ASI Bukan Pengganti Imunisasi
#5: ASI sangat penting, tetapi tidak bisa menggantikan perlindungan spesifik yang hanya bisa didapat melalui imunisasi.
ASI Bukan Pengganti Imunisasi
#5: ASI sangat penting, tetapi tidak bisa menggantikan perlindungan spesifik yang hanya bisa didapat melalui imunisasi.

Tangkapan layar TikTok, Habib Muhammad Assegaf Kandangan menyampaikan klaim bahwa imunisasi dapat menyebabkan anak sakit bahkan meninggal dunia, dan menyebut air susu ibu (ASI) sebagai imunisasi terbaik.
Narasi yang Beredar
Beredar video di TikTok dari akun “habib_muhammad_assegaf” (arsip) menampilkan Habib Muhammad Assegaf Kandangan yang menyatakan bahwa imunisasi khususnya campak dan polio, tidak perlu diikuti karena banyak dampak negatifnya dibanding manfaatnya.
Ia mengklaim imunisasi dapat menyebabkan anak sakit bahkan meninggal dunia, dan menyebut air susu ibu (ASI) sebagai imunisasi terbaik. Dia juga menyatakan bahwa pihak pemberi imunisasi tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kematian pada anak.
Penelusuran Fakta
Imunisasi tidak Menyebabkan Kematian
Klaim bahwa imunisasi campak dan polio menyebabkan kematian adalah tidak benar. Vaksin campak (MR/MMR) dan polio adalah vaksin yang sangat aman dan efektif.
Vaksin-vaksin tersebut telah melalui uji klinis ketat dan terus dipantau keamanannya. Efek samping yang serius sangatlah jarang. Sebaliknya, penyakit campak dan polio sendiri justru sangat berbahaya dan dapat menyebabkan komplikasi parah seperti pneumonia, ensefalitis (radang otak), kelumpuhan, dan kematian.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa vaksinasi telah menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun dan berperan besar dalam memberantas penyakit seperti polio.
ASI vs. Imunisasi
Klaim bahwa ASI adalah imunisasi terbaik dan dapat menggantikan vaksinasi adalah menyesatkan. ASI memang mengandung antibodi yang sangat penting untuk meningkatkan kekebalan bayi dan melindungi dari berbagai infeksi.
Namun, perlindungan dari ASI bersifat sementara dan tidak spesifik untuk penyakit-penyakit berbahaya seperti campak dan polio. Imunisasi memberikan perlindungan spesifik dan jangka panjang dengan merangsang tubuh anak untuk memproduksi antibodinya sendiri terhadap virus atau bakteri tertentu.
ASI dan imunisasi adalah dua hal yang saling melengkapi, bukan pengganti.
Tanggung Jawab atas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
Klaim bahwa pihak pemberi imunisasi tidak bertanggung jawab adalah tidak akurat. Indonesia memiliki sistem pelaporan dan penanganan KIPI yang sangat baik.
Setiap laporan KIPI akan diselidiki secara mendalam oleh tenaga kesehatan dan komite khusus untuk menentukan apakah ada hubungan kausal dengan vaksin.
Program imunisasi nasional juga menyediakan kompensasi bagi kasus KIPI berat yang terbukti memiliki hubungan kausal dengan imunisasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
“Dulu tidak ada Imunisasi”
Narasi bahwa manusia dulu sehat-sehat saja tanpa imunisasi adalah keliru. Sebelum imunisasi tersedia, penyakit-penyakit seperti campak, polio, dan difteri merajalela dan menyebabkan ratusan ribu anak cacat permanen atau meninggal setiap tahunnya.
Keberhasilan imunisasi justru membuat generasi sekarang tidak menyaksikan wabah penyakit-penyakit tersebut, sehingga memunculkan anggapan bahwa penyakit itu tidak berbahaya.
Kesimpulan
Klaim bahwa imunisasi campak dan polio menyebabkan kematian pada anak adalah tidak benar.
Imunisasi telah diakui secara global oleh dunia kedokteran dan organisasi kesehatan seperti WHO sebagai intervensi kesehatan yang paling efektif dan aman dalam mencegah penyakit, kecacatan, dan kematian.
ASI, meski sangat penting untuk kekebalan anak, tidak dapat menggantikan peran imunisasi dalam memberikan perlindungan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya.
Oleh karena itu, klaim narasi dalam video tersebut tidak berdasar secara ilmiah dan masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Referensi
- Tirto: Tidak Benar Narasi ASI Bisa Ganti Imunisasi untuk Campak & Polio.
- IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia): – Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat, dan Kematian Bayi — Balita. – Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat, dan Kematian Bayi – Balita (Bagian 1). – Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat, dan Kematian Bayi — Balita (Bagian 2).
- [Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi](http://peraturan.bpk.go.id/Download/102930/Permenkes Nomor 12 Tahun 2017.pdf).
- Situs resmi Keamanan Vaksin Kemenkes (tugas Komnas PP-KIPI & pelaporan)
- Penjelasan WHO tentang bahaya penyakit campak dan polio serta manfaat imunisasi.
- Informasi American Academy of Pediatrics tentang keamanan dan efektivitas vaksin MMR.
- Rincian mengenai MMR vaccine, efektivitas, dan efek sampingnya.
- Laporan AP News tentang wabah campak di Indonesia yang menyebabkan 17 kematian dan pemicu imunisasi massal.
- WHO: Vaccines and immunization: What is vaccination?
- UNICEF: – Vaccines and the diseases they prevent. – Parents’ most frequently asked questions about vaccines.
- CDC: Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination: What Everyone Should Know.
메타데이터
- post_id
- e50285dbb210
- slug
- asi-bukan-pengganti-imunisasi-e50285dbb210
- url
- https://medium.com/@cekfakta/asi-bukan-pengganti-imunisasi-e50285dbb210
- canonical_url
- https://medium.com/@cekfakta/asi-bukan-pengganti-imunisasi-e50285dbb210
- author_url
- https://medium.com/@cekfakta
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 18:58:55