Jalan Ampuh ketika di situasi yang membuat kita merasa malu
Telaah studi Dr. Brené Brown, Ph. D., L.M.S.W
Jalan Ampuh Saat di Situasi yang Membuat Kita Merasa Malu
telaah studi Dr. Brené Brown, Ph. D., L.M.S.W.
Kemarin, di tanggal 1 Januari 2025, saya diundang dalam sebuah acara bertajuk Sharing Session tentang goals dan resolusi tahun 2025. Saya diminta untuk sharing tentang self improvement yang berkaitan dengan resolusi. Acara tersebut diadakan oleh sebuah Masjid. Saya sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dengan baik. Mulai dari materi, teknik penyampaian hingga kostum yang akan saya pakai.
Saya datang sekitar 30 menit lebih awal sebelum jadwal yang ditentukan. Begitu tiba, Saya diantar ke ruang transit pembicara untuk menunggu dan mengobrol ringan dengan LO panitia. Setelah mengobrol singkat, saya Saat diiajak ke venue acara. Saat itu, saya mengira bahwa acara akan di adakan di ruang utama. Ternyata, acaranya diadakan di aula bawah. Saya yang hanya menggunakan sendal slop biasa langsung merasa tidak nyaman. Sebab terkesan santai. Saya menggunakan sandal selop karena saya mengira bahwa acara akan diadakan di ruang utama, yang mana menang tidak perlu menggunakan alas kaki. Disitu mau tidak mau saya mengisi acara menggunakan sandal selop. Barangkali terkesan tidak professional atau tidak menghargai acara. Saya merasa malu.
Photo by Arturrro on Unsplash
Saat itu saya berpikir, “baiklah tidak mengapa, toh sendal selop karet berwarna hitam ini tidak tampak mencolok dan terkesan santai sekali” Andai ada yang berpikiran tidak baik, maka saya mengizinkannya.
Setelah acara selesai, saya masih merasakan reka ulang bagaimana saya merasa sedikit malu pada pagi hari itu. Akan tetapi saya mengetahui apa yang harus saya lakukan, agar perasaan malu tersebut tidak terngiang-ngiang di kepala saya: Mempraktekkan keberanian untuk berbagi cerita kita! Kita perlu untuk membagikan kisah kita tersebut kepada seseorang yang yang bisa kita andalkan untuk memberi respon dengan belas kasih. Kita membutuhkan keberanian, belas kasih, dan keterhubungan. Sesegera mungkin.
Tiga hal tersebut merupakan formula dari seorang peneliti Psikologi, Brené Brown, yang ia tulis dalam The Gifts of Imperfection — Tak Apa-Apa Tak Sempurna. Menurutnya Keberanian, belas kasih dan keterhubungan adalah kunci dalam menumbuhkan penghargaan diri. Menurutnya perasaan malu tidak senang ketika kita mengulurkan diri dan menceritakan kisah kita. Ia tidak senang bila kita bisa menamainya — ia tidak bisa bertahan hidup jika dibagikan. Perasaan malu sangat senang menetap jika kita jaga (rahasiakan) terus menerus.
Setelah acara tersebut, saya bertemu teman saya yang bernama Erfan. Disana saya secara natural bercerita apa yang saya alami pagi hari itu. Beruntungnya Erfan adalah tipe orang yang dapat merespons cerita kita dengan belas kasih. Ia tidak memberikan judgement tetapi bersimpati terhadap apa yang kita alami.
Bagian menariknya adalah saya memperoleh konsep keberanian, belas kasih dan keterhubungan dari Brene Brown tersebut, tepat satu hari setelah kejadian yang membuat saya merasa malu terjadi. Ini menjadi kesekian kali saya memperoleh semacam ‘kebetulan’ yang terjadi dalam hidup. Sangat seru!
메타데이터
- post_id
- e21abe4b466c
- slug
- jalan-ampuh-ketika-di-situasi-yang-membuat-kita-merasa-malu-e21abe4b466c
- url
- https://medium.com/@helmydenada.15/jalan-ampuh-ketika-di-situasi-yang-membuat-kita-merasa-malu-e21abe4b466c
- canonical_url
- https://medium.com/@helmydenada.15/jalan-ampuh-ketika-di-situasi-yang-membuat-kita-merasa-malu-e21abe4b466c
- author_url
- https://medium.com/@helmydenada.15
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 21:52:29