← Back to list

FOOLS (Inspired by Troye Sivan — Fools)

When love never leave you behind….

theblessedfg · 2024-06-11 10:23 · 52 claps · 6.4 min read
#fanfiction #chansoo #chanyeol #kyungsoo #126
Open on Medium ↗
Wiki topics: 💑 · Relationships ✍️ · Writing & Creative

FOOLS (Inspired by Troye Sivan — Fools)

4 Juni 2014

“Pergilah! Menghilanglah dari hadapan putra sulungku. Jangan mengacaukan masa depannya dengan membuatnya menyukaimu.” Pria 62 tahun itu memberi ultimatum pada seorang karyawan muda di perusahaannya. “Chanyeol akan menikah dengan seorang wanita. Jangan mengacaukan semua rencana!”

Miris. Kehidupannya tidak pernah berurusan dengan kebahagiaan — seperti bermusuhan. Dia hanya ingin dicintai dan tidak meminta lebih. Kakinya seakan tak mampu lagi menahan bobot tubuhnya dan jatuh tersungkur di dalam apartemen studio dengan biaya sewa rendah itu. Hidupnya pantas untuk dikasihani hanya saja Kyungsoo tak ingin. Air mata berderai dari hulu dan teriakannya memekik seakan tertusuk belati. Terima kasih kepada langit yang juga ikut menangis dan berteriak bersama dengannya.

Dengan berbalut kaos putih oversized dan celana training hitam dengan aksen putih, Kyungsoo menelungkupkan mukanya di antara kedua kakinya yang tertekuk. Dia tidak menyalahkan Chanyeol dan calon istrinya atau keluarganya tapi mengutuk dirinya sendiri dalam hening karena kepolosan dan kebodohannya telah membuatnya jatuh terlalu dalam pada Chanyeol, putra sulung Park Kyeong Ho sekaligus pewaris tahta tertinggi DB Group yang mendunia. Untuk menyentuh ujung rambutnya saja, Kyungsoo tidak layak menurut sebagian besar penduduk di dunia ini.

Terima kasih kepada Sehun yang sudah memberinya sedikit penghiburan. Adik yang ia banggakan itu kini tidak lagi seorang bocah ingusan yang hanya tahu bagaimana cara bermain permainan daring di komputer. sekedar informasi bahwa Jongin adalah teman dekat Sehun yang saat ini adalah sekretaris pribadi presiden direktur DB Group. Well, tentu saja tidak ada yang bisa disembunyikan dari adiknya.

11 Juni 2014

Senyumnya mengembang ketika kedua tangannya bergetar hebat, berusaha menahan air mata. Undangan pernikahan diterimanya dengan cuma-cuma. Disinilah Kyungsoo, menemui Chanyeol di sebuah cafe di dekat rumahnya. Matanya yang sudah mulai digenangi air yang siap menetes kapanpun itu menatap Chanyeol dengan penuh kepelikkan.

“Selamat! Aku turut berbahagia atasmu.” Dustanya.

“Kyungsoo-ya… Ku mohon ini adalah kesempatan terakhir. Mari kita pergi jauh dari tempat ini. Kau ingin ke Hawaii? Bali? Maladewa? Katakan saja dan aku akan bersiap untukmu.” Kata Chanyeol.

“Terima kasih atas undangannya. Aku tidak bisa berjanji untuk datang. Aku pergi!” Balas Kyungsoo, mengalihkan pembicaraan dan pergi.

Chanyeol tidak menahan, bergerakpun tidak. Ia tahu apa yang dirinya lakukan terhadap Kyungsoo adalah kekejian yang tidak dapat dimaafkan. Kyungsoo adalah obsesinya tapi Keinginan ayahnya adalah hal mutlak yang tidak dapat disepelekan.

10 tahun kemudian — 12 Juni 2024

Keputusannya untuk pergi dari tanah airnya sudah bulat. tepat satu bulan setelah pernikahan mantan kekasihnya yang tidak ia hadiri, Kyungsoo terbang ke Annecy — sebuah kota kecil di Perancis, membangun sebuah restoran dengan menu khas Korea. Sudah hampir kurang lebih 10 tahun lamanya dirinya menetap dan merasa bebas dari polemik dalam dunianya.

Ibunya meninggal dunia tiga tahun yang lalu, menyisakan Sehun yang masih ia miliki. Adiknya itu kini sudah bekerja sebagai seorang pemilik rumah pangkas rambut yang cukup terkenal di Annecy dan sudah memiliki beberapa pelanggan tetap. Tidak banyak imigran dari Korea disana. sehingga membuatnya terlihat agak mencolok dengan penampilan khas orang asia — mata sipit dan kulit kuning.

Tentang Chanyeol. Setelah menikah, dia memiliki seorang anak yang dirahasiakan identitasnya. Namanya juga semakin tersohor ketika lima tahun yang lalu diangkat menjadi presiden direktur di DB Group. Kyungsoo tahu apapun itu tapi menyangkal bahwa mereka pernah dan masih saling mengenal. Satu-satunya cara yang ia lakukan adalah mengabaikannya.

“Kau tahu rumah kosong di selatan sungai Thiou?” Tanya Sehun sembari memakan keripik kentangnya satu persatu.

“Rumah dengan mawar putih di halamannya?” Sehun mengangguk, “Ya aku tahu. Ada apa dengan rumah itu?”

“Seseorang membelinya dan pembelinya adalah seseorang dari Korea. Seseorang dengan marga Lee jika tidak salah dengar.”

“Oh ya? Bagaimana kau tahu?”

“Fabien. Dia mengenal pemilik rumah itu dan mereka bertemu beberapa hari yang lalu.”

“Itu adalah hal yang bagus. Kapan mereka akan pindah?”

“Sejak kemarin.”

Saat semua tampak sepi, seorang anak perempuan asia masuk seorang diri ke dalam restoran. Kyungsoo dan Sehun tampak bingung. Kamana orang tua gadis kecil ini?

Bonjour! Y a-t-il quelque chose que je puisse vous aider ? Es-tu seul? Où sont tes parents? Halo! Apakah ada yang bisa saya bantu? Apa kau sendirian? Dimana orang tuamu?” Tanya Kyungsoo mengintrogasi.

Dengan penuh percaya diri, anak itu membalas dengan bahasa yang lain. “Paman orang Korea, kan?”

“Hai! Apakah kau yang tinggal di rumah dekat sungai itu?”

“Ya. Aku baru pindah kemari. Namaku Lee Jangmi.” Katanya mengulurkan tangannya.

“Namaku Do Kyungsoo. Seseorang yang duduk disana adalah adikku nanya Do Sehun.” Jelasnya. “Kemana orang tuamu?”

“Appa sedang pergi untuk membeli peralatan dapur. Nanti dia akan menyusul.” Katanya.

“Kalau begitu, mau makan apa?”

“Apa Samchon bisa membuatkanku nasi dan telur mata sapi diatasnya?”

Kyungsoo terkikih. Permintaan sederhana itu sangat imut menurutnya, tipikal anak kecil yang meminta sesuatu pada ibunya. “Tentu saja. Kau duduklah disana. Samchon akan membawakan makanannya untukmu.”

Hanya lima menit dan semuanya matang. Jangmi juga mendapat sosis secara cuma-cuma. Gadis kecil itu makan dengan lahap dalam balutan Louis Vuitton. Dia bukan dari keluarga sembarangan.

Tidak lama, seseorang masuk dengan mantel hitam dan menenteng beberapa barang. Saat akan menyambut, Kyungsoo dan terpaku melihat sosok di depannya. Seseorang yang menjadi alasannya untuk datang ke tempat ini datang lagi di hadapannya.

“Appa! Aku sudah memesan makanan. Apa kau tidak lapar, Appa?” Kelakar Jangmi yang semakin membuatnya akan meledak.

“K-Kyungsooya…”

“Samchon, ini ayahku! Namanya Lee Seungbin!”

“Lee Seungbin?”

Sehun memahami situasinya. Dengan segera, Ia membawa Jangmi untuk masuk kedalam ruangan Kyungsoo agar tidak menyaksikan perang kecil disana.

“Apa yang kau lakukan disini? Lee Seungbin? Lucu sekali, Park Chanyeol!” Ungkap Kyungsoo, berusaha meredam suara dan emosinya.

“Apa kabar denganmu?” Tanya Chanyeol, berusaha mengubah arah pembicaraan.

“Kebiasaan buruk yang masih sama, mencoba mengalihkan pembicaraan saat sedang tersudutkan.” Sindir Kyungsoo.

“Aku bisa menjelaskan semuanya.”

“Tidak perlu membuang waktumu. Setelah Jangmi selesai menghabiskan makanannya, pergilah!” Kata Kyungsoo dan mencoba untuk pergi.

“Aku sudah bercerai!” ucap Chanyeol sedikit meninggi.

“Lalu apa peduliku?”

“Mari kita kembali lagi seperti dulu.”

“Apa katamu?” Kyungsoo tertawa dengan keras. “Setelah sepuluh tahun? Yang benar saja! Kau bahkan sudah memiliki seorang anak dan kau masih mengharapkan aku untuk kembali padamu? Jangan bercanda, Chanyeol. Aku bahkan sudah lupa dengan namamu sebelum kau akhirnya muncul lagi secara tiba-tiba.”

“Oke, aku minta maaf karena seakan-akan aku membuangmu. Aku melakukan semua itu demi keselamatanmu. Kau bahkan tahu apa yang bisa dilakukan oleh ayahku terhadapmu. Aku juga sudah memintamu untuk pergi bersamaku hari itu tapi kau malah pergi tanpa memberiku jawaban. Kau juga tidak datang ke acara pernikahanku.”

“Oh wow! Jadi sekarang kau menyalahkan semuanya padaku? Tidak bisakah kau berpikir mangapa aku memilih pergi?”

“Jika benar kau mencintaiku, setidaknya terimalah ajakanku untuk pergi!”

“Apa kau sudah gila? Only fools fall for you and I was that one fool that fall for you. Do I regret it? Yes!

“YA KYUNGSOO! AKU GILA! AKU GILA KARENAMU!” Kata Chanyeol meninggi. Sebelumnya tidak pernah sekalipun Kyungsoo menyaksikan Chanyeol berteriak di hadapannya. “Kau pikir hidupku bahagia setelah menikah? Aku malah terlihat seperti orang idiot yang tanpa sadar ditipu oleh seorang wanita yang ternyata adalah penderita HIV! Aku hidup menderita selama sepuluh tahun ini dan jika tidak ada Jangmi, mungkin aku sudah hanyut di sungai Han. Perempuan jalang itu memilih pergi untuk pria lain dan meninggalkan Jangmi yang saat itu baru berusia dua tahun tanpa kabar! Tidak bisakah kau mengerti, Kyungsoo-ya?”

Kyungsoo diam, tidak tahu harus memberikan respon apa. Sungguh, Kyungsoo tidak tahu apapun tentang semua ini. Menangis tak bisa namun membalas dengan nada meninggi juga tidak mampu. Kyungsoo benar-benar dibuat menjadi orang bodoh.

“Aku tidak tertular dan sangat baik-baik saja tapi Jangmi, anak itu pasien HIV. Setelah ibunya pergi entah kemana, aku yang mengurusnya seorang diri. Aku kemari setelah mengorbankan karir dan jabatanku hanya untuk Jangmi. Usianya sudah tidak lama lagi. Jantungnya melemah dan ginjalnya tidak lagi berfungsi dengan baik. Kalau Jangmi sudah benar-benar pergi, Aku tidak tahu lagi untuk apa aku hidup. Berjanjilah padaku untuk menembak kepalaku jika anakku mati. Berjanjilah padaku untuk te-” Ucap Chanyeol yang tidak berhasil dituntaskan karena Kyungsoo kini mencium tepat di bibirnya. Hal yang sangat Chanyeol rindukan kini kembali lagi.

“Berhentilah berbicara tidak masuk akal. Ku mohon….” Kata Kyungsoo sambil menangis. “Aku berbohong. Tidak pernah seharipun aku melupakanmu. Aku minta maaf karena kau harus merasakan penderitaan itu sendirian.”

“Berhentilah menangis. Aku bisa memahamimu. Aku juga minta maaf karena terlambat memberimu penjelasan. Aku mencintaimu, Do Kyungsoo. Sangat mencintaimu! Jangan pernah pergi lagi!”

25 Desember 2024

Jangmi sudah benar-benar pergi dengan tenang. Chanyeol menjadi jauh lebih baik dan kini bekerja untuk Kyungsoo sebagai seorang manajer. Tentu saja kepergian Jangmi meninggalkan luka baginya namun cintanya yang sempat hilang berhasil ia dapat lagi. Sudah lebih dari cukup menurutnya.

Saat ini, di tepi sungai Thiou keduanya berjalan beriringan, menikmati malam natal yang dingin. Sehun pergi ke London untuk pendidikannya. Kini hanya tinggal keduanya, tanpa ada yang menghalangi cinta yang sudah terjalin sejak lama. Yang mereka inginkan saat ini hanyalah tetap berdua tidak terpisahkan.

“Tunggu. Kau masih belum menjawab pertanyaanku waktu itu.” Kata Kyungsoo.

“Apa?”

“Mengapa kau mengubah namamu menjadi Lee Seungbin?”

“Karena sebenarnya aku datang kesini tanpa sepengetahuan keluargaku hingga saat ini. AKu tidak mau berurusan lagi dengan mereka. Sekarang mari berhenti membahas dan jangan bertanya lagi. Jika kau terus cerewet, aku akan menghabisimu malam ini.” Ancam Chanyeol bercanda.

“Kalau begitu coba tangkap aku!” Kata Kyungsoo sebelum berlari kencang meninggalkan Chanyeol.

“YA! DO KYUNGSOO! AWAS SAJA KAU!”

THE END


메타데이터
post_id
e2f5a334cd07
slug
fools-inspired-by-troye-sivan-fools-e2f5a334cd07
url
https://medium.com/@theblessedfg/fools-inspired-by-troye-sivan-fools-e2f5a334cd07
canonical_url
https://medium.com/@theblessedfg/fools-inspired-by-troye-sivan-fools-e2f5a334cd07
author_url
https://medium.com/@theblessedfg
status
ok
fetched_at
2026-06-16 19:09:56