← Back to list

Air Mata Pahlawan dan Harapan untuk Indonesia: Catatan dari Taman Literasi

Oleh: Tim PORAK (Podcast Rakyat) — Triyasacitya

Triyasacitya · 2026-01-20 03:25 · 0 claps · 2.2 min read
#literasi #buku #puisi #karya #nasionalisme
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎵 · Music & Audio ⚖️ · Law & Justice

Air Mata Pahlawan dan Harapan untuk Indonesia: Catatan dari Taman Literasi

Oleh: Tim PORAK (Podcast Rakyat) — Triyasacitya

Di tengah hiruk-pikuk awal tahun 2026, tim PORAK (Podcast Rakyat) berkesempatan untuk duduk sejenak di sudut hijau yang asri, yakni taman Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Jawa Barat. Di tempat yang menjadi saksi bisu perjalanan literasi rakyat ini, kami berbincang dengan Franky Elboin Lingga, seorang perantau asal Sumatera yang telah lama mendedikasikan hidupnya sebagai pekerja sosial di Tanah Sunda.

Franky bukan sekadar pekerja sosial; ia adalah seorang penyair yang dalam setiap tarikan napasnya membawa semangat kebangsaan yang membara.

Pramukti (host), Seny (videografer), dan Franky E Lingga (narasumber)

Pramukti (host), Seny (videografer), dan Franky E Lingga (narasumber)

Menumbuhkan Pahlawan dalam Diri: Dari “Rise Up Hero” hingga “Air Mata Pahlawan”

Perjalanan literasi Franky dimulai jauh sebelum hari ini. Dalam diskusi kami, ia menceritakan karya-karya awalnya seperti “Rise Up Hero” (terbit 2012) yang menitikberatkan pada pembaharuan hati dan identitas diri sebagai bangsa yang religius dan berbudi luhur. Baginya, semangat kepahlawanan adalah “darah” asli Indonesia yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

Namun, fokus utama kami kali ini adalah karya terbarunya yang sangat personal namun universal: “Air Mata Pahlawan: Merangkai Asa Membangun Bangsa”. Buku ini merupakan kumpulan puisi yang ia tulis selama 33 tahun — sejak tahun 1991 hingga 2024.

Antara Indonesia Raya dan “Negeri Konoha”

Satu hal yang menarik adalah latar belakang lahirnya puisi berjudul “Quo Vadis Kita” di dalam buku tersebut. Franky bercerita tentang keresahannya saat berbincang dengan sesama penggiat seni tentang fenomena generasi muda yang sering menjuluki negeri ini sebagai “Konoha” sebagai bentuk ejekan atau ketidakpuasan.

“Apakah air mata dan penderitaan pahlawan dalam memperjuangkan bangsa ini masih mempunyai arti bagi generasi kita saat ini?” tanya Franky reflektif. Baginya, kita memiliki pilihan: terus melangkah menuju Indonesia Raya atau sekadar terdampar dalam candaan “Konoha”. Melalui puisinya, Franky mengajak kita untuk memilih Indonesia yang agung, terutama menyongsong Indonesia Emas 2045.

Buku “Air Mata Pahlawan” karya Franky Elboin Lingga

Buku “Air Mata Pahlawan” karya Franky Elboin Lingga

Indonesia adalah Musikku: Harmoni dalam Perbedaan

Dalam sesi yang emosional, Franky membacakan sekaligus menyanyikan salah satu puisinya, “Tanah Airku Jayalah”. Ia menekankan bahwa karya ini memiliki “saudara spiritual” dengan lagu-lagu nasional seperti Satu Nusa Satu Bangsa dan Andika Bayangkari — semuanya memiliki muara yang sama: kerinduan akan kejayaan Indonesia.

Diskusi ditutup dengan penampilan lagu “Indonesia Musikku”. Franky mengutip sebuah filosofi indah bahwa manusia itu sendiri adalah musik; ada keteraturan dalam detak jantung dan keindahan dalam harmoni kehidupan. Baginya, Indonesia adalah musik yang indah dari seluruh sanubari.

Penutup: Setiap Rakyat Bisa Berkarya

Pesan terkuat Franky di akhir obrolan adalah ajakan untuk bertransformasi. Ia mengingatkan kita pada sosok Wage Rudolf Supratman, yang awalnya “hanya” seorang pemain band biasa, namun setelah mendapat sentuhan visi kebangsaan, ia mampu menciptakan Indonesia Raya.

“Mari kita jadikan keinginan yang luhur ini menjadi satu produk, jasa, pemikiran, atau karya literasi,” ajaknya. Bagi PORAK, Franky Elboin Lingga adalah bukti bahwa setiap rakyat, sekecil apapun kontribusinya, adalah pahlawan bagi masa depan bangsanya sendiri.

Artikel ini disadur dari diskusi Podcast Rakyat (PORAK) Episode 04. Tonton video lengkapnya di YouTube channel **Triyasacitya**.

[embed]


메타데이터
post_id
e4aaabf053af
slug
air-mata-pahlawan-dan-harapan-untuk-indonesia-catatan-dari-taman-literasi-e4aaabf053af
url
https://medium.com/@triyasacitya/air-mata-pahlawan-dan-harapan-untuk-indonesia-catatan-dari-taman-literasi-e4aaabf053af
canonical_url
https://medium.com/@triyasacitya/air-mata-pahlawan-dan-harapan-untuk-indonesia-catatan-dari-taman-literasi-e4aaabf053af
author_url
https://medium.com/@triyasacitya
status
ok
fetched_at
2026-06-24 18:57:25