bahasa-bahasa lainnya.

Di antara alasan tersebut, Duktur Ibrahim Hudhud -mantan rektor Universitas al-Azhar Mesir- dalam perayaan hari Bahasa Arab kemarin menyebutkan perkataan Imam Syafi’i: “لسان العرب أوسع الألسنة مذهبا وأكثرها ألفاظا ..”

Disini al-faqir akan menitikberatkan pada poin keduanya “وأكثرها ألفاظا”;

Artinya Bahasa Arab adalah bahasa yang paling banyak memiliki kosakata.

Sebagai bukti, Duktur Ibrahim menyebutkan bahwa kamus menengah-nya Bahasa Arab, Lisanul ‘Arab misalnya, ia tersusun dari 8 jilid dengan masing-masing jilid 800 halaman. Sehingga total halamannya kurang lebih 6 ribuan halaman. Sedangkan kamus Bahasa Inggris yang paling lengkap, Oxford misalnya, total halamannya tidak sampai seribu.

Salah satu sebabnya adalah karena Bahasa Arab adalah lughatul mawad, bukan lughatul mufradat. Artinya Bahasa Arab bukan kumpulan kosakata yang berdiri sendiri-sendiri, ia adalah bahasa yang setiap asal katanya memiliki keluarga dan kerabat.

Misalnya كتب yang artinya menulis, dengan susunan huruf yang serupa bisa lahir kosakata lain dengan makna yang berdekatan. Seperti كتاب yang artinya buku, كاتب yang artinya penulis, مكتوب yang artinya apa yang tertulis, dan seterusnya.

Ini baru membahas susunan huruf, belum ke harakat. Karena ada kosakata yang susunan hurufnya persis sama, tetapi perbedaan harakat di salah satu hurufnya membuat maknanya jadi berbeda.

Contoh yang disampaikan Duktur adalah غَمْرٌ. Dengan mem-fathah-kan huruf ghain (غَمْرٌ) artinya adalah air dengan volume besar. Dengan meng-kasrah-kan ghain (غِمْرٌ) artinya dengki dan kebencian. Dengan men-dhammah-kan ghain (غُمْرٌ) artinya sesuatu yang nggak berharga. Kosakata yang semacam ini ada ulama yang mengumpulkan dan menyusunnya menjadi syair. Untuk contoh yang disampaikan Duktur berikut potongan baitnya:

إِنَّ دُمُوعِي غَمْرُ وَلَيْسَ عِنْدِ غِمْرُ فَقُلْتُ يَا ذَا الْغُمْرُ أَقْصِرْ عَنِ التَّعَتُّبِ بِالْفَتْحِ مَاءٌ كَثُرَا وَالْكَسْرِ حِقْدٌ سُتِرَا وَالضَّمِّ شَخْصٌ مَا دَرَى شَيْئًا وَلَمْ يُجَرِّبِ

Lalu kekayaan kosakata ini apa untungnya?

Duktur mengibaratkan nominal kosakata dengan nilai tukar mata uang. Ia adalah paramater mengukur baiknya suatu bahasa sama seperti nilai kurs menjadi indikator mengukur kekuatan ekonomi suatu negara.

Dengan kosakata yang banyak, bahasa memberikan kebebasan, fleksibilitas dan ruang gerak yang luas bagi mutakallim dalam berbicara. Ia membuka ruang kreatifitas dan di saat yang sama juga memberikan kemudahan karena banyaknya alternatif kosakata dan cara penyampaian.

Hebatnya, kaya kosakata tidak berarti boros penyampaian. Bahasa Arab justru bahasa yang sangat ringkas. Duktur mencontohkan فسيكفيكهم الله. Apakah ada bahasa yang bisa menerjemahkan kalimat tersebut dengan pendek yg sama? Setidaknya butuh satu setengah baris, itupun belum cukup untuk sampai pada makna sebenarnya.

Sekali lagi Bahasa Arab sangat fleksibel. Kita bisa menyampaikan sesuatu secara ringkas atau panjang lebar, tergantung kebutuhan. Kaidahnya: في مقام الحفظ البسط، وفي مقام الإفهام القبض

Untuk tujuan menghafal, Bahasa Arab bisa meringkas banyak hal seringkas mungkin. Sedangkan untuk memberi pemahaman, Bahasa Arab bisa digunakan untuk menjelaskan panjang lebar.

Buktinya adalah al-Quran; Kitab paling ringkas di muka bumi. Ulama berusaha menafsirkan, berusaha menjelaskan, berusaha memberi pemahaman dengan menorehkan tinta pada puluhan jilid, ratusan kitab tafsir, atau bahkan tidak bisa dihitung jika diakumulasi dengan semua karya yang berkaitan demi khidmah al-Quran, dan maknanya tidak penah habis, ilmunya tidak pernah tuntas dikaji.

Subhanallah.

Semoga catatan sederhana ini bisa menambah lagi cinta kita terhadap Bahasa Arab, al-Quran, dan agama kita. 🤍


메타데이터
post_id
df49bc5b2c52
slug
mengapa-bahasa-arab-yang-dipilih-df49bc5b2c52
url
https://medium.com/@aidah.azzakiy54/mengapa-bahasa-arab-yang-dipilih-df49bc5b2c52
canonical_url
https://medium.com/@aidah.azzakiy54/mengapa-bahasa-arab-yang-dipilih-df49bc5b2c52
author_url
https://medium.com/@aidah.azzakiy54
status
ok
fetched_at
2026-08-19 17:29:52