Social Media Planning
Social Media Marketing Series from Digital Marketing Path MySkill.id
Social Media Planning
Social Media Marketing Series from Digital Marketing Path MySkill.id
**Yuk subscribe** untuk mendapatkan email notifikasi setiap ada artikel terbaru oleh MySkill
Merancang konten yang seimbang antara keinginan audiens dengan kebutuhan brand sangat penting dalam strategi pemasaran media sosial. Hal ini karena audiens tidak ingin melihat konten yang terlalu banyak mengiklankan atau mempromosikan produk secara langsung, tanpa memberikan nilai tambah yang bermanfaat bagi mereka. Sebaliknya, audiens cenderung lebih tertarik pada konten yang memberikan informasi yang bermanfaat, menghibur, atau menginspirasi, sambil tetap mempromosikan merek secara tidak langsung.
Pentingnya Merancang Konten yang Seimbang:
A. Meningkatkan kredibilitas merek
Ketika merek dapat menghasilkan konten yang relevan dan bermanfaat bagi audiens, ini akan meningkatkan kredibilitas merek di mata audiens. Merek akan dilihat sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya, dan bukan sekadar sumber iklan atau promosi semata.
B. Meningkatkan Engagement audiens
Konten yang menarik perhatian audiens dan memberikan nilai tambah yang bermanfaat dapat meningkatkan engagement audiens dengan merek. Ketika audiens merasa bahwa konten yang mereka konsumsi bermanfaat, mereka akan lebih mungkin untuk berinteraksi dengan konten dan bahkan membagikannya dengan orang lain.
C. Meningkatkan Brand Awareness
Konten yang seimbang antara kebutuhan audiens dan kebutuhan merek dapat meningkatkan kesadaran merek. Dengan menghasilkan konten yang berkualitas dan relevan, merek dapat menarik perhatian audiens dan memperluas jangkauan merek di media sosial.
D. Mengurangi Resiko Unfollow
Jika brand terlalu banyak memposting konten yang berfokus pada penjualan, audiens dapat merasa terganggu atau bahkan merasa bahwa merek tidak memperhatikan kebutuhan mereka. Ini dapat menyebabkan audiens berhenti mengikuti atau bahkan memblokir merek di media sosial.
Contoh nyata dari konten yang seimbang antara keinginan audiens dan kebutuhan brand adalah kampanye #RealBeauty dari Dove. Dove membuat kampanye untuk mempromosikan produk perawatan tubuh mereka sambil mempromosikan kecantikan yang sebenarnya dan memperjuangkan kesetaraan bagi wanita. Mereka membuat konten edukasi tentang masalah kepercayaan diri pada wanita, konten inspirasi tentang kecantikan yang sebenarnya, dan konten hiburan tentang mencintai tubuh mereka.
Melalui kampanye ini, Dove berhasil menarik perhatian audiens mereka, sementara tetap menjaga keseimbangan antara pesan merek dan keinginan audiens. Dove juga menciptakan keterlibatan yang kuat dengan audiens mereka dan memperkuat citra merek mereka sebagai merek yang peduli dan memperjuangkan kesetaraan.
Merancang Brand Image dari Social Media
Merancang brand image dari akun sosial media sangat penting untuk membangun merek yang kuat dan terkenal di platform media sosial. Hal ini akan membuat akun kamu memiliki kejelasan identitas, positioning dan persepsi yang kuat di mata audiens sebagai suatu wajah dari brand.
Contoh nyata dari Brand Image yang kuat bisa dilihat dari akun media sosial National Geographic. Core Identity dari merek ini adalah penjelajahan, keajaiban alam, dan keindahan. Lalu, mereka memiliki content yang terdiri dari beberapa topik, seperti binatang, keajaiban alam, dan budaya. Mereka juga menggunakan hashtag unik, seperti #NatGeoTravel, #NatGeoWild, dan #NatGeoPhoto untuk memperkuat identitas brand mereka dan membuat konten mereka mudah ditemukan di media sosial.
Contoh lain adalah Coca-Cola. Coca-Cola memiliki ciri akun yang kuat dengan logo merah-putih ikoniknya dan font yang khas, serta konten yang berkaitan dengan kegembiraan, persahabatan, dan kesenangan. Konten mereka seringkali menampilkan orang-orang yang menikmati Coca-Cola bersama-sama, sesuai dengan citra yang ingin dibangun.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk merancang brand image yang kuat dari sebuah akun sosial media:
- Tentukan Karakter & Pesan dari Brand: Identifikasi value, karakter dan pesan utama dari brand Anda. Akun Anda ingin dikenal sebagai sosial media yang seperti apa? Informasi seperti apa yang ingin disampaikan?
- Tentukan Personality Brand: Berdasarkan karakter yang dibuat, Anda dapat menentukan pembawaan brand Anda di sosial media. Apakah Anda ingin terlihat sebagai merek yang lucu dan santai atau serius dan profesional?
- Gunakan Gaya Visual yang Konsisten: Pastikan bahwa brand image Anda memiliki gaya visual yang konsisten di seluruh platform media sosial Anda. Ini akan membantu audiens Anda mengenali brand Anda dengan mudah.
Merancang Content Pillar
Setelah menentukan identitas utama dari akun sosial media, saatnya merancang topik / rubrik konten dari sosial media yang biasa disebut sebagai Content Pillar. Hal ini akan membantu kamu membuat konten yang variatif dan memancing engagement audiens karena tidak monoton pada satu topik seperti hard-selling saja.
A. Pahami Audiens
Mengenali Kebutuhan dan Preferensi Audiens: Memahami audiens yang ditargetkan dapat membantu dalam menentukan jenis konten apa yang paling disukai oleh mereka, bahasa apa yang digunakan dalam komunikasi, dan bagaimana brand dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih baik. Dengan mengetahui preferensi audiens, brand dapat merancang konten yang lebih efektif untuk meningkatkan engagement dan konversi.
B. Mengenali Kompetitor
Dengan memahami konten yang dihasilkan oleh kompetitor, brand dapat mengetahui kelemahan dan kekuatan konten mereka, dan mengambil pelajaran dari konten-konten tersebut. Dengan begitu, brand dapat menemukan celah untuk menghasilkan konten yang lebih unik, menarik, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi audiens.
C. Identifikasi Topik Utama / Content Pillar
Cari tahu topik-topik yang paling relevan dengan merek Anda dan minat audiens Anda. Ini dapat meliputi topik / pillar yang berkaitan dengan produk atau layanan Anda, tren industri, atau topik yang relevan dengan audiens Anda. Content pillar adalah topik utama yang digunakan sebagai landasan atau dasar dari konten yang akan dipublikasikan secara berkala. Misalnya, merek kosmetik mungkin memiliki content pillar tentang kecantikan, kesehatan kulit, tips makeup, dan tutorial perawatan wajah.
D. Buat jenis konten yang beragam
Setelah membuat content pillar, buatlah beberapa jenis konten yang beragam yang sesuai dengan setiap content pillar. Misalnya, untuk content pillar tentang kesehatan kulit, Anda dapat membuat konten tentang review produk, tips merawat kulit, atau bahkan kisah pengalaman pengguna produk.
Setiap brand memiliki content pillarnya masing-masing yang disesuaikan dengan karakter dan motivasi audiens, serta benefit dan penggunaan produk yang ditawarkan. Adapun beberapa contoh Content Pillar yang umum dibuat adalah sebagai berikut:
- Educational/Practical content: Konten yang memberikan nilai tambah dan memberikan informasi yang bermanfaat kepada audiens yang terkait dengan brand. Contoh: Resep memasak dan kandungan nutrisi pada brand bumbu makanan.
- Promotional content: Konten yang menampilkan produk atau layanan brand. Namun, perlu diingat bahwa jenis konten ini harus diselingi dengan jenis konten lainnya agar tidak terlalu mengganggu audiens. Contoh: Pengenalan produk baru, promo diskon, atau ajakan untuk mencoba produk.
- Engagement content: Konten yang membuat audiens merasa relate atau dekat dengan produk yang ditawarkan oleh sebuah brand. Contoh: Meme atau potongan klip film yang relatable pada kehidupan sehari-hari pada akun sosial media Netflix.
- Informational content: Konten yang menjelaskan tentang produk atau brand, termasuk fitur, manfaat, cara penggunaan, dan segala hal terkait. Contohnya adalah akun Instagram Apple yang sering memposting gambar produk terbaru, serta menjelaskan keunggulan produk tersebut.
- Testimonial Content: Konten yang menampilkan pengalaman pelanggan dengan produk atau layanan brand. Contohnya adalah akun Instagram Airbnb yang sering memposting gambar dan cerita pengalaman pelanggan yang menginap di tempat yang disediakan oleh Airbnb.
- Behind the Scenes: Konten yang memberikan pandangan atau informasi dari belakang layar brand atau produk. Umumnya, hal ini untuk memvalidasi kualitas produk dari suatu Brand. Contohnya adalah akun Instagram Coca-Cola yang sering memposting foto-foto dari proses pembuatan minuman Coca-Cola.
Membuat Content Schedule
Melakukan scheduling content di sosial media sangat penting karena dapat membantu meningkatkan efektivitas kampanye sosial media. Beberapa alasan mengapa melakukan scheduling content di sosial media penting adalah:
- Meningkatkan konsistensi: Dengan melakukan scheduling content, brand dapat memastikan bahwa konten mereka diposting secara teratur dan konsisten. Ini membantu untuk membangun kehadiran brand secara online dan membangun keterikatan dengan audiens.
- Menyebarkan konten dengan efektif: Scheduling content memungkinkan brand untuk memposting konten pada waktu yang tepat, saat audiens mereka paling aktif di sosial media. Ini dapat membantu meningkatkan jangkauan dan interaksi dengan audiens.
- Menghemat waktu: Dengan scheduling content, brand dapat menghemat waktu dan energi yang dibutuhkan untuk memposting konten setiap hari secara manual.
Strategi terbaik untuk memilih scheduling content adalah dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- Jadwal dan waktu yang tepat: Brand harus mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk memposting konten, berdasarkan pada perilaku dan kebiasaan online audiens mereka. Silakan cek di dashboard analitik sosial media untuk melihat jam posting optimal karena setiap akun memiliki waktu optimal yang berbeda.
- Frekuensi posting: Brand harus mempertimbangkan berapa kali perlu memposting konten dalam sehari atau seminggu, tanpa mengganggu audiens. Tidak ada jumlah yang pasti dalam hal ini, karena tiap akun memiliki objective yang berbeda. Akun media online umumnya memposting lebih banyak konten dalam satu hari karena bertujuan meningkatkan reach dan banyaknya informasi baru yang dimiliki. Namun, akun produk seperti kosmetik mungkin hanya perlu memposting satu sampai dua hari sekali.
- Penggunaan tools scheduling content: Ada berbagai tools scheduling content yang dapat membantu brand memilih waktu yang tepat untuk memposting konten dan memungkinkan mereka untuk mengatur konten mereka di seluruh platform sosial media.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, brand dapat membuat strategi scheduling content yang efektif dan membantu mereka mencapai tujuan kampanye sosial media mereka.
Learn More via: https://v2.myskill.id/course/social-media-planning/
메타데이터
- post_id
- e6a06404f2f7
- slug
- social-media-planning-e6a06404f2f7
- url
- https://medium.com/@myskill.id/social-media-planning-e6a06404f2f7
- canonical_url
- https://medium.com/@myskill.id/social-media-planning-e6a06404f2f7
- author_url
- https://medium.com/@myskill.id
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-29 04:43:08