← Back to list

07. the alchemy

“honestly, who are we to fight the alchemy?”

margo · 2026-06-17 16:43 · 0 claps · 3.5 min read
#fiction #nolan #para
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

07. the alchemy

“honestly, who are we to fight the alchemy?”

warning: might contain spoiler

Ritual nonton film bersama tadinya cuma milikku dan Hana.

Kami berdua suka berdiskusi soal film, terutama soal elemen musik di dalamnya. Hana suka menjabarkan efek scoring yang digunakan di suatu film pada emosi yang dia rasakan sebagai penonton, aku suka mendengarkannya.

Waktu kami masih bersama, orang pertama yang aku undang ke apartemen untuk menilai hasil kerjaku adalah Hana.

She got the privilege, always her, only her.

Putus darinya, aku ingin membuat kegiatan nonton film bersama ini nggak tereservasi untuk satu orang saja.

Aku mulai mengundang teman-temanku, meminta pendapat mereka soal hasil kerjaku. Bertanya pada mereka apa yang mereka rasakan saat mendengar musik tertentu bermain di bagian tertentu, mengevaluasi apakah target yang aku mau sudah berhasil ter-deliver dengan baik.

Now I feel like this is not a special activity anymore. Mungkin itu juga yang membuatku dengan mudah mengundang Paras untuk menonton film bareng, meskipun kami baru kenal beberapa bulan, dan interaksi kami terbatas soal kucing jalanan dan di persoalan jual-beli scarf.

Waktu pertama kali melihat dia nggak malu untuk menyuruh Deva dan aku untuk mengikuti akun bisnis rintisannya, aku tahu kalau aku bisa memercayakan kado ulang tahun Sofia ke tangan Paras.

“Wow, this scarf is so me!” Pertama kali membuka kadonya, Sofia langsung melakukan video call denganku sambil mencoba scarf biru dengan bunga Calla.

“Yea, happy birthday to you. Glad you like it,”

“Are you getting this customized? Because I swear I don’t even know the name of this flower — ” Dia mendekatkan scarf ke arah kamera, aku tertawa melihat responnya. “But this… is so close to me,”

“Agreed, the first time she showed me this design, I know you’ll react this way.”

“Oh, so it’s customized right?”

“Yup! You can check their insta, I’ll send you. Actually, the owner is someone I know,”

“Ooooh?”

Aku menaikkan bahu, “Met her on Hana’s wedding, she’s making scarf, loves cats, has a good humor,”

“I see you like her, huh?”

“You think so?” aku bertanya balik pada Sofia, karena aku juga nggak tahu jawabannya. “Next week we’re going to watch a movie together by the way — at my place…”

“Might as well figuring that out? Good luck, Dear Brother!”

Jadilah di hari yang sudah disepakati untuk menonton film hari ini, aku punya dua misi. Misi hari ini, selain membuat Maryam dan Paras duduk menyelesaikan satu film, adalah memastikan perasaanku ke Paras.

Paras duduk di sebelahku di karpet, di sofa, Maryam dan Deva ribut entah soal apa. Aku diam-diam sejak tadi memperhatikan Paras yang agak lebih pendiam dari biasanya.

Aku mengambil satu bowl berisi popcorn yang tadi dimasak Maryam di dapurku, menyerahkannya ke Deva. Lalu mengambil satu bowl lainnya, menyerahkannya ke Paras.

“Yang rasa apa ini?” tanyanya, menoleh ke Maryam.

Aku melihat Maryam mendekatkan hidung ke bowl popcorn di tangannya, “Yang ini cheese, harusnya yang itu mellow magic,”

“Oke, aku mau yang ini.” ujar Paras, lalu tiba-tiba menoleh ke arahku. “Mas Nolan nggak apa-apa kan, popcornnya manis?”

Aku tersenyum, “It’s okay,”

Bowl popcorn itu lalu ia letakkan di antara kami.

Lampu ruang tengah sebagian aku matikan, cahaya dari layar televisi di depan mendominasi saat film mulai terputar.

Aku menonton Flow tiga kali, mengalihkan fokus dari layar dan melirik ke arah Paras berkali-kali nggak membuatku merasa rugi.

Mata bulatnya terlihat lebih berbinar, fokusnya penuh pada film di depan. Menyenangkan melihat ekspresinya berubah-ubah dengan cepat. Caranya memeluk kaki Maryam saat layar menampilkan Si Kucing Hitam berlari dikejar kawanan anjing.

“Lari, pleaseeeee!”

“Aduh aku ikut degdegan,”

Aku menggigit bibir menahan senyum.

“Ayaaaang! Capybaranya lucu banget!” seru Paras sambil memeluk bantal sofa.

Di belakang, Deva menyahut, “Kaya Nolan, jir. Yang penting turu!”

Paras menoleh cepat ke arahku, matanya menilai. “Nggak, ah. Mas Nolan lebih mirip itu, kucing itemnya. Capybara ini mah kaya Ayang!” komentarnya.

“Kenapa aku lebih mirip kucing itemnya?”

Paras mengangkat bahunya, “Mirip aja, pokoknya!” setelah itu aku nggak bertanya lagi, membiarkannya kembali menikmati jalan cerita.

Berbeda dengan Paras yang hanya sesekali berkomentar, sejak tadi Maryam dan Deva sangat berisik. Semua hal mereka komentari. “Ssssst!” aku menahan tawa melihat Paras memukul kecil kaki Maryam, kedua mata bulatnya melotot berusaha mengancam Maryam untuk diam. Lalu secepat kilat perhatiannya teralihkan lagi ke Kucing Hitam yang sekarang sudah punya kawanan.

Sejujurnya, aku menantikan reaksi Paras saat film ini sampai di bagian The Secretary Bird nggak diterima lagi oleh kawanannya. Saat layar menunjukkan scene yang aku maksud, aku diam-diam melirik ke arah Paras lagi.

Wajahnya yang ter-highlight cahaya dari televisi tertutup sebagian karena ia meringkuk memeluk bantal sofa. Air mata mengalir di pipinya. Rasanya begitu mengejutkan saat ia mendadak menoleh pelan ke arahku. Mata bulatnya masih berkaca-kaca. My first time seeing someone so beatiful when she’s crying, kinda nervous.

“Kasihaaaan,” katanya setengah bergumam, setengah merengek.

Seperti kehilangan kontrol atas tubuhku sendiri, aku baru sadar kalau telapak tangan kiriku sudah berada di atas rambut hitamnya yang panjang. Bergerak pelan mengelusnya karena gemas.

Saat matanya mengerjap, barulah aku tersadar. Menarik tanganku dan berusaha bersikap biasa saja.

Susah saat Deva dan Maryam nggak berhenti berdehem menggoda.

Aku masih merasakan sesuatu menggelitik dan membuatku nggak bisa berhenti tersenyum, saat aku melirik ke arah Paras, ternyata ia juga sedang melirik ke arahku.

Nanti, aku harus kasih tau Sofia. Sepertinya, aku sudah menemukan jawabannya.


메타데이터
post_id
e4d92211a09d
slug
07-the-alchemy-e4d92211a09d
url
https://medium.com/@96-hz/07-the-alchemy-e4d92211a09d
canonical_url
https://medium.com/@96-hz/07-the-alchemy-e4d92211a09d
author_url
https://medium.com/@96-hz
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01