← Back to list

Why….

Cw/kissing/mature

Hanaverse · 2023-12-01 16:50 · 0 claps · 12.1 min read
#bxb #jikyu #kim-junkyu #jihoon
Open on Medium ↗

Edit by Canva. Pict from Pinterest.

Edit by Canva. Pict from Pinterest.

Why….

Cw/kissing/mature

Pria dewasa dengan setelan hoodie gelap tampak baru saja keluar dari lift tempat dimana lantai tujuannya berada; lantai dasar.

Kakinya harus melangkah beberapa tapak dahulu, barulah ia bisa melihat eksistensi junkyu yang kini tengah duduk bersandar di salah satu tiang lobby sembari meluruskan kakinya. Membuat jihoon tersenyum dan melakukan gelengan kepala beberapa kali lantas menambah tempo kecepatan langkah nya.

Junkyu di buat mendongak, lalu menoleh kebelakang saat dirasanya sebuah usakan pelan di kepala. Bibirnya melengkung ke bawah dengan binar mata yang memelas.

“Hoon…”

“kok manager lo nggak anter sampe atas?”

“gua yang minta, soalnya dia capek juga. Tadi juga kaki gua biasa aja, eh taunya tiba-tiba kram”

Jihoon kini sudah berjongkok di hadapan junkyu seraya tersenyum manis. Tangannya sibuk merapikan poni lawannya yang kerap kali menghalangi iris menawan sang empu.

“Oke, sekarang Lo rangkul gue ya?”

Yang ditanyai hanya mengangguk pasrah. Sebelah lengannya di tarik pelan dan di arahkan untuk bertopang pada bahu kokoh miliknya. Kemudian keduanya berdiri dengan hati-hati.

“sakit nggak kalo ngelangkah?” tak ada jawaban, melainkan sosok Junkyu yang kini tengah menggerakkan kakinya ke depan, namun hal itu berhasil membuatnya meringis tak karuan. “Akh — K-kayaknya kalo melangkah nggak bisa Hoon, kaku banget ini”

Jihoon kembali tersenyum. Kemudian menoleh ke sembarang arah beberapa kali seolah meneliti sesuatu pada suasana yang untungnya sepi lantaran tengah malam. Setelah itu, tanpa perlu berkompromi dengan junkyu, ia dengan gesit membawa tubuh temannya itu kedalam gendongan koala, melonjakkan tubuh junkyu beberapa kali agar memastikan posisinya nyaman. “Huh!?, Hoon!” Junkyu memekik tertahan seraya mengeratkan pelukannya pada pundak jihoon. Tak lupa ia tambah mengeratkan lingkaran kakinya pula di pinggang sahabatnya itu.

“Hoon, gua berat kan?. Ini gua bawa ransel loh”

“iya, ntar di lift turun bentar terus gendong lagi kalo udah sampe unit kita” jawab jihoon santai seraya melangkah menuju pintu lift berada. Junkyu dapat merasakan hembusan nafas berat jihoon menyapu perpotongan leher bagian depannya lantaran kelelahan.

Syukurlah karena akhirnya sekarang mereka sudah memasuki lift, Sehingga jihoon dapat kembali menurunkannya disertai kehati-hatian.

Dengan tetap melingkarkan tangannya di bahu kokoh jihoon, junkyu berikan senyum yang kini berhasil membuat kedua pipi temannya itu bersemburat merah. “Makasih ya hoonie”

Mungkin Karna saking malunya jihoon sekarang. Ia hanya bisa membalas perkataan junkyu dengan senyum tipis yang canggung. Padahal sebenarnya ia ingin berteriak sekarang juga. Mengapa junkyunya tampak lebih manis padahal hanya dua Minggu tak bersua?.

Dada jihoon semakin ribut lagi tatkala junkyu beralih memeluknya. Kepala junkyu terasa bersandar dan mendusal sebentar di bahu sebelahnya. Lantas ia juga balas memeluk erat sang lawan. “Capek, numpang bersandar”

“hmm”

“ih kangen anjir gua” lanjut junkyu lagi. Ia memukul pelan bahu jihoon. Sedangkan jihoon di buat tertawa lepas lantaran sangat senang mendengar pengakuan junkyu. Ia akhirnya bergerak mengeratkan pelukannya, kedua matanya terpejam sedangkan hidungnya menghirup aroma yang dua Minggu ini tak mengisi harinya.

Beberapa menit sudah mereka lewati dengan pelukan hangat dan mendebarkan, sampai akhirnya lift yang mereka naiki telah berhenti.

Jihoon kembali menggendong junkyu seperti semula sembari menunggu pintu lift terbuka sempurna.

chup!’ — “ ayo jalaaaaaan” Hampir saja jihoon kembali menjatuhkan tubuh junkyu lantaran ia kaget bukan main. Pipinya baru saja menerima ciuman basah dari junkyu.

Jihoon tersenyum malu, yang mana membuat junkyu terkikik beberapa kali. “Jun, Lo tuh yaaa” gumam jihoon seraya menekan kata-kata nya tanpa mengurangi senyum. “Gemes banget mukanya merah” goda junkyu tanpa dosa. Ia di buat tertawa lepas.

Kini mereka sudah berada setengah jalan menuju pintu apartemennya. Dan junkyu dengan jahil tetap lanjut mengecupi pipi jihoon yang semakin memerah.

Saat ini tampak jihoon yang tengah duduk di pinggiran kasur milik junkyu seraya memainkan ponselnya. Sedangkan sang empu kamar tersebut tidak tampak eksistensi nya sejak beberapa menit lalu lantaran berada di kamar mandi.

Hingga beberapa saat kemudian, jihoon sontak dibuat berdiri cepat dan agak berlari ke arah sosok yang kini baru saja keluar dari bilik kecil di kamar tersebut. “Kyu! Bilang kek kalo udah selesai” jihoon berujar khawatir dengan nada akhir yang memelan. Kini ia memegangi bahu junkyu yang berlapis bathrobe putih miliknya. Sedangkan junkyu sendiri hanya mengerjapkan mata dengan aura yang polos.

“udah ngga kram kok. Kan udah berendam air anget ini. Thanks ya Hoon udah di siapin tadi” junkyu tersenyum manis. Membuat jihoon menghela nafas lega. “Hhh — glad to hear that. Itu baju lo udah gua siapin.” tunjuk jihoon kearah kasur.

Keduanya berjalan beriringan menuju pinggiran kasur king size yang tertata rapi dengan nuansa biru langit.

Jihoon sendiri kembali duduk di bibir kasur tersebut seraya bersila tangan. Matanya tak lepas memandangi sosok yang kini tampak segar dengan hanya mengenakan bathrobe nya.

Sedangkan Junkyu beralih sibuk menggaruk tengkuknya yang tak gatal. mata bulatnya melirik jihoon beberapa kali. Mulutnya tampak ingin berbicara namun ragu.

“Hoon?”

“ya?”

“gua mau ganti baju~”

“ya, just do it?”

“Ya ngapain lu masih di sini?”

“loh emang kenapa?”

“gua malu lah anjir!” Junkyu menghentak kaki seraya mengibaskan pakaiannya ke tubuh jihoon. Membuat lelaki bermata Boba itu tertawa lebar saat ini. “Ngapain malu anjir.”

“ih Hoon sanaaaa” meskipun sulit menahan senyumnya, junkyu tetap bersikukuh menarik lengan jihoon agar lelaki itu beranjak untuk diusir keluar dari kamarnya.

“tapi gua mau tidur sini kyuuuu” kata jihoon dengan nada yang merengek pula.

“ya nanti lu masuk lagi ah”

“mageeer, janji deh gua ngga bakal nengok, nih gua tutup!” jihoon beralih membaringkan tubuhnya dengan kedua lengan yang ia taruh di muka, sehingga di pastikan wajahnya tertutup.

“beneran ya! Awas Lo! — hoon! Mata lu merem jugaa!”

“Iyaaa, bawel bener kayak anak gadis.”

Perlahan junkyu mulai membuka bathrobe bagian atasnya, membuat pundak mulusnya terekspos sampai area dada. Matanya terus melirik ke arah jihoon yang kini tampak tenang menutupi area wajahnya sendiri. Ia kemudian meraih kaos yang tadi sudah tergeletak di kasur. Pergerakannya gesit dan tetap melirik was-was ke arah temannya itu.

“HOOON! ANJING LU! — GUA TAHU YA LU NGINTIP!” Teriaknya tiba-tiba saat menangkap pergerakan jihoon barusan. Ia kini menyilangkan tangan di depan dada karena malu.

“kagaaak astaga hahahahah”

“bohong!”

“udah cepet pake baju lo! Lama amat”

“KOK LO TAHU ATAS GUA MASIH MBUKA! NGINTIP KAN LU!” sambil ia berteriak, tangannya juga sibuk memasukkan kaosnya ke kepala dengan terburu-buru, disertai nafas yangikut memburu. Entah kenapa ia benar-benar malu, padahal mereka sama-sama lelaki bukan?.

“CEPET selesein atau gua yang pakein!” Jihoon seakan sengaja membuat temannya itu semakin panik dengan bergerak seolah ingin bangkit.

“gaaaak! Jangan gerak lu! Jangan gerak! — HOON! JANGAN GERAK!” cepat-cepat junkyu beralih mengenakan pakaian bawahnya. Ia melompat-lompat kecil karena was-was dan panik. Sebenarnya tawanya semakin lepas namun di sertai dengan nada yang merengek, Membuat jihoon malah semakin gencar menggodanya.

“astaga gua harus jadi patung kah?” gurau jihoon meskipun sebenarnya ia sudah mencuri-curi pandang ke arah temannya itu sejak tadi. Hihihi.

Anjir mulus banget badannya FAK!.

‘Aaaaah!’ helaan nafas terdengar begitu lembut di pendengaran jihoon tatkala junkyu sudah membaringkan diri di sebelahnya.

Lelaki manis itu sibuk sendiri menyamankan diri dengan menyusun bantal dan membenarkan selimut hingga menenggelamkan tubuh yang beraroma jeruk. Terakhir ia bergerak membelakangi jihoon dengan mata terpejam.

Hal tersebut tentu membuat jihoon kesal. Berkali-kali ia menghela nafas kasar lantaran diabaikan oleh temannya itu. ‘hei jihoon-a? Who are you? Duh 🙄’

“Kyuuuu” kini pemuda park itu merengek dengan menarik-narik selimut tebal yang membalut di tubuh junkyu. Membuat sang empu melenguh kesal.

“apasih Hoon” junkyu sebenarnya tak bodoh untuk memahami apa yang jihoon inginkan saat ini. Namun ia tentu malu sehingga harus basa-basi dan pura-pura mengabaikannya. Sejujurnya, sejak tadi degup jantungnya itu kerap menemani menit-menit nya sampai jihoon memanggil.

“gua kangen anjir sama lu~” rengek jihoon lagi, meskipun sebenarnya terdengar cringe diantara keduanya.

“ya udah sih, kan gua udah disini” jawab yang lebih muda seraya makin menenggelamkan kepalanya kedalam selimut. Ia tersenyum malu seraya menggigiti bibir. Rasa geli seakan kupu-kupu berterbangan itu mulai menyeruak kedalam perut.

“ya gua mau peluk?”

“peluk ya tinggal peluk?”

“madep sini coba — heh, Kyu.”

Seolah memang menunggu perintah dari jihoon. Junkyu akhirnya muncul keluar dari dalam selimut. Ia berbalik ragu-ragu sampai akhirnya sudah bertatap mata dengan pria yang lebih tua. Tangan jihoon membentang sedangkan wajahnya tampak senang. Lalu kekehan nya pun keluar tatkala junkyu sudah masuk kedalam pelukannya.

Hidung junkyu menempel tepat pada perpotongan leher jihoon. Menghirup dalam aroma maskulin yang dimiliki sahabat se nadinya itu. Ia semakin mendusal kan wajah kala merasa bahwa tangan kekar jihoon tengah bergerak mengelusi kepala belakangnya. Pelukannya pun mengerat hingga terasa benar-benar rapat.

“Jangan tidur dulu kek” gumam jihoon.

“kenapa”

“ciuman dulu”

“ngantuk ih, dah mau jam satu” gumam junkyu lirih. Ia semakin menekan wajahnya karena menahan malu. Perkataan jihoon berhasil membuatnya salah tingkah.

Kyu?. Where are your face, I wanna kiss ur lips now” jihoon berusaha membuat wajah junkyu mendongak kearahnya, namun lelaki manis itu malah semakin menenggelamkan wajah. “So sleepy, duh

for real junkyu-ya~”

“makanya kalo mau cium tuh tinggal cium ga usah banyak omong apa banyak tanya, gua tuh maluuuuuu”

“hahah! Look at my eyes now, sweety”

Saat itu juga junkyu langsung mendongak, menampakkan kelopak matanya yang sayu disertai pipi yang merah. Kedua sisi wajahnya pun segera di tangkup oleh telapak tangan jihoon. Membuat kelopak mata cantik itu terpejam tatkala merasakan jempol tangan yang bergerak mengelusi area pipinya, Seolah menikmati apa yang jihoon perbuat.

“gue banyak nanya biar dapet izin dari lo. Biar gua nggak terkesan lancang, meskipun gua bakal tetep cium lo sih kalo lo nolak” ucap jihoon dengan nada tengilnya. Perkataan tersebut lantas dihadiahi pukulan pelan dari yang lebih muda.

Berawal dari kecupan-kecupan ringan. Hingga akhirnya kecupan tadi berubah menjadi lumatan lembut. Bibir jihoon tampak bergerak perlahan sehingga mendapat balasan dari lawannya.

Jemari junkyu meremat kain baju bagian belakang milik jihoon saat dirasa ciuman si Park semakin bertambah agresif. Kadang rematan tangannya berubah menjadi elusan di area punggung kekar jihoon, bergerak mengikuti tempo gerak dari bibir basah yang melumat kuat miliknya.

mmh~” lenguh kenikmatan mulai keluar melantun dari pita suara junkyu. Lelaki itu sejak tadi hanya terpejam. Lidah tembam nya kerap kali keluar demi menggapai ruang mulut jihoon yang hangat, seperti bayi yang baru lepas dari menyusu. Ah, betapa rindunya jihoon dengan rengek kenikmatan sahabatnya ini.

ahh, Hoonhh" junkyu kembali merengek saat tautan bibir mereka terlepas setelah berciuman lama. Sengaja jihoon lakukan agar dapat memandangi betapa cantik aura junkyu saat berada di bawah kuasanya.

Sweety” bisik Jihoon yang mana membuat junkyu tersipu. Namun setelah itu ia kembali meraup bilah bibir manis yang sudah agak membengkak dan mengkilat tadi.

Lidah junkyu terus saja keluar. Dan itu mempermudah jihoon untuk balas membelitkan lidahnya dan bertukar Saliva.

Hangh” Junkyu sendiri merasa pening, rasa manis mulut jihoon yang berusaha ia gapai dengan lidahnya berhasil membuat suhu panas tubuhnya naik. Tangan lentik nya bergerak naik perlahan untuk mengalungi leher yang lebih tua. Tampak amat gelisah, mengelus dan meremat area tengkuk pria yang kini sudah berubah posisi menjadi diatasnya.

junkyuhh” jihoon bergumam rendah saat kening mereka merapat. Saling pandang dalam jarak yang begitu sempit. Nafas hangat seakan sengaja saling lontar karna aromanya justru membuat mereka semakin bergairah.

how do you look more handsome than usual — dammit!” setelah mengucapkan pujiannya, tangan junkyu mendorong tengkuk jihoon kearahnya hingga bibir mereka kembali menyatu. Kali ini dirinya yang mendominasi ciuman dengan rakus, mengemut kuat bibir basah jihoon dengan desahan merdunya. Rambut belakang jihoon ia remat kuat saat mereka mulai saling gigit. Seolah rasa sakit itu tak memiliki pengaruh apa-apa. Sudah terkalahkan oleh rasa manis dan candunya ciuman mereka.

hngh” junkyu tiba-tiba mendesah tak karuan saat merasakan milik jihoon yang bergesekan dengan miliknya. Entah jihoon sadar atau tidak. Yang jelas aura jihoon malah semakin mendominasi dan panas. Tangan jihoon bergerak nakal memasuki kaos junkyu, meremat lembut tiap inci kulit hangat dan halus sang empu. Ia tambah menindihi pria di bawahnya. Bibir dan lidahnya pun membuat yang lebih muda menciut dan lemah, sehingga air liur keduanya bercampur dan mengalir bias ke dagu.

Semakin junkyu larut, semakin terbayang pula sosok jihoon di otaknya. Sosok yang sejak kecil menjadi teman hidupnya. Lalu beranjak dari remaja hingga dewasa seperti saat ini. Peristiwa itu seolah melintas bagai klip video. Hingga dimana mereka mulai merasa saling suka. Junkyu bagai melambung tinggi ke angkasa saat mengingat bagaimana jihoon mencuri ciuman pertama di bibirnya. Ia terus tersenyum dan mendesah. Apalagi saat merasakan area lehernya yang kini tengah menjadi sasaran lumatan dan jilatan pria di atasnya. “anh~ more~” gumamnya tanpa sadar karena sudah terbawa suasana. Ia berjengit sambil menggigiti bibir bawahnya. Perasaan nikmat dan geli menjalar ke satu titik saraf di area selatan keduanya.

Akan tetapi, kenyataan bahwa jihoon belum memacarinya itu berhasil membuyarkan semuanya secara tiba-tiba. Junkyu merasa moodnya turun, namun masih cukup untuk dibuat mendesah. Matanya melirik kearah jihoon yang sudah sepenuhnya di kuasai nafsu. Ia sesekali mendongak karena lehernya masih saja mendapat ciuman dan gigitan pelan. Telinganya pun dapat menangkap suara lenguhan samar yang keluar dari mulut jihoon.

Anhh~ I-is that so good, Jihoon? Mhh~” tanya junkyu yang kini menahan rasa gelinya. Ia usap lembut kepala jihoon. Sampai akhirnya perlakuan lelaki itu berhenti perlahan dengan diakhiri kecupan-kecupan yang merambat sampai ke wajah. Junkyu menangkup wajah sayu yang lebih tua. Suhu tubuh lelaki itu kontras memanas.

Jihoon hanya menurut saat junkyu mengajak tubuhnya untuk berbaring kembali. Mereka saling tatap. Junkyu terkekeh tengil kala memandangi kondisi jihoon yang bisa dibilang sedang berusaha menahan hasratnya.

Please~ kiss me again junkyu” jihoon memohon dengan mata sayu dan nafas yang berat.

i kiss you then” jawab junkyu, setelah itu mengabulkan permintaan yang lebih tua. Bibir mereka kembali bertaut mesra.

Namun kali ini berbeda. Jihoon dibuat mendesah dan memekik tertahan tatkala dirasakan tangan junkyu yang meremas miliknya dari balik celana. Ciuman mereka terlepas. Jihoon menatap innocent ke arah junkyu sekaligus bingung. “Anjir Hoon, tegang. Mana anget lagi” kata junkyu nakal dan semakin meremat kuat ereksinya seraya mengerjap lucu beberapa kali.

shh akhhh~ what are you doing now?. Lu sadar ga sih?” tanya jihoon penasaran. Meskipun sebenarnya ia menikmati betul pergerakan tangan junkyu yang semakin membuat ereksinya sempurna. Kini ia meremat pinggang junkyu sebagai bentuk pelampiasan.

Junkyu tak menjawab. Ia kembali menciumi jihoon. Tangannya pun masih mengelus area selatan sahabatnya itu. Mengurutnya dari atas kebawah hingga dirasakannya sebuah kedutan samar.

“Enak Hoon?” Junkyu murni bertanya karena penasaran. Pipinya bersemu merah. dirinya telah dikuasai oleh debaran jantung yang menggila ketika mengetahui bahwa ukuran jihoon yang melebihi standar. Ia takut bukan main, ketika milik jihoon semakin mengeras dan bangkit. namun ditutupinya dengan ekspresi yang polos.

ahh~ sure. Lu mau coba? Huh?” kembali jihoon raih dagu junkyu. Lalu menggapai labium basahnya. Desahan jihoon kian kontras seiring bibirnya melumat dan tangan junkyu masih bergerak di bawah sana.

Jihoon ingin membalas perbuatan junkyu. Kini tangan kekarnya bergerak pula ke area bawah. Ia ingin junkyu turut merasakan nikmatnya pula.

“Hoon” pergerakan jihoon terhenti tiba-tiba. Lantaran junkyu yang kini sudah mengambil start untuk menahan tangannya. Jemarinya ia telisik kan ke sela-sela jemari jihoon. Junkyu tersenyum sambil mengarahkan genggaman tangan keduanya keatas. Lalu diciumnya punggung tangan si pemuda park yang kini menatapnya heran dan agak kecewa.

“seenggaknya pacarin gua dulu kek” kata junkyu dengan bibir melengkung dan juga mata memelas.

Perkataan junkyu membuat jihoon tertegun. Bola matanya yang mengecil tak dapat menyembunyikan ekspresi terkejutnya.

“y-ya nggak sekarang~”

why? Lu suka gue, gue suka elu. Yaudah ayo pacaran”

Gua masih nyiapin sesuatu anjir, kyu’

“nggak sekarang ya junkyu~” jawab jihoon lembut, lalu balas mengecup punggung tangan yang lebih muda.

“ya kenapa? Apa alasannya. Masa kita hts?. Yaudah gini aja, gua yang nembak. Lo mau jadi pacar gua nggak?”

Jihoon terkekeh geli. Ia bergerak merengkuh tubuh si manis. Otomatis membuat selatannya yang masih ereksi bertemu dengan milik junkyu yang akhirnya tengah bergidik geli beberapa kali.

“ya Lo nggak papa anggap gua pacar, tapi kalo gua sendiri nggak sekarang ya Kyu?”

“jawaban macam apa itu? Bingungin. Lu masih ragu?. Atau lu nggak mau pacaran sama gua yaaaaa?” junkyu di sertai geraman dan rengekannya. Ia memukul-mukul pelan bahu jihoon. Sedangkan bibirnya maju beberapa senti dan hanya di tanggapi dengan kekehan lawannya.

nggak Kyu, gua maunya nikah anjir gak tau kenapa tiba-tiba kepikiran gini!’

“ish! Lo tuh nunggu apasih sebenernya hoon?. Ayoo pacaran!”

“cieee pengen banget pacaran?”

“nyebelin!”

“Ya terserah deh. Iya pacaran kita.”

“nggak iklas banget? Dahlah capek gua. Ngantuk mau bobo” Junkyu berbalik membelakangi jihoon dengan terus saja bergumam kesal. Mulutnya tak berhenti-henti untuk mengomel disertai decakan dan Omelan tak jelas. “Orang mau memperjelas status kok malah nggak mau. Ribet amat ck. Di ajak pacaran bilangnya terserah apaan?. Masa nggak mau nembak ih kesel. Katanya suka sama gua. Tapi gak jelas, aneh ni orang. Apa coba yang ada di otaknya?. Dia pikir gua gak malu apa ngajak pacaran tadi. Udah baik nih gua mulai. Bilangnya terserah? Dih?. Bilang aja kalo nggak suka tuh. Ya kalo nggak sekarang kapan coba? Bego nih orang. FAK kesel banget anjing” Begitulah rentetan ocehan junkyu yang diucapkannya dengan nada mencicit sembari memukuli kasur. Tentu saja jihoon dapat mendengar dengan jelas apa saja yang diutarakan lelaki manis itu sejak tadi. Dan kini lelaki itu sedang melepaskan tawanya.

Aih, lucu banget. Ya lagian gua kenapa si?’

“Kyu, kok lo tidur sih cantik?. Ini nasib gua gimana? Tanggung jawab dong. Gua udah tegang banget anjir”

“bodo amat. Emang lu siapa? Pacar juga bukan?”

“iya kita pacaran gua bilang”

“males dah badmood gua. Coli aja sana!”. Namun tiba-tiba ia malah merasakan pelukan jihoon dari belakang. Tubuhnya sontak meremang kaku lantaran kembali merasakan sesuatu milik si pemuda park yang merapat di area bokongnya seolah sengaja. “Hngh! Hoon ih, gua beneran capek. Tadi gua nyampe sini tengah malem loh” junkyu berbicara seraya berjengit beberapa kali sebab menerima kecupan di area tengkuk. Namun tak bohong bahwa sebenarnya ia memang kelelahan.

Can I kiss you once again, sweety?. My boyfriend, hm?”

Berakhir junkyu luluh oleh bujukan pria yang amat lembut berbisik di telinganya. Ia berbalik, lalu pasrah ketika bibirnya kembali dijamah. Toh, ia juga menikmatinya.

thank you and sorry, sweety, — chup~ Sleep tight” bisik jihoon setelah mengecup lama dahi junkyu. Membuat si manis tersenyum malu dan bergerak menaikkan selimutnya ke wajah.

Tetapi saat jihoon baru hendak beranjak, junkyu kembali menginterupsinya.

“Hoon, bentar”

“ya? — Shh — ahhh! Jun-kyu?” bukan main rasa nikmat yang menjalar di selatannya saat ini. Junkyu dengan tanpa dosa meremat kembali miliknya lalu mengelus penuh dengan tatapan yang intense. Membuat pangkal hidungnya mengkerut dan kepala yang mendongak lantaran kenikmatan.

shit! dia nakal’

“adik kecil. Jangan lama-lama keluarnya kasian jihoon”

aahh — hngh lu kayak gini seenggaknya sepongin kek nakal banget”

“GAAAAAK HAHAHAH! SANA! WLEKKK”

“ah anjir” jihoon mengusak kasar rambutnya kebelakang seolah frustasi. Lalu berjalan tergopoh kearah kamar mandi. Meninggalkan junkyu yang kini tengah membodoh-bodohi dirinya sendiri dengan perasaan masih saja berdebar dan malu.

“njirlah, ini beneran tangan gua? Habis me-gang i-itu?”

©HANA.


메타데이터
post_id
e1c8deeef4db
slug
why-e1c8deeef4db
url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/why-e1c8deeef4db
canonical_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02/why-e1c8deeef4db
author_url
https://medium.com/@danhanaminayuki02
status
ok
fetched_at
2026-07-24 20:16:13