Bab 1 Sesuci (Macam-Macam Air) Full I’rob — taqrib part 1
Air yang sah untuk digunakan bersuci itu ada 7 macam, yaitu : air hujan, air laut, air sungai, air sumur, mata air, salju, air es.
Bab 1 Sesuci (Macam-Macam Air) Full I’rob — taqrib part 1

Air yang sah untuk digunakan bersuci itu ada 7 macam, yaitu : air hujan, air laut, air sungai, air sumur, mata air, salju, air es.
Keterangan :
Paragraf diatas merupakan susunan jumlah ismiyah dimana الْمِيَاهُ menjadi Mubtada sedangkan سَبْعُ مِيَاهٍ menjadi Khobar. Sementara التي يَجُوْزُ بِهَا التَّطْهِيرُ menjadi susunan Mausul dimana التي menjadi isim maushul dan يَجُوْزُ بِهَاالتَّطْهِيرُ menjadi Silah mausul (berupa Jumlah Fi’liyah).
1. الْمِيَاهُ
- Merupakan jama’ taksir dari kalimah ماء yang berarti air.lafadz tersebut juma masuk dalam kategori isim yang muannats, ma’rifat (ditandai dengan Al).
- Dari Segi Aqsamul i’rob, lafadz tersebut beri’rob rofa’ dengan tandanya adalah dhomah, karena jama’ muanatssalim. Selain itu Lafadz tersebut juga menjadi salah satu isim yang dibaca rofa’ yakni mubtada’.
- Ditinjau dari anwa’ul i’rob, lafadz tersebut masuk dalam kategori i’rob lafshi karena perubahan harakatnya muncul secara kasat mata.
2. التي يَجُوْزُ بِهَا التَّطْهِيرُ
التي
- Merupakan kategori isim ma’rifat yakni isim masuhul. Isim maushul selalu membutuhkan silah maushul dan a’id. Masuk dalam kategori isim maushul khas, Untuk jenis mufrod dan mudzakar. dimana shilah maushulnya adalah يَجُوْزُ بِهَا التَّطْهِيرُ dan ‘aid nya adalah هَا yang kembali kepada التي.
يَجُوْزُ
- Merupakan fiil mudhori’ sohih akhir lam yatashil biakhirihi syai’un, ditandai dengan huruf mudhoroah ي yang faidahnya untuk menunjukkan dhomir هو orang ke tiga (lil ghoib).
- يَجُوْزُ juga merupakan mabni ma’lum sehingga membutuhkan fail yakni التَّطْهِيرُ.
- Kalimah tersebut juga merupakan fiil mujarrod karena tidak ketambahan huru zaidah. Kalimah tersbut juga merupakan fiil shohih karena tidak terdapat huruf illat yang memaskinya.
- Ditinjau dari Aqsamul i’robnya kalimah tersebut merupakan fiil yang mu’rob masuk dalam kategori Rofa’ karena litajarud aninawasibi wal jawazim dengan tanda i’robnya dhommah.
- Ditinjau dari anwa’ul i’robnya kalimah tersebut masuk dalam kategori i’rob lafdzi karena nampak diketahui langsung tanda i’robnya.
بِهَا
- بِ Merupakan huruf jer yang berfungsi untuk mengejerkan majrur yakni هَا. tanda Jernya Mahalli karena هَا merupakan al asma al mabniyah yakni isim dhomir.
- هَا merupakn Isim Dhomir yang dengan faidah lil ghoibah (menunjukkan orang yang dibicarakan/orang ketiga perempuan). Kalimah ini juga menjadi ‘aid dari silah maushulnya.
التَّطْهِيرُ
- Isim ini menjadi Fail karena dibaca rofa’ dan jatuh setelah Fiil mabni ma’lum yaknu يَجُوْزُ. Jika dirincikan Kalimah tersebut Kalimah tersebut merupakan isim mufrod, yang muszakar. Juga masuk dalam kategori isim ma’rifat karena ada tambahan al.
- Ditinjau dari aqsamul i’robnya kalimah tersbut masuk dalam kategori i’rob rofa’ dengan tandanya dhommah karena merupakan isim mufrod. Kalimah tersebut juga menjadi salah satu isi yang dibaca rofa’ yakni fa’il.
- Sementara ditinjau dari anwa’ul i’robnya, kalimah tersebut masuk dalam kategori ‘rob lafhi karena nampak jelas tandanya.
- Dalam segi shorof, Fiil tersebut masuk dalam kategori fiil mutashorif karena bisa di tasrif. Lafadz tersebut masuk dalam kategori fiil mazid dengan mengikuti wazan فَعَّلَ. Juga masuk dalam kategori fi’il shohih salim.
- T. Istilakhi : طَهَّرَ يُطَهِّرُ تَطْهِيْرًا تَطْهِرَةً تَطْهَارًاتِطْهَارًامُطَهَّرًامُطَهِّرٌمُطَهَّرٌطَهِّرْلَا تُطَهِّرْمُطَهَّرٌ
- T. Lughowi : طَهَّرَطَهَّرَاطَهَّرُوْاطَهَّرَتْطَهَّرَتَاطَهَّرَنَطَهَّرْتَطَهَّرْتُمَاطَهَّرْتُمْطَهَّرْتِطَهَّرْتُمَاطَهَّرْتُنَّطَهَّرْتُطَهَّرْنَا
3. سَبْعُ مِيَاهٍ
- Menjadi Khobar dari Mubtada’ الْمِيَاهُ sehingga dibaca rofa’ tandanyan dhummah.
- Susunan tersebut juga merupakan susunan Isim ‘adad Hisabi (‘adad yang tidak menunjukan tingkatan dan tidak mengikuti wazan فَاعَلَ). Ditinjau dari kategori ‘adanya susunan tersebut adalah ‘adat idlofi mudlof ilal Jam’i/’adat yang dimudlofkan dengan isim jama’ (ma’dudnya jama’), digunakan untuk menghitung bilangan 3–10. Persyaratannya antara ‘adad dan ma’dutnya harus berbeda dari segi muzakar muanatsnya dan yang dijadikan patokan adalah bentuk mufrod dari ma’dudnya. Sehingga سَبْعُ mudzakar dan مِيَاهٍmuannats.
سَبْعُ
- Sab’u merupakan isim mufrod dan mudzakar. masuk dalam kategori isim nakiroh karena tidak masuk dalam kategori isim ma’rifat.
- ditijau dari I’robnya, lafadz tersebut dibaca rofa’ dengan tanda baca dhomah, juga menjadi marfuatul asma’ yakni khobar. Kemudian jika ditinjau dari Anwa’ul ir’robnya lafadz tersbut masuk dalam kategori i’rob lafdhi karena nampak tandanya secara nyata.
مِيَاهٍ
- Merupakan jama’ taksir dari kalimah ماء yang berarti air. lafadz tersebut juma masuk dalam kategori isim yang muannats. Juga masuk dalam kategori isim nakiroh karena bukan bagian dari isim ma’rifat.
- Ditinjau dari i’robnya, Lafadz tersebut masuk dalam kategori jer dengan tanda kasroh, karena merupakan isim mufrod dan masuk dalam kategori majrurotul asma yakni majrurun bil idlofah.
- Sementara ditinjau dari anwa’ul i;robnya lafadz tersebut masuk dalam kategori i’rob lafdhi yang terlihat tandanya secara kasat mata.
메타데이터
- post_id
- e29df260596b
- slug
- bab-1-sesuci-macam-macam-air-e29df260596b
- url
- https://medium.com/@mohahnwar/bab-1-sesuci-macam-macam-air-e29df260596b
- canonical_url
- https://medium.com/@mohahnwar/bab-1-sesuci-macam-macam-air-e29df260596b
- author_url
- https://medium.com/@mohahnwar
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 11:00:36