Catatan di Penghujung Mei
Makasih banyak udah bikin Mei kali ini terasa sangat berarti..
Catatan di Penghujung Mei
Mau makasih banyak buat orang-orang yang bikin Mei kali ini terasa sangat, sangat, sangat berkesan dan berarti.
Foto oleh Ashkan Forouzani di Unsplash
Haiiii, siapapun yang lagi baca ini semoga dalam keadaan sehat dan senang di manapun beradaaa.
Nggak kerasa udah sampai di penghujung bulan Mei. Ada banyak rencana liburan sama beberapa orang, tapi nggak pernah kepikiran sama sekali kalau akhirnya bisa birthday trip sama orang-orang yang sifatnya sangat bertolak belakang, wkwkwk.
Diajak lihat citylight meski tempat awalnya sebenernya bukan di situ, tapi ternyata tetep buagus banget. Ditemenin makan ramen terenak meski harganya luar biasa muahal. Ditemenin ke cafe ala luar negeri padahal dia sendiri udah pernah ke sana sebelumnya.
Sempet kepikiran kalau mungkin orang bakal malas datang ke tempat yang sama dua kali. Seperti kata salah satu orang, “ngapain datengin tempat yang sama lagi kalau bisa cari tempat baru?”
Tapi syukurnya dia berbeda. Bahkan dia nggak keberatan nemenin gue ke tempat yang sebenarnya udah pernah dia datangi, cuma karena gue pengen lihat dan belum pernah ke sana.
Di tengah gempuran kiriman hadiah yang datang bertubi-tubi, kadang gue sampai mikir, “emang apa sih yang udah gue lakuin sampai bisa diperlakukan sebaik ini oleh orang-orang yang gue sayang?”
Setiap kali menerima kasih sayang sebanyak ini, reaksi gue malah : “Emangnya gue pantas menerima semua ini?”
Dikasih kiriman brownies coklat kesukaan dan jajanan lain yang super duper enak semua.
Dibeliin kopi favorit dari coffe shop langganan dengan tulisan gemes.
Bisa lihat aquarium yang isinya ikan kecil-kecil kayak di film-film. Ada nemo juga yang ternyata sekecil ituuu. Wkwkwkwk gemessss.
Dapat pengalaman baru naik kereta tapi malah nggak kebagian kursi. Wkwkwk, ini kocak banget sihhh. Akhirnya kita bolak-balik cari sambungan antargerbong yang kosong buat duduk ngemper.
Ditemenin ke gerbong makan buat ngerasain hot coklatnya KAI yang ternyata bener-bener hot guysss.
Pas pertama kali masuk ke gerbong makan, ternyata suasananya nggak jauh beda sama gerbong lain. Yang membedakan cuma deretan meja makan di tengah.
Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang telah mengirimkan dan menggerakkan banyak orang di sekeliling untuk menjadi perpanjangan tangan-Nya dalam memberi kasih dan sayang.
Masih ada satu orang lagi yang kehadirannya selalu dinantikan sampai detik ini, tapi rupanya tak kunjung datang. Hahaha.
Kadang orang nggak sadar kalau ucapan kecil yang menurut dia ringan, bisa jadi sesuatu yang benar-benar ditunggu oleh orang lain.
But it’s okeyyy. Mau gimana lagi kan? Mungkin dia emang sesibuk itu dengan semua tugas kuliah dan kegiatan lainnya. Tuhan udah kasih limpahan kasih sayang-Nya melalui yang lain.
Terima kasih, di tengah kesibukanmu yang padat itu, sudah meluangkan waktu untuk mengirim pesan padaku, mendoakan banyak hal baik untuk diriku, membuat video untuk merayakanku.
Mengapa repot-repot bertanya pada orang lain tentang kopi apakah yang biasa kubeli di coffe shop langgananku? Kau bisa bertanya padaku, lalu akan kuberitahu semua yang ingin kau tahu.
Si pintar satu itu sepertinya nggak pernah kehabisan ide. Hingga pada akhirnya meminta orang lain untuk memberikan kue untukku, tanpa sempat kutebak bahwa itu darimu.
Terima kasih, yaa. Aku tahu kau selalu memperhatikanku dari sana, tapi tetap saja, aku rindu dan ingin kau ada di sisiku… setidaknya di momen ini.
Tenang saja, aku percaya kau sudah mengupayakan yang kau bisa meski dari jauh. Semoga kau tidak merasa bersalah, karena aku pun harus berulang kali berperang dengan diriku sendiri untuk tidak terlalu mengharapkanmu ada di sini.
Aku mencoba memahami kamu… sambil diam-diam membereskan kecewaku sendiri.
Aku sedang belajar memahami bahwa tidak semua yang kita rindukan bisa benar-benar datang, meski hadirnya terus kita tunggu dalam diam.
Jatah umur di dunia berkurang lagi. Nggak ada yang tahu apakah tahun depan manusia satu ini masih diberi nyawa atau tidak.
Maka dari itu, mau berterima kasih banyak sekali lagi untuk orang-orang baik yang meluangkan waktunya untuk mendoakan, menemani, menulis surat, memberi, mengirim kue, dan menyayangi diri ini.
Kalian sangat baiiiiik sekali. Semoga Tuhan sayangi kita dan senantiasa menjaga kita dalam lindungan-Nya, di manapun berada.
Terima kasih banyak untuk semua doa-doa baik dan harapan indah yang ditujukan untuk manusia satu ini.
Untuk semua hadiah yang disiapkan dengan sepenuh hati, untuk setiap bentuk perayaan yang disampaikan dengan beragam cara, untuk waktu yang sempat diluangkan di tengah kesibukan, serta untuk kata-kata manis dan hangat yang diberikan….
Semoga Tuhan membalas setiap kebaikan kalian berkali-kali lipat lewat banyak hal baik dalam hidup.
Semoga setiap doa yang kalian langitkan buat gue dikabulkan, dan kembali ke kalian dalam bentuk terbaik dari-Nya.
Love you guys sooo much. Rasanya pengen peluk satu-satu, tapi nggak bisa wkwkwk.
Fii amanillah 🤍
Ditulis pada tanggal 31 Mei 2026 Diedit pada tanggal 6 Juni 2026.
메타데이터
- post_id
- e69ba2d34186
- slug
- catatan-di-penghujung-mei-e69ba2d34186
- url
- https://medium.com/@meiarml/catatan-di-penghujung-mei-e69ba2d34186
- canonical_url
- https://medium.com/@meiarml/catatan-di-penghujung-mei-e69ba2d34186
- author_url
- https://medium.com/@meiarml
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30