Limbah Sekam Padi Bukan Sampah: Saatnya Menjadi Energi dan Peluang Ekonomi Desa
Dosen Pendamping Lapangan: Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI
Limbah Sekam Padi Bukan Sampah: Saatnya Menjadi Energi dan Peluang Ekonomi Desa
Dosen Pendamping Lapangan: Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI
Disusun oleh : Nafifah Vionorra Dwi Arsela 1122300102 Administrasi Bisnis

Dokumentasi dengan mitra Ketua Kelompok Tani di Desa Sidorejo Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik
Gresik, 13 Juli 2026 Pelatihan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket di Desa Sidorejo sebagai Wujud Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Limbah pertanian seringkali dipandang sebagai hasil samping yang tidak memiliki nilai guna. Padahal, apabila dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Salah satu limbah pertanian yang melimpah di Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik adalah sekam padi. Selama ini, sekam padi umumnya hanya ditumpuk atau dibakar setelah proses penggilingan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan Pelatihan Pemanfaatan Sekam Padi Menjadi Briket pada Senin, 13 Juli 2026 bertempat di kediaman Bapak Aruf selaku Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini berada di bawah pendampingan Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dilaksanakan oleh Sub Kelompok 7.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari demonstrasi dan diskusi yang dilakukan bersama mitra. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, mahasiswa menemukan bahwa sekam padi yang merupakan limbah hasil penggilingan padi belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, apabila diolah dengan tepat, sekam padi dapat menjadi briket biomassa yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi bahan bakar alternatif bagi masyarakat. Atas dasar tersebut, mahasiswa menghadirkan pelatihan sebagai bentuk solusi sederhana yang dapat diterapkan langsung oleh kelompok tani.

Dokumentasi demonstrasi pembuatan arang briket dari sekam padi
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan program kepada peserta. Selanjutnya, mahasiswa memberikan materi mengenai karakteristik sekam padi, manfaat briket sebagai bahan bakar alternatif, hingga peluang pengembangannya sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi. Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket yang dimulai dari proses karbonisasi sekam padi, penyaringan arang, pembuatan perekat menggunakan tepung kanji, pencampuran bahan, proses pencetakan, hingga tahap pengeringan. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan pembuatan briket dengan pendampingan mahasiswa sehingga setiap proses dapat dipahami dengan baik.
Menurut Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI selaku Dosen Pembimbing Lapangan, kegiatan pengabdian masyarakat hendaknya tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Pengabdian masyarakat merupakan sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus menghadirkan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Melalui pelatihan pemanfaatan sekam padi menjadi briket ini, saya berharap masyarakat memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga limbah pertanian tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tidak bernilai, melainkan sebagai potensi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat," ujar Zulkfikri Charis Darmawan, SE., M.SEI.
Nafifah Vionorra D.A., juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berarti karena mahasiswa dapat belajar secara langsung dari masyarakat sekaligus menerapkan ilmu yang dimiliki. "Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa pengabdian masyarakat bukan hanya tentang melaksanakan program kerja, tetapi juga tentang memahami kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan secara nyata. Interaksi bersama kelompok tani memberikan pengalaman berharga bagi kami untuk melihat bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Harapan saya, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sidorejo untuk memanfaatkan sekam padi menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi," ungkap Nafifah Vionorra D.A.
Sementara itu, Bapak Aruf selaku Ketua Kelompok Tani Desa Sidorejo mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, "Selama ini sekam padi lebih sering dibakar karena kami belum mengetahui cara lain untuk memanfaatkannya. Setelah mengikuti pelatihan ini kami mengetahui bahwa sekam padi ternyata dapat diolah menjadi briket yang bermanfaat sebagai bahan bakar alternatif. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dibagikan kepada anggota kelompok tani lainnya," ujar Bapak Aruf.
Pelaksanaan pelatihan ini membuktikan bahwa Pemanfaatan sekam padi menjadi briket tidak hanya memberikan alternatif pengelolaan limbah pertanian yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memahami pentingnya pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh Kelompok Tani Desa Sidorejo. Dengan demikian, sekam padi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, mampu mengurangi pencemaran lingkungan, serta berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok tani juga diharapkan terus terjalin sehingga berbagai potensi lokal dapat dikembangkan menjadi inovasi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sidorejo.

dokumentasi proses pembuatan
메타데이터
- post_id
- e479b201da6d
- slug
- limbah-sekam-padi-bukan-sampah-saatnya-menjadi-energi-dan-peluang-ekonomi-desa-e479b201da6d
- url
- https://medium.com/@vionorraaaa/limbah-sekam-padi-bukan-sampah-saatnya-menjadi-energi-dan-peluang-ekonomi-desa-e479b201da6d
- canonical_url
- https://medium.com/@vionorraaaa/limbah-sekam-padi-bukan-sampah-saatnya-menjadi-energi-dan-peluang-ekonomi-desa-e479b201da6d
- author_url
- https://medium.com/@vionorraaaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-15 21:11:46