← Back to list

Where Do I Stand: Aku Mencoba Berubah, Ujung-Ujungnya Aku Gaada Di Mana-Mana

Pertama kali aku mendengar “Where do I Stand” membuatku teringat akan lagu Alanis Morissette yang berjudul “You Learn”. Aku merasa bahwa…

Teja Permana · 2026-06-07 17:59 · 0 claps · 2.2 min read
#music #rock
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 🎵 · Music & Audio

Where Do I Stand: Aku Mencoba Berubah, Ujung-Ujungnya Aku Gaada Di Mana-Mana

Pertama kali aku mendengar “Where do I Stand” membuatku teringat akan lagu Alanis Morissette yang berjudul “You Learn”. Aku merasa bahwa “Where Do I Stand” bagaikan respon Salma terhadap Alanis yang seakan-akan bilang bahwa “Iya bener, aku belajar kok, ini yang aku rasakan, Thankyou.”

Salma menjelaskan bahwa lagunya menceritakan aku tidak ada dimana-mana, baik di lingkungannya waktu SMA, baik di keluarganya, baik di lingkungan musiknya. Yaaahh… meskipun ia merasa bahwa lingkungan musik sangat cocok baginya, namun ada saja perasaan “I dont belong there” di lingkaran musiknya. Ia merasa bahwa ia terlalu centil sebagai perempuan. Terlalu bebas, terlalu frontal. Bahkan ketika ia menginjakkan kakinya di SMAN 4 Denpasar pas registrasi ulang mahasiswa baru dengan rambut merahnya, ia di julidin oleh kakak OSIS-nya waktu itu. “Berani kali cat rambut merah ci,” kata kakak kelasnya (aku sebagai saksinya). Keluarganya selalu mengaturnya entah dari segi caranya bersikap “jangan kasar-kasar ah” atau “Kamu jadi cewek jangan gitu”. Dalam percintaan pun juga sama: Salma ga putih, ga kurus, ga begitu cantik, dan terlalu frontal — ga kaya magic com — sehingga tidak disukai oleh laki-laki pada seumurannya. Ia sering bolos karena manggung, sampai-sampai dikasih nilai jelek di raport padahal presentasi di kelas bagus. Bahkan dirinya pun pernah di sindir terang-terangan oleh gurunya di kelas. Pikirannya terlalu luas untuk bisa bergaul dengan teman-teman sebayanya: Ia pernah ngobrol tentang musik ke temannya, tapi Salma tahu terlalu banyak yang membuat temannya kagok ngomong sama dia.

Aku ingat dirinya curhat kepadaku: “Kenapa ya orang-orang gasuka gue, padahal gue gapernah do something bad?” Saking seringnya pertanyaan ini dibenaknya, mungkin inilah alasan kenapa salma memutuskan untuk menggunakan gaya pop-rock tahun 90 an dengan gaya lirik frontalnya: sedih, tp ga keliatan sedih — sebuah distorsi. Ini dia banget, secara personal dia liar, tapi hatinya kaya hello kitty, melankolis. Salma disini bilang ke aku: “Gue gapengen pendengar gue sedih mulu, ya biarpun sedih tapi bisa joget Tej,” katanya.

Salma selalu menyebut Alanis pada saat aku berbicara tentang musik dengannya. Bahkan, ketika ngomong tentang EP-nya pas sebelum rilis, musisi pertama yang ia suruh aku dengerin adalah Alanis. Alanis Morissette menurutku memang terdengar ironis sekali: liriknya tentang diselingkuhi “i’m sure she’d make an excellent mother” diiringi dengan instrumen rock yang ngebuat aku tiba-tiba jadi emak habis cerai sama suami brengsek, tapi sambil nyebat pake mobil yang atapnya bisa kebuka.

Inilah yang aku benar-benar rasakan pada saat dengerin “Where Do I Stand”: aku ngerasa sedih banget (aku relate soalnya) pas fokus denger liriknya yang bilang “Where do i stand? When I don’t know who I am/I did what they asked till I forgot my plan.” Tapi pas kupingku noleh ke instrumennya, malah pengen moshing kaya abang-abangan di SMA-ku pas dengerin lagunya Oasis yang judulnya “Wonderwall”.

Jujur, gasabar denger lagu-lagu Salma dimasa depan. Apalagi, nantinya dia semakin mature baik secara artistik dan juga personal. Sama kaya Olivia Rodrigo di lagunya yang berjudul “The Cure” yang menurutku konsepnya rich, dan juga secara pesan membuatku sadar kalau nyari pacar could never stitch me up.


메타데이터
post_id
e0a468d7fa76
slug
where-do-i-stand-aku-mencoba-berubah-ujung-ujungnya-aku-gaada-di-mana-mana-e0a468d7fa76
url
https://medium.com/@MiquellaPlath/where-do-i-stand-aku-mencoba-berubah-ujung-ujungnya-aku-gaada-di-mana-mana-e0a468d7fa76
canonical_url
https://medium.com/@MiquellaPlath/where-do-i-stand-aku-mencoba-berubah-ujung-ujungnya-aku-gaada-di-mana-mana-e0a468d7fa76
author_url
https://medium.com/@MiquellaPlath
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30