Tugu Pesawat Jet Tempur LepoLepo: Ikonik Bagi Kota Kendari, Tetapi Seberapa Lokal?
Oleh:
Tugu Pesawat Jet Tempur LepoLepo: Ikonik Bagi Kota Kendari, Tetapi Seberapa Lokal?
Oleh:
MUH.ARLAN SAPUTRA
E1B122079
Mata Kuliah: Kritik Arsitektur
Dosen Pegampu: Muhammad Zakaria Umar
Tugu Pesawat Jet Tempur di Bundaran Lepolepo merupakan salah satu elemen tengaran (landmark) yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tugu ini dibangun sebagai penanda kawasan sekaligus simbol yang berkaitan dengan dunia kedirgantaraan dan semangat modernitas. Bentuk pesawat jet tempur yang ditampilkan menjadikan tugu ini mudah dikenali oleh masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Secara visual, keberadaan tugu mampu menciptakan kesan monumental, dinamis, dan modern sehingga berfungsi sebagai titik orientasi kawasan. Dalam konteks tata kota, landmark memiliki peran penting dalam membentuk citra visual dan karakter suatu kawasan. Oleh karena itu, Tugu Pesawat Jet Tempur Lepolepo dapat dikatakan berhasil menjadi elemen penanda ruang kota yang cukup menonjol di Kota Kendari.
Namun, di balik kekuatan visual tersebut, muncul pertanyaan mengenai kesesuaian bentuk dan simbol tugu terhadap jati diri arsitektur lokal kawasan. Bentuk pesawat jet tempur lebih merepresentasikan simbol modern dan militeristik, sedangkan Kota Kendari memiliki karakter lokal yang erat kaitannya dengan nilai-nilai arsitektur dan budaya etnis Tolaki. Akibatnya, keberadaan tugu ini dinilai kurang kontekstual terhadap karakter arsitektur lokal yang seharusnya dapat menjadi representasi visual kawasan.
Berdasarkan kondisi tersebut, kritik arsitektur ini bertujuan untuk mengkaji keberadaan Tugu Pesawat Jet Tempur di Bundaran Lepolepo dari sudut pandang jati diri arsitektur lokal, khususnya terkait kesesuaian antara simbol landmark kota dengan karakter kawasan setempat.
Tugu Pesawat Jet Tempur di Bundaran Lepolepo merupakan sebuah landmark yang berada pada simpang bundaran di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Objek utama tugu berupa replika pesawat jet tempur yang ditempatkan pada sebuah struktur penyangga di bagian tengah bundaran sehingga terlihat menonjol dan dapat diamati dari berbagai arah pergerakan kendaraan.

Gambar 1. Tugu Pesawat Jet Tempur
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Adapun karakteristik untuk tugu pesawat jet tempur yang berada di lepolepo, yaitu:
a. Bentuk: Dari segi bentuk, tugu menampilkan wujud pesawat jet tempur dengan karakter aerodinamis, memiliki badan pesawat memanjang, sayap di sisi kanan dan kiri, serta bagian ekor yang mengarah ke belakang. Posisi pesawat dibuat seolah-olah sedang lepas landas atau terbang dengan arah moncong yang sedikit menanjak ke atas. Bentuk pesawat menjadi elemen visual yang paling dominan pada kawasan bundaran.
b. Ukuran: Dari segi ukuran, tugu memiliki skala yang cukup besar dibandingkan lingkungan sekitarnya sehingga mudah terlihat dari jarak jauh. Ketinggian struktur penyangga dan ukuran pesawat menjadikan objek ini sebagai pusat perhatian pada area persimpangan jalan.
c. Warna dan Material: Dari segi warna dan material, badan pesawat didominasi warna abu-abu menyerupai warna asli pesawat militer. Material yang digunakan tampak berupa konstruksi logam atau material buatan yang dirancang menyerupai pesawat asli. Struktur penyangga menggunakan beton bertulang yang berfungsi menopang beban pesawat sekaligus memperkuat kesan monumental pada tugu.
Dari segi tata letak, tugu berada tepat di tengah bundaran yang dikelilingi jalur kendaraan dari berbagai arah. Area tapak tugu berbentuk lingkaran mengikuti bentuk bundaran dengan batas berupa jalur lalu lintas yang mengelilinginya. Posisi ini membuat tugu berfungsi sebagai titik orientasi visual bagi pengguna jalan yang memasuki kawasan Lepolepo. Lingkungan sekitar tugu didominasi oleh elemen perkotaan seperti jalan raya, kendaraan, rambu lalu lintas, lampu penerangan jalan, dan bangunan komersial di sekitar koridor jalan. Keberadaan pesawat jet tempur memberikan karakter visual yang berbeda dibandingkan dengan elemen-elemen perkotaan lainnya di kawasan tersebut (Gambar 1).
Jika dikaitkan dengan jati diri arsitektur lokal Kota Kendari dan budaya Tolaki, terdapat beberapa elemen lokal yang secara visual dapat dijadikan alternatif bentuk landmark pada lokasi tersebut. Elemen-elemen tersebut antara lain:
a. Rumah Adat Laika

Gambar 2. Rumah Adat Laika
Sumber: Traveloka
Rumah Adat Laika merupakan salah satu bentuk arsitektur tradisional masyarakat Tolaki yang memiliki nilai historis dan budaya yang kuat di Sulawesi Tenggara. Bentuk bangunannya yang khas dengan konstruksi panggung, atap tradisional, serta proporsi bangunan yang mencerminkan kearifan lokal menjadikannya sebagai simbol identitas masyarakat Tolaki. Pemilihan Rumah Adat Laika sebagai landmark kawasan dapat memperkuat karakter lokal Kota Kendari karena bentuknya secara langsung berkaitan dengan warisan budaya daerah. Selain itu, visualisasi Rumah Adat Laika pada sebuah tugu akan lebih mudah dikenali sebagai representasi budaya setempat dibandingkan simbol yang berasal dari luar konteks budaya local (Gambar 2.)
a. Hewan Anoa

Gambar 3. Patung Anoa
Sumber: Kendari Info
Anoa merupakan satwa endemik Sulawesi yang keberadaannya hanya ditemukan di wilayah Pulau Sulawesi dan beberapa pulau sekitarnya. Hewan ini telah lama menjadi salah satu simbol fauna khas Sulawesi Tenggara dan sering digunakan sebagai identitas daerah. Bentuk anoa dapat dijadikan elemen landmark karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan karakter geografis dan kekayaan hayati Sulawesi. Penggunaan figur anoa pada tugu tidak hanya menampilkan identitas lokal, tetapi juga dapat menjadi media pengenalan dan pelestarian satwa endemik kepada masyarakat dan pengunjung (Gambar 3.)
a. Simbol Kalosara

Gambar 4. Simbol Kalosara
Sumber: RRI
Kalosara merupakan simbol budaya yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Tolaki. Bentuknya berupa lingkaran yang terbuat dari anyaman rotan dan digunakan dalam berbagai prosesi adat sebagai lambang persatuan, keharmonisan, keseimbangan, serta penyelesaian konflik. Sebagai simbol budaya yang masih digunakan hingga saat ini, Kalosara memiliki nilai filosofis yang sangat kuat dan menjadi salah satu identitas utama masyarakat Tolaki. Penggunaan bentuk Kalosara sebagai landmark kawasan dapat memberikan representasi yang lebih dekat dengan nilai budaya lokal karena secara langsung menggambarkan falsafah hidup masyarakat Tolaki (Gambar 4.)
Dibandingkan dengan bentuk pesawat jet tempur yang merepresentasikan teknologi dan dunia militer, Rumah Adat Laika, Anoa, motif ukiran Tolaki, dan Kalosara memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan identitas budaya, sejarah, serta karakter lokal Kota Kendari dan masyarakat Tolaki. Oleh karena itu, keempat elemen tersebut dapat menjadi alternatif visual yang relevan dalam merepresentasikan jati diri kawasan melalui sebuah landmark kota.
Sebagai sebuah landmark, Tugu Pesawat Jet Tempur memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menarik perhatian masyarakat. Bentuk pesawat yang berukuran besar dan ditempatkan pada posisi strategis menjadikannya mudah dikenali serta berfungsi efektif sebagai penanda kawasan. Dari aspek visual, tugu berhasil membangun citra kawasan yang modern, dinamis, dan berorientasi pada kemajuan teknologi.
Namun, apabila dikaji dari sudut pandang jati diri arsitektur lokal, muncul ketidaksesuaian antara simbol yang digunakan dengan karakter budaya setempat. Pesawat jet tempur merupakan simbol yang berasal dari dunia militer dan teknologi modern sehingga makna yang ditampilkan lebih dekat dengan kekuatan, kecepatan, dan kemajuan teknologi.
Di sisi lain, identitas budaya Kota Kendari sangat erat dengan budaya masyarakat Tolaki yang memiliki simbol-simbol lokal seperti Rumah Adat Laika, Kalosara, dan berbagai unsur budaya lainnya. Simbol-simbol tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan sejarah, tradisi, nilai sosial, dan kehidupan masyarakat setempat.
Jika dibandingkan dengan simbol budaya lokal tersebut, bentuk pesawat jet tempur memiliki hubungan yang relatif lemah terhadap konteks budaya Kendari. Akibatnya, meskipun tugu ini berhasil sebagai penanda kawasan, ia belum sepenuhnya berfungsi sebagai media representasi identitas lokal Kota Kendari.
Dengan demikian, terdapat kesenjangan antara fungsi tugu sebagai landmark visual dan fungsinya sebagai simbol budaya kawasan.
Berdasarkan hasil analisis, Tugu Pesawat Jet Tempur di Bundaran LepoLepo dapat dinilai berhasil dari aspek visual dan orientasi ruang kota. Bentuknya yang unik, mudah dikenali, serta memiliki skala monumental menjadikannya efektif sebagai landmark dan titik orientasi bagi pengguna jalan.
Namun, dari aspek identitas lokal, tugu ini dinilai kurang berhasil karena simbol yang digunakan tidak memiliki keterkaitan yang kuat dengan sejarah, budaya, maupun karakter arsitektur lokal Kota Kendari. Bentuk pesawat jet tempur lebih merepresentasikan simbol global yang dapat ditemukan di berbagai daerah lain sehingga kurang menunjukkan kekhasan daerah.
Apabila tujuan utama landmark tidak hanya sebagai penanda lokasi tetapi juga sebagai representasi identitas kawasan, maka simbol-simbol lokal seperti Rumah Adat Laika, Kalosara, atau Anoa dinilai lebih mampu mewakili karakter budaya Kota Kendari dan masyarakat Tolaki. Simbol-simbol tersebut memiliki hubungan yang lebih kuat dengan sejarah, nilai budaya, dan memori kolektif masyarakat setempat.
Oleh karena itu, Tugu Pesawat Jet Tempur dapat dinilai berhasil sebagai landmark fungsional, tetapi belum optimal sebagai landmark yang merepresentasikan jati diri arsitektur dan budaya lokal Kota Kendari.
Tugu Pesawat Jet Tempur di Bundaran LepoLepo merupakan landmark yang memiliki peran penting sebagai penanda kawasan dan titik orientasi di Kota Kendari. Dari aspek visual, tugu ini berhasil menciptakan kesan monumental, dinamis, dan mudah dikenali sehingga mampu memperkuat citra kawasan perkotaan yang modern.
Namun, jika ditinjau dari sudut pandang jati diri arsitektur lokal, simbol pesawat jet tempur memiliki keterkaitan yang relatif lemah dengan identitas budaya masyarakat Tolaki maupun karakter khas Kota Kendari. Bentuk yang ditampilkan lebih merepresentasikan dunia teknologi dan militer dibandingkan nilai-nilai budaya lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat setempat.
Oleh karena itu, meskipun Tugu Pesawat Jet Tempur dapat dinilai berhasil sebagai landmark fungsional dan elemen orientasi kota, keberadaannya belum sepenuhnya mampu merepresentasikan identitas lokal kawasan. Penggunaan simbol-simbol budaya daerah seperti Rumah Adat Laika, Kalosara, atau Anoa berpotensi memberikan keterkaitan yang lebih kuat antara landmark dengan sejarah, budaya, dan karakter masyarakat Kota Kendari.
Dengan demikian, kritik ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah landmark tidak hanya ditentukan oleh daya tarik visual dan kemampuannya menjadi penanda ruang, tetapi juga oleh kemampuannya menghadirkan makna serta identitas lokal yang dapat memperkuat karakter dan citra suatu kota.
CATATAN PENULIS:
Tulisan ini disusun sebagai salah satu bentuk pemenuhan tugas final test mata kuliah Kritik Arsitektur pada Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo. Seluruh isi tulisan merupakan hasil observasi, kajian, dan analisis penulis terhadap objek yang diteliti, serta ditujukan semata-mata untuk kepentingan akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Penulis menyadari bahwa kritik arsitektur bersifat interpretatif dan memungkinkan adanya beragam perspektif dalam menilai suatu karya arsitektur. Oleh karena itu, kritik, saran, dan masukan yang membangun sangat diharapkan guna memperkaya wawasan serta meningkatkan kualitas pemahaman dalam bidang arsitektur.
Apabila pembaca ingin melakukan diskusi atau memberikan tanggapan terkait tulisan ini, dapat menghubungi penulis, Muh.Arlan Saputra, melalui surat elektronik di arlansaputra050404@gmail.com. Selain itu, dosen pengampu Mata Kuliah Kritik Arsitektur, Muhammad Zakaria Umar, juga dapat dihubungi melalui email zakariaumar@uho.ac.id.
Penulis dengan terbuka menerima berbagai pendapat dan masukan yang bersifat konstruktif sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik dan pengembangan kajian arsitektur yang lebih baik.
Daftar Pustaka
Traveloka. 2026. Rumah Adat Laika. Diakses tanggal 28 Mei 2026,
Patung Anoa. 2026. Kendari Info. Diakses tanggal 28 Mei 2026,
https://kendariinfo.com/tugu-anoa-hadir-di-unaaha-konawe-jadi-landmark-baru-di-simpang-empat-stq/
Simbol Kalosara. 2026. RRI. Diakses tanggal 28 Mei 2026,
메타데이터
- post_id
- dfe8ddde6b79
- slug
- tugu-pesawat-jet-tempur-lepolepo-ikonik-bagi-kota-kendari-tetapi-seberapa-lokal-dfe8ddde6b79
- url
- https://medium.com/@lorongmakmur0/tugu-pesawat-jet-tempur-lepolepo-ikonik-bagi-kota-kendari-tetapi-seberapa-lokal-dfe8ddde6b79
- canonical_url
- https://medium.com/@lorongmakmur0/tugu-pesawat-jet-tempur-lepolepo-ikonik-bagi-kota-kendari-tetapi-seberapa-lokal-dfe8ddde6b79
- author_url
- https://medium.com/@lorongmakmur0
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 07:00:49