A Memories
Hallo, perkenalkan kembali aku Linda.. Sudah enam tahun ini akun ini ditelantarkan tidak terawat sudah enam tahun juga jalan hidup ini…
A Memories
Hallo, perkenalkan kembali aku Linda.. Sudah enam tahun ini akun ini ditelantarkan tidak terawat sudah enam tahun juga jalan hidup ini dijalani untuk sekedar hidup tanpa pemaknaan yang berarti. Sampai akhirnya Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu jalan pulang itu, satu tahun terakhir ini, jalan tuhan membawa saya kesalah satu pulau kecil di Nusa Tenggara Timur. Flores Timur namanya, nama yang saya dengar samar-samar bahkan tidak pernah terlintas saya akan meninggalkan jejak hidup disana, agak nya tulisan ini sudah terlambat untuk dipublikasikan karena sekarang saya sudah kembali ke Pulau Jawa..
Tapi, hati ini masih tertinggal disana.. ya di pulau kecil itu yang entah kenapa unsur ketulusan nyata disana dan belum pernah saya lihat sebelumnya atau mungkin memang saat itu rasa saya yang belum bisa terasah dengan baik hingga tidak bisa merasakannya..

Bandara Udara Gewayantana,Larantuka,Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
Media ini akan kembali saya hidupkan untuk membagikan segala cerita menarik yang pernah saya temui di pulau flores timur, ini bukan di Labuan Bajo ataupun Wai Rebo.. tapi ini tentang Larantuka,Adonara,Solor dan Lembata, ya setidaknya wilayah itulah yang telah membantu saya menemukan jawaban-jawaban atas segala teori kehidupan yang saya pertanyakan sebelumnya.
Rasanya perjalanan hidup yang tidak terdokumentasikan sejak enam tahun itu kini mulai menemukan cara nya untuk kembali terdokumentasikan lagi, Flores Timur membuka jalan saya untuk mengenal lagi bagaimana sejatinya manusia hidup sampai akhirnya saya bertemu dengan seseorang yang membantu saya menguatkan kembali hidup ini dengan pilihan yang terkadang saya ragukan, sosoknya sederhana tidak banyak memberikan kesan ia seorang praktisi tapi saya tau kehadirannya dibutuhkan dalam “Pertanian” Saya tidak begitu tertarik dengan praktik pertanian, hanya saja di flores timur menjadi ruang saya untuk memahami lebih dalam makna dari pertanian tersebut.
Flores Timur akan selalu memiliki ruang indah di hati saya yang tidak mungkin hilang dan dilupakan begitu saja, ia akan tetap tinggal dan akan selalu saya rawat melui ruang tulisan ini. Berangkat dari rasa yang masih terus tertinggal bisa saja saya kembali ke pulau itu dalam waktu dekat tapi semesta sepertinya belum memberikan restu itu. Maka catatan tentang flores timur akan coba saya abadikan melalui tulisan-tulisan yang akan saya publikasikan melalui akun ini. Rasanya terlalu banyak pembelajaran dan refleksi yang ingin saya bagikan kepada kalian, karena janji saya pada salah satu orang disana “Saya akan selalu ceritakan bagaimana flores timur merawat saya”.
Image “Timur” banyak tersampaikan akan hal negatif,kasar,brutal,keras dll yang rasanya tidak saya temukan selama saya hidup disana. Intonasi suara yang keras yang dimiliki oleh masyarakat disana saya bisa pahami karena mereka tinggal dipesisir dan bukan menjadi suatu permasalahan yang berarti bagi saya, sampai di Larantuka ibukota Flores Timur tidak ada adaptasi yang berat bagi saya karena saya menyukai laut dengan panas nya dan itulah yang saya rasakan pertama kali tiba disana,Laut nya cantik dan kota nya tidak sibuk seperti Jakarta.. Kesibukan disana yang bisa saya rasakan adalah pesta-pesta adat dan keagamaan. Saya tidak tau bagaimana orang bisa mengambarkan orang timur kasar hanya dari cerita yang berkembang di ibukota Jakarta karena beberapa dari mereka bekerja menjadi tenaga bayaran untuk preman,debt collector maupun yang lainnya yang terkesan kasar.
Merayakan ulang tahun bersama masyarakat mayoritas katolik dan berbuka puasa bersama mereka adalah satu momen yang tidak akan saya lupakan, bagaimana hubungan antar manusia terjalin tanpa memandang keyakinan kami yang berbeda. Ruang ini juga akan menjadi ruang untuk menggambarkan bagaimana hidup bersama orang timur yang tidak ada bedanya dengan orang indonesia pada umumnya. Bagi saya semua orang sama sekalipun ada perbedaan adat,budaya,agama tapi pada dasarnya semua manusia terlahir dengan fitrah yang sama.. cara hidup manusia banyak dipengaruhi oleh kontruksi sosial yang menurut saya tidak bisa menjadi alasan untuk menyimpulkan sifat manusia seutuhnya.
메타데이터
- post_id
- e2af4f37183d
- slug
- a-memories-e2af4f37183d
- url
- https://medium.com/@alindajournal/a-memories-e2af4f37183d
- canonical_url
- https://medium.com/@alindajournal/a-memories-e2af4f37183d
- author_url
- https://medium.com/@alindajournal
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 16:53:31