← Back to list

Sri Mulyani Tergantikan: Akan Lebih Baik atau Malah Sebaliknya?

Reshuffle kabinet pada hari Senin (08/09/2025) kemarin cukup menjadi sorotan besar. Bukan semata karena perubahan susunan menteri, tetapi…

Edin J. · 2025-09-09 09:38 · 6 claps · 2.1 min read
#sri-mulyani #kementerian-keuangan #politik #politik-indonesia #opinion
Open on Medium ↗

Sri Mulyani Tergantikan: Akan Lebih Baik atau Malah Sebaliknya?

Reshuffle kabinet pada hari Senin (08/09/2025) kemarin cukup menjadi sorotan besar. Bukan semata karena perubahan susunan menteri, tetapi karena salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah fiskal Indonesia, Sri Mulyani, resmi tergantikan. Nama Sri Mulyani selama ini sudah seperti simbol: integritas, disiplin anggaran, dan wajah teknokrasi Indonesia di mata dunia. Maka pertanyaan pun muncul: pergantian ini akan membawa kita ke arah yang lebih baik, atau justru sebaliknya?

Jika melihat ke belakang, ada banyak tanda bahwa posisi Sri Mulyani kian tertekan. Akhir Agustus lalu, ribuan massa turun ke jalan menuntut transparansi dan keberpihakan fiskal. Spanduk yang menyebut langsung namanya menjadi bukti bahwa kebijakan keuangan negara berada dalam sorotan publik yang tajam. Beberapa hari setelah gelombang protes itu, rumah pribadinya bahkan dilaporkan mengalami penjarahan. Ini jelas bukan sekadar kritik terhadap kebijakan, tetapi juga eskalasi ketidakpuasan yang menembus batas pribadi.

Sri Mulyani selama ini memang konsisten menjaga defisit, berhitung ketat soal utang, dan berhati-hati dalam memberi subsidi. Dari kacamata teknokrat, itu langkah yang masuk akal. Tapi dalam realitas politik, gaya kepemimpinan seperti ini sering dianggap terlalu kaku, bahkan kurang responsif terhadap tuntutan populis. Maka wajar jika di tengah tekanan politik dan sosial, Presiden akhirnya memilih mengganti sosoknya.

Penggantinya adalah Purbaya Yudhi Sadewa, seorang ekonom dengan rekam jejak panjang. Ia meraih doktor di Purdue University, pernah berkarier lama di Danareksa, hingga menjabat Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dari sisi akademik dan birokrasi, Purbaya jelas tidak bisa dianggap remeh. Namun, kursi Menteri Keuangan bukan sekadar soal kompetensi teknis. Ia adalah posisi strategis yang menuntut komunikasi, kepercayaan pasar, dan ketegasan dalam setiap langkah.

Tantangan yang menunggu Purbaya sangat besar. APBN 2025 sudah disusun dengan banyak asumsi yang bisa berubah seiring gejolak global. Harga komoditas yang fluktuatif, suku bunga global yang tinggi, hingga risiko perlambatan ekonomi dunia menjadi ujian nyata. Di sisi lain, publik dalam negeri juga menuntut agar kebijakan fiskal lebih berpihak, lebih terasa manfaatnya, dan tidak hanya sibuk menjaga angka-angka di atas kertas.

Namun, kesan awal yang muncul justru agak mengkhawatirkan. Di hari pertama menjabat, pernyataan Purbaya terdengar belum solid, diluar ekspektasi, bahkan sedikit membingungkan bagi masyarakat umum. Nah… mungkin disini pendapat saya adalah Unpopular opinion, tapi yang saya rasakan pribadi ketika melihat video pernyataannya adalah menganggap hal itu sebenarnya cukup wajar, karena untuk menggantikan sosok sebesar Sri Mulyani tentu akan membuat siapa pun terlihat kecil.

Di dunia finansial, komunikasi yang goyah bisa langsung menimbulkan ketidakpastian. Bagi saya, inilah titik krusial: apakah kita akan mendapatkan menteri keuangan yang lebih adaptif, atau justru menteri yang gamang menghadapi tekanan politik dan ekonomi sekaligus? Sri Mulyani meninggalkan warisan disiplin fiskal yang diakui internasional. Tapi disiplin saja tidak cukup. Apakah Purbaya bisa menambahkan fleksibilitas tanpa mengorbankan kredibilitas?

Skeptisisme memang sulit dihindari. Ketika “day one” saja sudah meninggalkan tanda tanya, publik wajar merasa khawatir. Namun di saat yang sama, kita juga perlu memberi ruang bagi harapan. Mungkin gaya baru Purbaya mampu menjembatani kepentingan fiskal dan politik yang selama ini sering berbenturan. Bisa jadi justru ini yang dibutuhkan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Jadi, akan lebih baik atau malah sebaliknya? Jawabannya belum bisa kita pastikan hari ini. Yang jelas, kita perlu tetap kritis mengawasi setiap kebijakan yang lahir dari Kementerian Keuangan. Mari berharap yang terbaik, tapi jangan berhenti mempertanyakan. Karena masa depan fiskal Indonesia, pada akhirnya, adalah masa depan kita semua.


메타데이터
post_id
e3f9999c2d12
slug
sri-mulyani-tergantikan-akan-lebih-baik-atau-malah-sebaliknya-e3f9999c2d12
url
https://medium.com/@edin.je/sri-mulyani-tergantikan-akan-lebih-baik-atau-malah-sebaliknya-e3f9999c2d12
canonical_url
https://medium.com/@edin.je/sri-mulyani-tergantikan-akan-lebih-baik-atau-malah-sebaliknya-e3f9999c2d12
author_url
https://medium.com/@edin.je
status
ok
fetched_at
2026-07-17 16:16:29