← Back to list

Bensinku Ada Banyak, Rupa Rupa Warnanya

Kenapa sih bensin banyak banget jenisnya?

Thea in Kolom ApplePi · 2025-06-01 01:21 · 114 claps · 2.5 min read
#fuel #fuel-economy #engineering #kolom-applepi #knowledge
Open on Medium ↗

Bensinku Ada Banyak, Rupa Rupa Warnanya

Photo by Szasa Amanda on Unsplash

Photo by Szasa Amanda on Unsplash

“Perta**x 30,000 ya, mbak” “Pert***e nya 50,000 ya mbak”

Apa sih bedanya? Kenapa macam-macam banget? Bikin pusing. Eits, ada alesannya lho kenapa bensin itu ada banyak jenis. Apa saja jenisnya? Kita bahas yuk!

Kenapa Sih Bensin Banyak Jenisnya?

Pernah nggak sih kamu bingung, kenapa bensin itu ada banyak jenis? Jawabannya sebenarnya sederhana: karena bensin itu disesuaikan dengan kebutuhan pembakaran dari mesin kendaraan. Nah, mesin kendaraan sendiri, jenisnya macam-macam banget dan tiap mesin punya kebutuhan kompresi yang berbeda.

Kompresi

Sebelum bahas lebih jauh, kita pahami dulu gimana proses pembakaran di mesin kendaraan. Jadi, pertama-tama udara dan bensin dicampur, lalu dimasukkan ke ruang bakar. Selanjutnya, di dalam ruang itu, piston akan menekan campuran tersebut — proses ini disebut kompresi. Kemudian, busi memercikkan api, menyambar campuran bensin dan udara tadi, dan terjadilah pembakaran. Hasil pembakaran ini menciptakan tekanan yang menggerakkan piston, dan akhirnya kendaraan bisa jalan. Sesimpel itu, secara garis besar.

Kendaraan dengan rasio kompresi yang tinggi membutuhkan tekanan yang besar saat pembakaran. Sebaliknya, kendaraan dengan kompresi rendah nggak butuh tekanan sebesar itu. Jeng Jeng! Muncullah berbagai macam bensin untuk mengatasi itu.

Kenalan sama RON

Bensin dikategorikan berdasarkan RON, atau Research Octane Number. Apa tuh RON? Bukan, ini bukan temennya Harry Potter. RON adalah angka yang menunjukkan seberapa kuat bensin bisa menahan tekanan sebelum terbakar sendiri saat proses kompresi.

Semakin tinggi RON-nya, semakin tahan dia terhadap tekanan tinggi. Kalau bensin dengan RON rendah dipakai di mesin berkompresi tinggi, bisa muncul yang namanya knocking — bunyi seperti ledakan kecil (ctek ctek ctek). Knocking ini bisa merusak mesin (terutama piston dan kepala silinder), bikin tenaga mesin turun, dan konsumsi bensin jadi boros karena pembakarannya nggak sempurna.

Kalau Begitu, Pake RON Tinggi aja?

Eits, tunggu dulu. Nggak semua kendaraan cocok pakai bensin RON tinggi. Kalau mesin kendaraanmu berkompresi rendah, pakai RON tinggi malah nggak efisien. Pembakarannya jadi nggak optimal, tenaganya nggak nambah, dan kamu cuma buang-buang uang karena harga RON tinggi itu mahal. Jadi prinsipnya: right man in the right place lah. Bensin yang tepat untuk mesin yang tepat.

Biar Gampang, Ini Panduannya:

  • Kompresi rendah (motor/ mobil lawas): cocok pakai RON 88–90, karena mesinnya nggak butuh tekanan tinggi
  • Kompresi sedang (motor/ mobil keluaran baru): RON 90–92, karena lebih aman dan juga efisien
  • Kompresi tinggi (mobil sport, mobil mewah): RON 95 ke atas, supaya pembakarannya tepat dan tidak merusak mesin

Terus, Katanya di Jepang Pakai RON Lebih Rendah?

Iya, bener. Tapi jangan langsung dibandingkan mentah-mentah ya, soalnya standar pengukurannya beda. Misalkan di Indonesia dan banyak negara lain, kita pakai standar RON. Sementara di Jepang dan Amerika, yang dipakai adalah AKI (Anti-Knocking Index), yang dihitung dengan rumus:

AKI = (RON + MON) / 2

MON sendiri adalah Motor Octane Number, angka yang didapat dari pengujian RON yang diukur dalam kondisi mesin lebih berat.

Jadi, misalnya di Jepang tertulis AKI 87, maka itu setara dengan RON 91–92 di Indonesia. Jadi kelihatannya lebih rendah, padahal setara atau bahkan lebih tinggi.

Selain itu, kualitas bensin di tiap negara juga beda. Jepang, misalnya, proses penyaringan lebih bersih, zat aditif lebih bagus, dan campuran etanol atau biofuel-nya lebih presisi. Bahkan, mesinnya juga dikalibrasi ulang, ECU-nya disesuaikan, dan rasio bahan bakarnya diatur agar cocok dengan bensin lokal. Jadi meski mobilnya sama, perlakuannya beda.

Jadi, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Intinya, kenali kendaraan kita. Biasanya jenis bensin yang disarankan tercantum di buku manual. Kalau bingung, bisa juga tanya ke dealer tempat kamu beli kendaraan. Simpulannya, pakai bensin yang sesuai, mesin jadi lebih awet, performa tetap optimal, dan kantong juga nggak cepat kempes.

Source:


메타데이터
post_id
e56fa5e5aace
slug
bensinku-ada-banyak-rupa-rupa-warnanya-e56fa5e5aace
url
https://medium.com/kolom-applepi/bensinku-ada-banyak-rupa-rupa-warnanya-e56fa5e5aace
canonical_url
https://medium.com/kolom-applepi/bensinku-ada-banyak-rupa-rupa-warnanya-e56fa5e5aace
author_url
https://medium.com/@thea24
status
ok
fetched_at
2026-06-12 07:40:50