← Back to list

Kerja Sama IOM dan UNHCR dalam membantu Pengungsi Afghanistan

Karya: Nohan Rembulan Wahyu Wandira — Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga —  072011233044

Nohan Rembulan · 2023-03-27 17:55 · 0 claps · 5.1 min read
#rezim-internasional #pengungsi #afghanistan-refugee #unhcr #iom
Open on Medium ↗
Wiki topics: 📢 · Social Issues

Kerja Sama IOM dan UNHCR dalam membantu Pengungsi Afghanistan

Karya: Nohan Rembulan Wahyu Wandira — Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga — 072011233044

Konflik Internal Afghanistan

Salah satu ekstensi Perang Dingin terlihat dari Proxy War yang ada di Afghanistan, dimulai dengan keberadaan Uni Soviet di Tahun 1979 yang berusaha untuk mempengaruhi perang saudara dan mempertahankan posisinya di waktu yang bersamaan. Kremlin menganggap bahwa upaya ini merupakan langkah yang baik bagi Uni Soviet untuk menyebarkan memperkuat posisinya serta berusaha untuk membentuk Pemerintahan Afghanistan yang sosialis. Amerika Serikat dan sekutu Eropanya, dipandu oleh doktrin penahanan mereka sendiri, mengkritik tajam langkah Soviet ke Afghanistan dan merancang berbagai langkah untuk memaksa Moskow mundur (Office of Historian, 2023). Tidak lama kemudian, Afghanistan menjadi tempat perang antara dua kekuatan tersebut, kondisi ini memperburuk kondisi keamanan dan politiknya yang sudah tidak stabil dari awal. Uni Soviet telah memberikan bantuan militer kepada Afghanistan sejak 1973 dan membantu Mohammed Daoud untuk melakukan kudeta militer untuk melawan Raja Zahir (Office of Historian, 2032). Kondisi ini semakin memburuk ketika Democratic Party of Afghanistan terpecah (menjadi the Pharchamists dan Khalqis) yang menyebabkan Daoud beralih ke AS sebagai aliansi. Selanjutnya, politik domestik Afghanistan melalui perubahan dramatis yang memperburuk stabilitas negaranya, apalagi dengan keterlibatan dua kekuatan besar dengan kepentingannya masing-masing.

Kondisi tersebut berlanjut pada penetapan Taliban dan Al-Qaeda sebagai teroris oleh Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) di tahun 1999, Security Council menetapkan Resolusi 1267 yang mencakup pemberian sanksi untuk membatasi mereka. Konflik internal antara kedua kelompok tersebut, ditambah dengan War on Terror oleh AS pasca kejadian 9 September 2001, serta kekerasan yang mengikuti pergantian kepemimpinan memaksa berjuta-juta orang Afghanistan untuk meninggalkan negaranya. 28,3 juta warga Afghanistan, dua pertiga dari populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan dan perlindungan karena krisis kemanusiaan yang parah di Afghanistan terus memburuk (UNHCR, 2023). Merujuk pada dewasa ini, ada faktor-faktor tersebut menimbulkan kemiskinan dan perkembangan sumber daya manusia yang rendah, terlebih dengan adanya faktor lain yang semakin mengharuskan mereka untuk pindah seperti pandemi Covid-19 dan bencana alam. Seperti yang kita ketahui, The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) merupakan agensi PBB yang menangani pengungsi, dan International Organization for Migration (IOM) adalah rezim internasional yang menangani migrasi. Kasus pengungsi di Afghanistan merupakan ranah dari UNHCR, tetapi mengapa IOM turut serta dalam membantu pengsungsi Afghanistan dan bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk membantu penyelesaian masalah?

Kolaborasi UNHCR dan IOM dalam membantu pengungsi Afghanistan

Pengungsi dan migran memiliki definisi legal yang berbeda, pengungsi adalah orang yang melarikan diri dari negaranya sendiri karena berisiko mengalami pelanggaran HAM berat dan penganiayaan di sana, mereka memiliki hak atas perlindungan internasional (Amnesty, 2022). Sedangkan migran merupakan orang yang keluar dari negara asalnya karena alasan pribadi atau adanya faktor eksternal yang terjadi di negara asalnya. UNHCR dan IOM memiliki mandat dan area fokus yang berbeda, perbedaan utamanya ditujukan pada fokus utama IOM berupa pengelolaan migrasi, termasuk membantu pemerintah dalam mengelola migrasi dan memberikan layanan kepada para migran, seperti penilaian kesehatan, transportasi, dan bantuan pemukiman kembali (UN, 2023). IOM tidak memiliki kewenangan untuk melakukan Identifikasi dan usulkan pengungsi untuk dipertimbangkan ke negara pemukiman kembali yang potensial. Sebaliknya, UNHCR berfokus pada perlindungan pengungsi dan pencari suaka, memberikan bantuan kepada mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena konflik, penganiayaan, atau faktor lainnya (UN, 2023). Akan tetapi, mereka memiliki tugas yang hampir sama dan terkadang tumpang tindih antara satu sama lain, UNHCR lebih fokus pada perlindungan pengungsi dan IOM mengatur migrasi serta mengorganisir perpindahan pengungsi sesuai dengan mandat negara anggotanya. Oleh karena itu, collaborative program di antara keduanya sering terjadi, termasuk dalam menangani pengungsi Afghanistan.

Terkadang ada kesalahpahaman mengenai tugas mereka yang mana keduanya merasa memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi berdasarkan mandatnya. Akan tetapi, keduanya melakukan kerja sama dalam menangani pengungsi Afghanistan di tahun 2017, sebelumnya mereka bekerja secara terpisah sejak 2002. IOM membantu pengungsi Afghanistan untuk kembali ke kampung halaman, menyediakan pelatihan, meminimalisir penculikan, dan lain sebagainya. UNHCR juga melakukan hal yang serupa, menyediakan food and health supplies, serta dukungan penyelamatan dengan bertahan di Afghanistan selama serangan Taliban. Kementerian Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan mengkoordinasikan penyediaan bantuan kemanusiaan pasca kedatangan dan reintegrasi dengan UNHCR dan IOM, UNHCR mengoordinasikan upaya untuk membantu mengembalikan pengungsi yang terdaftar, sementara IOM mengkoordinasikan bantuan untuk para pengungsi yang kembali tanpa dokumen (IOM, 2019). Keduanya secara aktif memberikan kabar terbaru mengenai pengungsi Afghanistan melalui website dan platform media sosialnya, upaya ini dapat dijadikan momen untuk memberikan suara kepada mereka. Terlebih, dengan bantuan dari NGOs melalui campaign-nya untuk kepentingan para pengungsi Afghanistan. Kedua organisasi telah lebih meningkatkan kerja sama mereka di Afghanistan dengan penandatanganan Perjanjian Berbagi Data pada Juni 2019, dan menjajaki potensi lokasi bersama fasilitas pengembalian di provinsi Kandahar (IOM, 2019). Hingga saat ini, mereka sedang berusaha untuk mengembalikan para pengungsi Afghanistan ke kampung halamannya melalui mekanisme yang berkelanjutan serta membantu mereka yang keluar dari Afghanistan menuju beberapa negara lainnya.

Integrasi dari kedua organisasi internasional ini memberikan kontribusi yang besar dengan melengkapi kekurangan satu sama lain, sehingga lebih efektif dalam mengembalikan pengungsi Afghanistan ke negara asalnya, meskipun terdapat blurred line dalam pembagian tugas mereka. Jumlah pengungsi di host country sangat tinggi, sehingga upaya pengembalian juga tidak sepadan dengan jumlah pengungsi yang keluar dari Afghanistan menuju beberapa negara lain sebagai respon dari instabilitas politik, ekonomi, dan sosial di negaranya. Maka, keduanya juga meluncurkan joint Humanitarian Response Plan (HRP), persyaratan keuangan IOM di bawah HRP bersama untuk Afghanistan pada tahun 2022 berjumlah USD 380,9 juta, menargetkan 3,2 juta di antara orang-orang yang paling rentan termasuk mereka yang sedang dalam perjalanan (IOM, 2023). Program ini juga melibatkan pihak lain seperti Non-governmental Organizations (NGO) yang membawahi beberapa bidang seperti pendidikan, makanan, kesehatan, dan lain sebagainya. Upaya semua pihak juga mendapatkan tantangan lebih lanjut ketika terdapat restrictions baru bagi para perempuan, hal ini menghambat proses penerimaan pendidikan, aliran bantuan dari NGOs, IOM, dan UNHCR, serta hak kebebasan. Meskipun demikian, situasi yang sedang berlangsung di Afghanistan terus membatasi kemampuan dan kemauan warga Afghanistan untuk kembali (disorot dalam Catatan Panduan UNHCR tentang Kebutuhan Perlindungan Internasional Orang yang Melarikan Diri dari Afghanistan, diperbarui pada Februari 2023), dan jumlah warga Afghanistan yang ditampung di negara-negara tetangga adalah diperkirakan tidak akan berubah secara signifikan pada tahun 2023 (OCHA, 2023).

Kesimpulan

Dengan begitu, kendati memiliki mandat dan area fokus yang berbeda, UNHCR dan IOM mampu melakukan kolaborasi untuk mencapai kepentingan bersama. Apalagi seringkali tugas mereka saling tumpang tindih dengan masing-masing pihak merasa memiliki kewenangan untuk menyelesaikan suatu kasus. Konflik berkepanjangan di Afghanistan memaksa banyak dari warganya harus pindah ke negara lain, terlebih dengan perebutan kekuasaan serta keterlibatan aktor negara lain yang juga membawa kepentingan. Kesejahteraan dan keamanan dari para pengungsi Afghanistan menjadi tanggung jawab UNHCR, yang telah membantu jutaan pengungsi sejak tahun 2002. Meskipun mandatnya menekankan pada pengawasan migrasi serta migran, tetapi IOM juga bertanggung jawab dalam perpindahan pengungsi, sehingga sejak tahun yang sama juga telah membantu pengungsi Afghanistan. Kerja sama antara keduanya sejak tahun 2017 bersama dengan Pemerintahan Afghanistan meningkatkan efisiensi dalam upaya perlindungan para pengungsi, baik yang akan kembali maupun meninggalkan Afghanistan. Kerja sama ini juga direalisasikan lebih lanjut melalui HRP dengan dana yang besar serta keterlibatan NGOs, walaupun hal ini cukup terhambat dengan adanya peraturan yang mengurangi kebebasan perempuan di Afghanistan serta aliran bantuan dari pihak yang terlibat. IOM, UNHCR, dan banyak NGOs secara aktif menggunakan media untuk menyampaikan informasi terbaru tentang pengungsi Afghanistan, upaya ini menunjukan signifikansi media untuk memberikan suara kepada para pengungsi Afghanistan.

Referensi:

Amnesty. (2023). Refugees, Asylum Seeker, and Migrants. https://www.amnesty.org/en/what-we-do/refugees-asylum-seekers-and-migrants/

IOM. (2019, Juni 28). IOM, UNHCR Continue to Collaborate on Sustainable Return and Reintegration in Afghanistan. https://www.iom.int/es/node/100812

IOM. (2023). Afghanistan: IOM Response 2021–2023. https://www.iom.int/afghanistan-iom-response-2021-2023

OCHA. (2023, Maret 9). Afghanistan Situation Regional Refugee Response Plan (RRP) January-December 2023. https://reliefweb.int/report/pakistan/afghanistan-situation-regional-refugee-response-plan-rrp-january-december-2023

Office of the Historian. (2023). The Soviet Invasion of Afghanistan and the U.S. Response, 1978–1980. https://history.state.gov/milestones/1977-1980/soviet-invasion-afghanistan

UN Channel. (2023). What is the Difference between UNHCR and IOM?. http://unchannel.org/qa/question/detail/what-is-the-difference-between-iom-and-unhcr

UNHCR. (2023). Afghanistan Humanitarian Crisis. https://www.unrefugees.org/emergencies/afghanistan/

UNHCR. (2023). Memorandum of Understanding between the United Nations High Commissioner for Refugees and the International Organization for Migration. https://www.unhcr.org/4aa7a3ed9.pdf


메타데이터
post_id
e1a1f8aaf86d
slug
kerja-sama-iom-dan-unhcr-dalam-membantu-pengungsi-afghanistan-e1a1f8aaf86d
url
https://medium.com/@myouthful13/kerja-sama-iom-dan-unhcr-dalam-membantu-pengungsi-afghanistan-e1a1f8aaf86d
canonical_url
https://medium.com/@myouthful13/kerja-sama-iom-dan-unhcr-dalam-membantu-pengungsi-afghanistan-e1a1f8aaf86d
author_url
https://medium.com/@myouthful13
status
ok
fetched_at
2026-07-25 23:29:14