Rute Baru
Akhir-akhir ini aku suka merenung mengapa aku cukup jenuh untuk memulai hari. Rasanya kurang bersemangat, kurang excited, cenderung…
Rute Baru

Blossoms! ❤❤❤
Akhir-akhir ini aku suka merenung mengapa aku cukup jenuh untuk memulai hari. Rasanya kurang bersemangat, kurang excited, cenderung was-was, bukan seperti ‘aku’ yang dulu. Pada dasarnya aku cukup bosan dengan rutinitas. Variasi yang kadang-kadang aku buat lebih sering secara spontan. Jarak kantor dan kos yang Cuma 650 meter membuatku sudah melakukan variasi rute yang beragam. Jalan kaki, naik sepeda, nebeng teman yang lewat, nebeng mas/mba office boy yang papasan, mengamati bunga-bunga di sepanjang jalan, memperhatikan dan menghafal nama Bapak Satpam, sampai memperhatikan warna pagar.
Tidak di sangka 2 (dua) minggu ke belakang aku berkesempatan membawa teman-temanku mengunjungi alam dengan rute yang berbeda dan dua-duanya sama-sama baru. Ada risiko, keberanian, dan gairah yang berdesir. Aku cukup menikmati setiap penemuan baru yang tidak disangka-sangka. Penemuan itu seolah-olah menggeser rute usang bahwa banyak sekali jalan yang belum aku pahami dalam hidup ini yang mana masing-masing ada waktunya untuk ditemukan.
“Nikmati aja kejenuhannya. Suasananya, rasa bosannya. Alami…” sahut seseorang berujar demikian. Sesekali aku masih tetap berjunaling-ria atau bahwa sederhananya menulis diary. Tulisan itu sebagai katarsis caraku menemukan warna dalam satu hari. “Oh! Kali ini warna jingga! Aku jadi paham, jadi ternyata ketika aku melakukan sesuatu dengan niat hati yang kurang tepat, ternyata akan berakibat demikian,” dan itu menjadi aha momen baru untuk penemuan-penemuan diri sendiri yang lebih otentik.
Tidak setiap masa dan waktu aku selalu menemukan rute atau jalan baru. Bisa jadi rutenya sama tapi dengan orang yang berbeda, waktu yang bergeser, cuaca yang lebih terik, atau esoknya awan kembali mendung. Kadang kala dalam menjalani hidup pun aku tidak selalu membuat variasi.
Ada masa ketika ‘kedalaman’ untuk hidup itu sendiri sedang di uji. Apakah aku cukup sering untuk nge-date dengan diri sendiri di banding orang lain? Sudah sejauh apa aku mengucapkan terima kasih pada kakiku yang sudah pergi kesana-dan-kemari? Lalu bagaimana orang rumah ya? Telpon sederhana selama 10 menit barangkali bisa mengubah hari mereka.
Ada satu doa dari St Ignasius Loyola yang paling saya suka berbunyi demikian,
Take, Lord, and receive all my liberty,
my memory, my understanding,
and my entire will,
All I have and call my own.
You have given all to me.
To you, Lord, I return it.
Everything is yours; do with it what you will.
Give me only your love and your grace,
that is enough for me.
Bisa jadi, aku lupa meletakkan dan menyerahkan perasaan jenuh dan tidak berdaya untuk perasaan itu. Biarlah merasa demikian, kadang dialami saja, cukup.
메타데이터
- post_id
- e37e54a69372
- slug
- rute-baru-e37e54a69372
- url
- https://medium.com/@stefanijul/rute-baru-e37e54a69372
- canonical_url
- https://medium.com/@stefanijul/rute-baru-e37e54a69372
- author_url
- https://medium.com/@stefanijul
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30