← Back to list

Tentang Tugas, Adaptasi dan Proses Menjadi

Ketika pertama kali dinyatakan lulus CPNS sebagai Pranata Komputer di Kementerian Agama, saya punya bayangan yang cukup sederhana. Saya…

Amiruddin · 2026-02-06 07:57 · 0 claps · 3.2 min read
#refleksi-diri #pertumbuhan-diri #perjalanan-hidup #cpns #asns
Open on Medium ↗
Wiki topics: ✍️ · Writing & Creative

Tentang Tugas, Adaptasi dan Proses Menjadi

Ketika pertama kali dinyatakan lulus CPNS sebagai Pranata Komputer di Kementerian Agama, saya punya bayangan yang cukup sederhana. Saya membayangkan akan bekerja di sekitar sistem, data, atau hal-hal teknis yang masih sejalan dengan latar belakang yang saya miliki. Tidak muluk-muluk, cukup berada di ruang yang memungkinkan saya belajar dan berkontribusi.

Ternyata, perjalanan awalnya tidak sesederhana itu.

SK CPNS saya menempatkan saya di Seksi Urusan Agama Kristen. Saya sendiri beragama Islam. Di awal, perasaan saya campur aduk. Bukan soal keberagaman, itu bukan masalah tetapi soal ruang kerja. Saya datang dengan niat belajar dan berkontribusi, tapi perlahan saya menyadari bahwa tidak banyak hal yang bisa saya kerjakan di sana. Saya mencoba memahami alur, menyesuaikan diri, membantu sebisanya, tapi tetap ada jarak antara kebutuhan seksi dan kapasitas yang bisa saya berikan.

Sebulan pertama terasa lambat. Bukan karena tidak ada kemauan bekerja, tapi karena belum menemukan ruang untuk benar-benar berkontribusi.

Setelah sekitar satu bulan, saya diberi surat tugas ke Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Di titik ini, ritme kerja mulai terasa berbeda. Ada aktivitas yang lebih dinamis, ada interaksi langsung dengan kebutuhan masyarakat, dan ada persoalan nyata yang bisa disentuh.

Di sana, saya melihat satu hal yang cukup mengganggu pikiran saya.

Setiap hari, masyarakat datang ke kantor hanya untuk menanyakan hal-hal yang sebenarnya sederhana seperti syarat pendaftaran haji, estimasi keberangkatan, pembatalan, hingga pelimpahan porsi. Beberapa jemaah bercerita bahwa mereka harus menempuh perjalanan lebih dari satu jam bahkan dari kecamatan yang cukup jauh, hanya untuk memastikan satu informasi. Waktu, biaya, dan tenaga yang seharusnya bisa dihemat.

Dari situ muncul pertanyaan sederhana di kepala saya: kenapa harus datang jauh-jauh, kalau sebenarnya bisa dijawab lewat pesan singkat?

Saya lalu mengusulkan dan mulai mengerjakan sebuah chatbot WhatsApp layanan haji. Sebuah sistem sederhana yang bisa menjawab pertanyaan dasar masyarakat secara otomatis. Tidak rumit, tidak canggih berlebihan, yang penting fungsional dan mudah digunakan. Chatbot ini membantu menjawab pertanyaan seputar pendaftaran, estimasi keberangkatan, hingga layanan lain yang paling sering ditanyakan.

Bagi saya, itu momen penting. Saya merasa latar belakang saya sebagai Pranata Komputer akhirnya menemukan tempatnya. Saya melihat langsung bagaimana teknologi sederhana bisa memangkas jarak, mengurangi antrean, dan meringankan beban petugas.

Namun fase itu juga tidak berlangsung lama.

Ketika penyelenggaraan haji dan umrah kemudian berdiri sebagai kementerian tersendiri, posisi saya yang masih CPNS membuat saya harus kembali ke Kemenag. Tidak ada drama. Tidak ada perdebatan. Secara administratif, memang begitu aturannya.

Saya lalu ditempatkan di bagian Tata Usaha, tepatnya di PTSP.

Di PTSP, peran saya tidak terlalu banyak di sisi teknis. Saya lebih banyak mengamati. Mengamati bagaimana alur pelayanan berjalan, bagaimana tata naskah dinas disusun, bagaimana surat masuk dan keluar diproses, bagaimana ritme kerja di lini depan pelayanan publik. Saya masih meraba. Banyak hal yang belum saya pahami sepenuhnya.

Dan ketika saya masih berada di fase belajar dan mengamati itu, saya kembali diplotting ke bagian lain.

Kali ini, keuangan.

Sebagai Pranata Komputer, awalnya saya kembali bertanya-tanya: apa yang bisa saya lakukan di sini? Dunia keuangan terlihat jauh dari sistem dan kode. Tapi justru di sanalah saya belajar hal baru.

Saya mulai dari hal-hal kecil. Membantu mengotomasi pekerjaan yang berulang. Mengolah ratusan file PDF agar isinya bisa diubah secara massal. Menyusun cara agar data dari PDF bisa diinput otomatis ke format keuangan di Excel. Tidak besar, tidak strategis, tapi nyata dan terasa manfaatnya.

Di titik ini, saya mulai memahami sesuatu yang sebelumnya luput dari pikiran saya.

Bahwa Pranata Komputer bukan soal harus selalu berada di “bagian IT”. Tapi soal cara berpikir. Soal melihat pola, mencari efisiensi, dan membantu pekerjaan orang lain menjadi lebih ringan, di mana pun kita ditempatkan.

Dari Seksi Urusan Agama Kristen, Haji dan Umrah, PTSP, hingga Keuangan, saya belajar bahwa perpindahan tugas di awal menjadi CPNS bukan selalu tanda ketidaksesuaian. Kadang, itu cara sistem memperkenalkan kita pada keseluruhan wajah organisasi. Mengajarkan kita untuk tidak kaku pada jabatan, tapi fleksibel dalam kontribusi.

Hari ini, saya mungkin belum sepenuhnya berada di posisi ideal sesuai bayangan awal. Tapi saya tidak lagi merasa tersesat. Karena saya tahu, di setiap tempat, selalu ada ruang untuk memberi nilai asal mau melihatnya.

Refleksi: di awal menjadi CPNS, yang diuji bukan seberapa cepat kita berada di tempat yang pas, tapi seberapa mau kita belajar menemukan peran di situasi yang ada.

💬 Catatan kecil: Kalau kamu juga CPNS atau ASN yang pernah berpindah-pindah tugas, merasa belum sepenuhnya di tupoksi, atau sedang mencari ruang kontribusi, semoga tulisan ini bisa menemani. Mungkin kita sedang ada di fase yang sama, belajar fleksibel, belajar sabar, dan percaya bahwa setiap penempatan punya pelajarannya sendiri. Kalau kamu ingin berbagi cerita, saya akan senang membacanya di kolom komentar.

Ikuti seri tulisan ini di Medium, atau konek dengan saya lewat *https://www.linkedin.com/in/amiruddin09/ dan https://www.instagram.com/amrdn_9/ *supaya tidak ketinggalan cerita berikutnya.


메타데이터
post_id
e424d7971a65
slug
tentang-tugas-adaptasi-dan-proses-menjadi-e424d7971a65
url
https://medium.com/@amiruddin09/tentang-tugas-adaptasi-dan-proses-menjadi-e424d7971a65
canonical_url
https://medium.com/@amiruddin09/tentang-tugas-adaptasi-dan-proses-menjadi-e424d7971a65
author_url
https://medium.com/@amiruddin09
status
ok
fetched_at
2026-06-15 20:49:13