Berkereta ke Italia Utara
kereta Trenitalia kami terjadwal pukul 09:20, namun sampai jam 09:25 belum ada tanda-tanda di board kereta akan ada di platform mana…
Berkereta ke Italia Utara
kereta Trenitalia kami terjadwal pukul 09:20, namun sampai jam 09:25 belum ada tanda-tanda di board kereta akan ada di platform mana, orang-orang italia mirip negara kita, tidak ada antrian menuju platform, semua tampak tergesa-gesa di Termini station, stasiun terbesar di kota ini.

Termini crowd
ternyata kereta kami menuju Milano di italia utara terlambat 30 menit lebih, Kereta kami adalah Jenis FRECCIAROSSA 9620 dengan kelas Super Economy- STANDARD, kereta super cepat Italia gerbong dan seatnya luas, bersih dan bagus, jadi kelas ekonomi pun sudah cukup nyaman sekali.
karena terbiasa bungkus makanan, kami pun bungkus burger dan kentang, dan kami makan seperti biasa di kereta, tengok kanan kiri tidak ada yang makan di kereta, wah kami jadi malu, semua nampak sibuk di depan gadget atau membaca majalah dan koran.
saya juga mencoba memesan kopi di Gerbong Restoran, secangkir expresso seharga 2 Euro, cukup nyaman nongkrong disini sembari dalam perjalanan dari Roma ke Milan yang ditempuh selama 3 Jam. selain kopi tersedia juga snack, sandwich dan kentang goreng.

Resto Train

a cup of coffee
tepat tengah hari kami tiba di Milano, stasiun Centrale ini juga cukup besar dan megah, sesampai disana kami langsung menuju ke counter kereta Italo untuk go show tiket PP ke Venice esok hari. Kami begitu beruntung dapat diskon sangat murah untuk kelas Club Executive dengan ruangan khusus di kereta plus akses ke Lounge.

stasiun Milano Centrale
karena laper, kami langsung menuju ke restoran yang ada di sebelum gate keluar, namun lupa nama restorannya, yg pasti Istri jadi nemu Lasagna asli italy yang enak plus pizza tipis kering ( tipker) ya lumayan lah, tapi lebih enak domino sini sih menurutku.

lasagna asli italia
setelah kami kenyang, kami lanjut mencari hotel, pas keluar stasiun harus berhati-hati karena banyak orang berpura-pura jadi official porter dan narik-narik kita, macem-macem gayanya dengan mengatakan hotel kita jauh, jadi harus kasih tips lebih dari 20 euro, dan kalau kita pergi dia ngasih harga turun jadi 10 euro, aneh banget. eh ketika ada Polisi lewat, dia kabur, wah scam banget, untung kami cuek aja.
kami menginap di hotel Flora, sekitar 1 km dari Stasiun Central, sebuah hotel tua dengan resepsionis yang jarang senyum, lift juga sempit sekali, namun WIFI nya kenceng banget, walau mesti minta ke resepsionis dan ditulis di kertas. Kamar benar-benar jadul, ada pemanas ruangan jadul plus terpisah dan yang bikin kami kaget ternyata ada bidet khusus buat cebok teroisah dari toilet duduk, mirip banget di Jepang.
Suhu udara Milan jauh lebih dingin daripada Roma, hampir mirip dengan cuaca di kota Paris, tujuan pertama kami adalah catedral Duomo yang terkenal.

Duomo
Katedral Duomo adalah landmark paling ramai di kota Milan, banyak orang datang kesini untuk berfoto dan naik di katedral besar ini, plus juga berfoto dengan burung-burung merpati yang ada disini.

namun kita harus hati-hati dan waspada, terutama untuk menjaga barang bawaan kita, karena di tempat ini banyak copet. hindari juga orang yang menawarkan gelang persahabatan, menawarkan foto dengan merpati atau menawarkan biji jagung makanan burung dengan harga mahal yang gak bisa ditawar.
suhu dingin menusuk kulit, kami segera menghangatkan diri di Pusat Perbelanjaan terkenal disini yaitu Galleria Vittorio Emanuele II, yang ang terletak di Piazza Del Duomo, pas disamping Katedral. Istri saya senang sekali karena barang inceran nya ternyata available disini.

Galleria Vittorio Emanuele II
Galleria Vittorio Emanuele II megah dan bangunannya sangat artistik, apalagi ditambah dengan atap kubah kaca dan gerbang masuk pertokoan yang instragamable, menambah kesan yang luar biasa keren bagi Milano kota Mode dengan jejeran toko-toko brand fashion kelas dunia.

gerbang

polisi italia yang keren
gaya modis orang-orang italia, diikuti juga dengan gaya berpakaian polisi-polisi italia yang keren, apalagi ditambah rupa mereka yang gagah dan cantik.
setelah berkeliling, kami pun kelaparan, kami segera menuju ke KFC Duomo yang berada di seberang piazza, dingin-dingin paling enak menyantap ayam goreng kriuk.
setelah kenyang, kami berjalan kembali ke pusat pertokoan untuk berburu diskon awal tahun. tidak lupa melihat keindahan malam kota milan dan mode transportasi tram mereka yang klasik

trem di milano

ada juga yang modern
malam hari sudah tiba, kami harus bersiap kembali ke metro station trus ke hotel untuk istirahat, karena besok pagi-pagi kami harus pergi ke Venice.

Duomo Metro
메타데이터
- post_id
- e1a93c987edd
- slug
- berkereta-ke-italia-utara-e1a93c987edd
- url
- https://medium.com/@decynug/berkereta-ke-italia-utara-e1a93c987edd
- canonical_url
- https://medium.com/@decynug/berkereta-ke-italia-utara-e1a93c987edd
- author_url
- https://medium.com/@decynug
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01