Langit Yang Menangis
Seperti ada yang ingin disampaikan oleh langit, dia menangis panjang tanpa suara selama beberapa jam. Entah kepedihan apa yang dilihatnya…
Langit Yang Menangis
Seperti ada yang ingin disampaikan oleh langit, dia menangis panjang tanpa suara selama beberapa jam. Entah kepedihan apa yang dilihatnya sehingga membuat hati nya yang bersih itu menderita. Sehingga aku pun ikut sedih dibawanya.
Bumi mendengar, tapi bumi tidak bisa banyak membantu.
Langit menangis dan bercerita, tapi dengan suara pelan dan bisu. Hanya air mata yang terus mengalir.
Tapi manusia diam, tidak mengerti bahasa yang disampaikan langit. karena langit menangis tanpa suara. Hanya senyap dan air mata.
Dengan segala keegoisan dan kebutaan nya, manusia menutup telinga, berhenti peduli dan akhirnya menjadi tuli akan bahasa langit dan bumi.
Dulu manusia, langit dan bumi hidup berdampingan, saling memahami dan mengerti. Namun semua berubah karena segelintir ulah orang tamak. Hanya saja beberapa orang tamak itu sudah seperti hama, hidup diatas bumi, menghirup udara langit tapi merusaknya dengan segala kekuatan. Berusaha ingin menunjukan siapa paling baik diantara yang lain. Membuat persaingan yang awalnya hanya dibuat oleh otaknya sendiri. Akhirnya rasa egois muncul dan ingin memiliki, bagian penting yang ada di bumi dikeruk habis, bagian terpenting dari langit di gerogoti.

Dengan cara apa aku harus meminta maaf kepada langit yang menangis?
Dan dengan cara apa aku harus meminta maaf kepada bumi yang semakin kurus tergerus?
메타데이터
- post_id
- e2000242d64f
- slug
- langit-yang-menangis-e2000242d64f
- url
- https://medium.com/@ah0bokjung/langit-yang-menangis-e2000242d64f
- canonical_url
- https://medium.com/@ah0bokjung/langit-yang-menangis-e2000242d64f
- author_url
- https://medium.com/@ah0bokjung
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-15 20:49:13