← Back to list

Sebuah Angan di Malam Musim Hujan

pagi ini langit berwarna biru.

bluesnitch · 2025-08-01 16:55 · 0 claps · 2.3 min read
#hopes-and-dreams #curhat #angan
Open on Medium ↗

Sebuah Angan di Malam Musim Hujan

pagi ini langit berwarna biru.

kiranya sang biru ingin dijadikan tokoh utama, sebab temannya sang putih tiada terlihat di sisinya.

kemanakah tulisan ini akan mengarah?

akupun tak tahu… namun, tenangnya malam dan penuhnya pikiran menggodaku untuk kembali bercerita. eh, bersajak mungkin?

aku bukan seorang seniman, bukan pula seorang sastrawan yang senang bermain kata, bukan juga seorang pembicara maupun pemandu acara.

aku hanya seorang mahasiswa yang.. mungkin sedang mencari kemana masa depannya. mahasiswa ini sekarang sedang menaiki tangga yang jika terdapat papan deskripsi mungkin akan tertera tulisan “SEMESTER 3”. namun kiranya telah menjalani 1 tahun di masa perkuliahan, dirinya masih tak percaya akan yang ia lakukan, bagaimana ia bisa sampai pada titik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

mari kita putar sedikit ke masa lampau

aku adalah diriku, memiliki tubuh dan akal yang kadang aku sendiri tak mampu untuk menerkanya. sebagian besar keputusan dari hidupku adalah atas dasar kepasrahan maupun kebetulan.

bodoh memang

hanya sekedar memilih tanpa melihat dan menimbang akibatnya.

hidup selama 7 tahun di lingkungan yang mempunyai struktur dan jadwal yang sudah diatur, membuat diri ini kehilangan ambisi dan tujuan. sibuk mengikuti jadwal yang ada hingga lupa akan rencana dan tujuan selanjutnya. namun aku sendiri tahu, hal tersebut hanya alasan kepada diriku sendiri untuk menutupi kedok malas yang lambat laun tumbuh karena tertunduk oleh lingkungan dan aturan.

perkataan lingkungan membentuk pribadi seseorang dalam bertumbuh memang benar adanya. dulu diriku tak percaya akan ucapan tersebut dan mengabaikannya, lebih memilih untuk hidup atas kepasrahan dan dominan mengikuti alur apa yang selanjutnya terjadi. mungkin stigma ini terasa normal dan benar oleh sebagian pihak termasuk diriku yang dulu.

namun

aku tak sadar

pikiran tersebut merupakan bumerang bagi diriku sendiri di masa depan

satu hal yang terus menerus ada pada diriku adalah rasa penasaran akan masa depan. tenggelam dalam pikiran dan menerka apa yang akan terjadi pada diriku di masa depan. hingga, hal tersebut terus membesar dan menguasai pikiranku pada masa tersebut.

masa puncak

pada ujung tanduk 7 tahun perjuanganku

saat itu aku sadar, setelah ini aku akan keluar dari tempat ini dan akan menuju kehidupan yang sebenarnya. mampukah aku bertahan? tanpa aturan, jadwal, dan segala bimbingan? mampukah aku berjalan diatas kakiku sendiri? walaupun segala cuaca yang dikehendaki? mampukah aku untuk menanjak ke tanjakan yang lebih tinggi?

seluruh pemikiran dan pertanyaan hanya berkeliling di angan tanpa jawaban, karena

sekarang aku sadar, bahwa pertanyaan tersebut, hanya diriku sendiri yang bisa menjawabnya

namun, kenapa aku tak melihat jawabannya?

karena jawaban itu hanya berasal dari masa depan. dan hanya karena ambisi dan tujuan, masa depan tersebut akan mengikutimu.

kesalahan demi kesalahan di masa laluku sekarang mulai terlihat. bagaimana kisah yang seharusnya menjadi golden period bagiku untuk menata proposal masa depan dan mempersiapkan karakter hangus begitu saja tertulis ulang menjadi masa keemasan yang tak lagi bersinar.

namun, tetap saja

tak ada kata terlambat bukan?

berbekal dengan kepercayaan dan harapan pada kalimat tersebut, akan kutunjukkan pada dunia bahwa tidak ada masa yang terlambat untuk menuliskan 0 pada buku perjalananmu.

0 bukanlah angka yang tak ada artinya, ia bukanlah kosong, melainkan awal. garis start yang akan menjadi awal mula dari banyak angka dari hasil di setelahnya.

kepada diriku di masa lalu,

“berteriaklah bahwa tidak ada salahnya untuk bermimpi, tidak ada salahnya untuk memulai pada keterlambatan, tidak ada salahnya untuk memelihara ambisi, yang kau butuhkan hanya dirimu, bukan melihat hasil orang lain, bukan pula membandingkan kemampuanmu. buang semua rasa kerendahan itu, jadilah tinggi akan rasa percaya dirimu. tak ada salahnya mengorbakan waktu bercanda untuk menulis ulang pelajaran yang kau tak paham, tak ada salahnya mengorbankan rasa gengsi untuk menjalani apa yang kau suka, semua orang tak peduli kepadamu dan pada akhirnya yang bersamamu hanya dirimu”

Tazk lee, 1 Aug 2025


메타데이터
post_id
dff2a69eef27
slug
sebuah-angan-di-malam-musim-hujan-dff2a69eef27
url
https://medium.com/@tazk.lee14/sebuah-angan-di-malam-musim-hujan-dff2a69eef27
canonical_url
https://medium.com/@tazk.lee14/sebuah-angan-di-malam-musim-hujan-dff2a69eef27
author_url
https://medium.com/@tazk.lee14
status
ok
fetched_at
2026-07-18 14:28:52