← Back to list

MPU PRAPANCA ADALAH AGEN PROPAGANDA & BUZZER MAJAPAHIT?

Mungkin kita sering dengar tentang kitab Desawarnana atau Nagara krtagama. Nah, kitab itu ditulis oleh Mpu Prapanca, dan jadi salah satu…

Ari Tri Winarno (Ary senpai) · 2025-09-12 08:42 · 0 claps · 2.1 min read
#sejarah-nusantara #nusantara #nusantara-banget
Open on Medium ↗

MPU PRAPANCA ADALAH AGEN PROPAGANDA & BUZZER MAJAPAHIT?

Mungkin kita sering dengar tentang kitab Desawarnana atau Nagara krtagama. Nah, kitab itu ditulis oleh Mpu Prapanca, dan jadi salah satu sumber primer untuk mengetahui Majapahit. Banyak yang bilang Mpu Prapanca adalah agen propaganda Majapahit atau Buzzer bayaran yang tugasnya membagus-baguskan Majapahit.

Namun faktanya tidak demikian….

Lho kok iso?

Nama Prapanca sebenarnya bukan nama asli, melainkan nama samaran. Prapanca sendiri dapat diartikan sebagai pra lima. Prapanca juga bisa diartikan sebagai kesedihan atau rintangan untuk menjalankan laku. Meski begitu secara populer Prapanca bisa berarti “lima kekurangan”.

Menurut sejarawan Slamet Muljana nama asli Prapanca adalah Dang Acarya Nadendra.

Ayahnya dulu pejabat agama Buddha di Majapahit. Setelah ayahnya tidak menjabat, Nadendra menggantikan posisi itu. Sejak muda ia memang pengen banget ikut Raja Hayam Wuruk keliling negeri. Dan bener, ia akhirnya bisa ikut rombongan raja berkeliling negeri, kelak petualangan ini akan ditulis dalam Kitab Desawarnana (Uraian tentang desa-desa).

Sayangnya, ia nggak bertahan lama jadi pejabat di Ibu kota. Ada dugaan ia kena fitnah atau konflik dengan oknum bangsawan jika melihat pada dugaan dari Sejarawan Slamet Mulyana. Ada juga tafsiran kalau ia patah hati karena cintanya ditolak oleh putri bangsawan jika kita melihat ke Desawarnana saduran mien Ahmad Rifai. Coba nih kita cek di bagian penutup sadurannya Mien Ahmad Rifai.

Bagian penutup Desawarnana yang disadur oleh Mien Ahmad Rifai

Bagian penutup Desawarnana yang disadur oleh Mien Ahmad Rifai

Akhirnya, ia meninggalkan istana dan memilih hidup menyepi di sebuah desa bernama Kamalasana, yang diperkirakan ada di daerah Karangasem, Bali. Meski begitu hal ini masih dipertimbangkan para ahli, karena kamalasana ini berarti tempat duduk Teratai, dan dulu para pendeta memiliki tempat duduk berbentuk Teratai.

Di tempat yang jauh dari ibu kota Majapahit, dalam kesunyian dan kesendirian ia menulis banyak karya. Yang paling terkenal tentu saja Desawarnana alias Nagarakretagama. Isinya seru banget, menceritakan blusukan Raja Hayam Wuruk, kehidupan sehari-hari di Majapahit, sampai daftar daerah-daerah kekuasaannya.

Beratus tahun setelah Majapahit runtuh, seolah tidak ada jejaknya. Pada tahun 1894, saat Puri Cakranagara Lombok diserbu oleh Belanda. Brandes seorang ilmuwan dari belanda berhasil menyelamatkan kitab ini. Kemudian tahun 1978 , 4naskah Desawarnana juga ditemukan di Bali.

Buat kita, kitab Desawarnana itu penting banget. Dari situ kita bisa tahu betapa hebatnya Majapahit, hingga akar budaya Jawa seperti tradisi nyadran dan kirim doa untuk arwah.

Jadi Mpu Prapanca ini bukan agen Propaganda, Mpu Prapanca aja menulis kitab Desawarnana jauh dari ibu kota alias sudah enggak menjabat lagi sebagai pejabat ibu kota, tentunya tulisan mpu prapanca ini berdasarkan kesaksiannya saat era kejayaan majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk.

Source :

Rifai, Mien Ahmad. (2017). Desawarnana (saduran kakawin nagarakertagama untuk bacaan remaja). Jakarta: Komunitas Bambu

Riana, I Ketut. (2009). Kakawin Desa Warnnana Uthawi : Negara Krtagama : Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Penerbit Kompas.

Muljana, Prof. Dr. Slamet. (2006). Nagara Kretagama ; Tafsir Sejarah. Yogyakarta: LKiS.


메타데이터
post_id
e0b46f3d8e53
slug
mpu-prapanca-adalah-agen-propaganda-buzzer-majapahit-e0b46f3d8e53
url
https://medium.com/@arysenpai21/mpu-prapanca-adalah-agen-propaganda-buzzer-majapahit-e0b46f3d8e53
canonical_url
https://medium.com/@arysenpai21/mpu-prapanca-adalah-agen-propaganda-buzzer-majapahit-e0b46f3d8e53
author_url
https://medium.com/@arysenpai21
status
ok
fetched_at
2026-08-02 07:06:13