Drama Lapar
Photo by Inna Safa on Unsplash
Drama Lapar
Photo by Inna Safa on Unsplash
“Aku makan dulu, ya”
“Makan apa?”
“Makan nasi lah… apa lagi?”
“Apa tak bosan kamu? Sejak balita sampai umur 21 begitu, terus saja makan nasi”
“Hah… gendeng. Makan bukan soal bosan, itu kebutuhan. Sama kayak kamu tidur, apa tak bosan dari dulu tidur terus?”
“Betul, sih. Makan-tidur, meski kita bosan melakukannya, tetap saja harus dilakukan.”
“Ya sudah…nggak usah mikir yang tak penting. Aku tinggal dulu, dah.”
“Eh tunggu. Kamu beneran mau makan?”
“Apa lagi… IYA, aku makan! Kenapa emang.”
“He he. Aku minjem uang, dong.”
메타데이터
- post_id
- e42d4a84e2e7
- slug
- drama-lapar-e42d4a84e2e7
- url
- https://medium.com/lentera-literasi/drama-lapar-e42d4a84e2e7
- canonical_url
- https://medium.com/lentera-literasi/drama-lapar-e42d4a84e2e7
- author_url
- https://medium.com/@achrory23
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-14 20:20:37