Kritik Pasca-Anarkisme dan Kritik terhadap Kritikannya
Gak ada hubungan sama tulisannya sih, tapi cover album buddy rich yang ini asik dah
Kritik Pasca-Anarkisme dan Kritik terhadap Kritikannya

Gak ada hubungan sama tulisannya sih, tapi cover album buddy rich yang ini asik dah
Pasca-anarkisme digadang-gadang sebagai awal kemajuan anarkisme dalam menanggapi tantangan zaman yang terus berubah. Ya, tidak salah juga, toh, anarkisme klasik sudah cukup tumpul dalam membedah problema negara masa kini yang kian kompleks. Akan tetapi, ada beberapa hal yang saya rasa perlu diperhatikan dalam berkembangnya alat bedah baru tersebut.
Pasca-anarkisme (PA) mencoba menyuntikan ide-ide pasca-strukturalisme dan pasca-modernisme pada tubuh anarkisme klasik. Saya cukup setuju dengan rencana tersebut sebab saya rasa memang ada beberapa hal pada masa kini yang cukup perlu untuk dibedah dengan kacamata pasca-modernisme (PM) dan pasca-strukturalisme (PS). Sebutlah problema bahasa, wacana, kekuasaan, analisis kelas marx yang mulai usang, dan interseksionalitas penindasan di bawah dunia yang kian mengkompleks. Walau begitu, sama seperti problema PM dan PS, PA selalu memberikan jawaban abstrak yang kian menyulitkan untuk beberapa golongan tertentu. Seperti TAZ oleh Hakim Bey atau Nomad War Machine oleh Deleuze. Pertanyaannya adalah apakah teman-teman disabilitas dan orang-orang miskin yang menanggung beban 5 anak mampu melakukan hal tersebut? Jelas sulit bukan. Solusi-solusi seperti inilah yang terkadang membuat PA insensitif dengan golongan-golongan yang mereka sendiri bela. Walau memang, bentuk komunitas otonom sementara tersebut dibentuk sebagai ruang singgah untuk beristirahat dan tetap melaksanakan penghancuran total kepada negara, apa berarti yang dapat beristirahat hanya yang mampu? Maka dari itu, tidak heran banyak yang mencap para akademisi PA sebagai elitis baru sebab mereka hanya asik menulis anarkisme dengan kacamata psikoanalisis pada ruang ber-AC sedangkan golongan-golongan miskin tertindas di luar ruang kerja kampus mereka hanya bisa lapar.
Akan tetapi, saya juga akan membela PA pada beberapa poin. Allan Antllif menuliskan bahwa tuduhan deterministik dan terlalu berpegangan pada sains kepada anarkisme klasik merupakan tuduhan tak berdasar sebab banyak anarkis klasik sudah membicarakan pluralitas tersebut. Tetapi menurut saya, menggunakan Stirner sebagai contoh adalah lelucon terbesar dalam argumennya. Stirner memang tidak pernah dianggap sebagai anarkis klasik, dia selalu dipandang sebagai proto-PA atau proto-PS/PM. Hal ini menjadi salah satu hal yang meruntuhkan argumen Antllif bahwa anarkisme klasik sudah menyadari tersebut. Selain daripada itu, saya rasa Antllif tidak sadar betapa tergila-gilanya Kropotkin dengan sains biologi. Memang betul itu hanya penguat argumen bahwa ada ‘kemungkinan besar’ bahwa manusia dapat hidup secara bersamaan dan dasarnya baik tetapi penggunaan sains sebagai dasar menjadikan seolah-olah anarkisme klasik tidak terbantahkan. Jikalau Antllif menuduh PA melakukan ‘cherry-picking’ bukankan dirinya juga? Oke, saya setuju jikalau menggeneralisir semua pemikir anarkis klasik dengan tuduhan deterministik oleh PA juga tidak dapat dibenarkan, akan tetapi semangat masa pencerahan dan humanisme pada anarkis klasik masih sangat terasa.
Selanjutnya tuduhan bahwa para PA melupakan teori kelas dan penindasan berdasar kelas ekonomi, saya rasa juga tidak tepat. Para PA tidak lagi mengarisbawahi hal tersebut bukan karena hal itu tidak penting melainkan karena hal tersebut sudah sangat jelas. Jikalau Marx telah membeberkan segala kontradiksi dalam sistem kapitalisme, untuk apa para PA meneruskan hal tersebut lagi. Saya rasa itu sudah cukup jelas. Para PA hanya mencoba merambah pada area yang belum terjamah oleh analisis anarkis pada masa kini. Apakah para PM dan PS masih menjelaskan nihilisme? Saya rasa tidak perlu sebab sudah jelas mereka terinspirasi oleh banyak karya Nietzsche.
Sebab itu, saya rasa sudah cukup jelas bahwa PA bukanlah mazhab baru yang jauh lebih tinggi derajatnya dibanding anarkisme klasik. Ia hanya anarkisme yang menyuntikan cara-cara baru dan analisis baru untuk menanggapi tantangan zaman. Maka, saya rasa tidak perlu ada fundamentalis anarkis ataupun elitis anarkis, karena bagi saya kita semua tetap berdiri pada bendera yang sama yaitu bendera hitam sebab kita berkabung atas kematian kebebasan di bawah konsep negara.
메타데이터
- post_id
- e59e5c38697a
- slug
- kritik-pasca-anarkisme-dan-kritik-terhadap-kritikannya-e59e5c38697a
- url
- https://medium.com/@pemancungkepala/kritik-pasca-anarkisme-dan-kritik-terhadap-kritikannya-e59e5c38697a
- canonical_url
- https://medium.com/@pemancungkepala/kritik-pasca-anarkisme-dan-kritik-terhadap-kritikannya-e59e5c38697a
- author_url
- https://medium.com/@pemancungkepala
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-27 21:01:28