← Back to list

Pelita Kasih

Publikasi dengan Tema Topik Kekristenan

Jesica Caroline in Penulis Indonesia · 2025-03-24 22:02 · 204 claps · 2.8 min read paywalled
#pelita-kasih #publikasi-indonesia #indonesia #kekristenan #kristen
Open on Medium ↗

Pelita Kasih

Publikasi dengan Tema Topik Kekristenan

Oleh Jesica Caroline

Oleh Jesica Caroline

Belum menjadi Member Medium? Klik di sini untuk versi gratis!

Berbagi Kasih Melalui Tulisan

Saat sedang menulis tulisan ini, aku baru menyadari bahwa publikasi Pelita Kasih terlahir berdekatan dengan bulan yang identik dengan Kasih Sayang.

14 Februari adalah hari spesial. Orang banyak berbondong-bondong merayakannya dengan memberikan coklat yang manis, bunga yang indah, atau surat cinta yang menyentuh sebagai bentuk rasa syukur dan cinta untuk orang terkasih yang sudah memberikan makna dan harapan dalam hidup, publikasi Pelita Kasih pun mempunyai konsep yang mirip.

Tepatnya pada tanggal 9 Januari 2025, Pelita Kasih hadir sebagai wujud rasa syukur yang diekspresikan melalui rangkaian kata-kata di sebuah tulisan atas cinta kasih yang besar melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib ribuan tahun yang lalu agar para pendosa yang percaya pada-Nya dilayakkan untuk akhirnya hidup bersama-Nya ketika waktunya telah tiba.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” — Yohanes 3:16

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tulisan dengan topik Kekristenan yang seperti apa yang diterima, mari mendengarkan ceritaku tentang alasan mengapa aku menamakan publikasi ini sebagai Pelita Kasih!

Pelita Kasih

Pelita

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” — Mazmur 119:105

Semuanya bermula dari aku terinspirasi dengan penggalan kosakata ‘Pelita’ yang mempunyai filosofi yang mendalam oleh Bapak Billy Lantang, seorang pengkhotbah sekaligus penyintas kanker darah yang karena mukjizat-Nya dapat pulih total. Di dalam khotbahnya itu, beliau memberikan penjelasan bahwa Firman Tuhan adalah pelita, yang berarti kita *hanya perlu mengikuti kehendak-Nya one step at a time*.

Jelas berbeda dengan senter yang memiliki jangkauan lebar, di mana hal itu memungkinkan kita melihat jalan jauh di depan kita. Di sisi lain, Pelita hanya dapat digunakan untuk menerangi langkah-langkah kita saat ini, mengajarkan kita untuk percaya dan berjalan dengan iman, meskipun kita belum mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.

Ini adalah pengingatku untuk tidak khawatir akan masa depan, karena Tuhan telah menyediakan semuanya.

“Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” — Matius 6:26

Kasih

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” — 1 Yohanes 4:19

Dari semua ajaran yang kudapatkan, yang paling sulit untuk diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari adalah menerapkan hukum kasih — di konteks ini adalah **kasih Agape**.

Kedua kata — Pelita dan Kasih — ini menjadi pengingatku selalu agar tetap percaya pada-Nya dan selalu berusaha berbuat kasih kepada sesama.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” — 1 Korintus 13:4–8

Menulis Apa di Pelita Kasih?

Publikasi Pelita Kasih sekarang tersedia untuk menjadi wadah para penulis Indonesia yang ingin berdiskusi dan memberikan perspektif mereka tentang Kekristenan.

Topiknya dapat beragam dan tidak melulu harus membahas suatu perikop Alkitab saja. Para penulis dibebaskan untuk mengangkat topiknya dari kehidupan sehari-hari yang menceritakan pengalamannya menjadi seorang Kristiani di tengah-tengah masyarakat yang punya keyakinan berbeda, sampai membahas doktrin kaku, teori, atau interpretasi yang berkaitan dengan topik Kekristenan.

Bagaimana Caranya Menjadi Penulis di Pelita Kasih?

Cukup mudah dan terlampau simpel, yakni hanya meninggalkan komentar di postingan berikut:

[embed]Tentang Pelita Kasih Latar Belakang Terbentuknya Publikasi, Makna Pelita Kasih, dan Ketentuan Bergabung.medium.com

dengan format: Nama, alasan ingin bergabung, dan ID medium.

Untuk detail mengenai syarat apa saja yang harus dipenuhi dalam mengirimkan draf tulisannya, calon penulis juga dapat melihat tulisan di atas.

Terima kasih telah membaca!

Semoga Pelita Kasih dapat menjadi ruang berbagi penuh kasih dan menjadi berkat!

18 Maret 2025.

Dengan Penuh Cinta, Jesica Caroline


메타데이터
post_id
dfc2f7b3eaef
slug
pelita-kasih-dfc2f7b3eaef
url
https://medium.com/penulis-indonesia/pelita-kasih-dfc2f7b3eaef
canonical_url
https://medium.com/penulis-indonesia/pelita-kasih-dfc2f7b3eaef
author_url
https://medium.com/@jejes511
status
ok
fetched_at
2026-07-18 15:10:39