← Back to list

Antusiasme Mahasiswa Tentang Penayangan Pesta Babi di Fakultas Hukum Universitas Andalas

Pesta Babi, dir. Dandhy Dwi Laksono

SAE · 2026-05-24 07:12 · 0 claps · 2.5 min read
#colonialism #humanity #criminal-justice #papua
Open on Medium ↗
Wiki topics: HIS · History

Antusiasme Mahasiswa Tentang Penayangan Pesta Babi di Fakultas Hukum Universitas Andalas

Pesta Babi, dir. Dandhy Dwi Laksono

Pesta Babi, dir. Dandhy Dwi Laksono

Antusiasme mahasiswa Universitas Andalas pecah saat penayangan film Pesta Babi di Fakultas Hukum pada hari Senin (11/05/2026). Penayangan diadakan Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Penayangan Pesta Babi sukses meraup lebih dari 600 lebih penonton. Tidak hanya meliputi mahasiswa hukum, tetapi ada juga mahasiswa dari fakultas lain seperti FISIP, FIB, dan masih banyak lagi serta masyarakat umum pun hadir menyaksikan penayangan film dokumenter ini. Dari respon tersebut, ketua LAM&PK, Diva Oktia Putri, mengungkapkan rasa bahagia dan senangnya atas suksesnya acara nonton bersama dan bedah film Pesta Babi. “Menanggapi antusiasme yang tinggi dari acara ini, sebagai ketua dan bagian dari LAM&PK, saya pun tidak mempunyai ekspektasi terhadap tingginya antusiasme terhadap film ini. Menurut saya, cukup berisiko menayangkan film ini di kampus, tetapi pihak kampus cukup terbuka terhadap hal seperti ini, jadi saya merasa senang dengan jumlah penonton yang lebih dari 600 orang. Kami (LAM&PK) sangat bersyukur karena ini acara yang terbilang mendadak untuk diselenggarakan, tetapi bisa menghasilkan out put yang seperti ini, saya cukup bangga,” ujar Diva tentang antusiasme penonton.

Antusiasme penonton yang didominasi oleh mahasiswa untuk menonton film ini adalah faktor tentang timbulnya rasa penasaran dengan kondisi realita tentang masyarakat Timur, Papua, yang menjadi isu utama film dan HAM yang tidak ditegakkan untuk mereka dari pemerintah di film ini. Penuturan dari Abdi, mahasiswa Ilmu Hukum UNAND, “Di zaman sekarang masih ada hal pahperlawanan, membuat film Pesta babi adalah wujud dari perlawanan tersebut. Film ini menggambarkan perlawanan atas ketidakadilan sebuah negara atas kependudukannya seperti, ibu kota terpusat, Papua dibilang tanah kosong, padahal kehidupan ada di tanah tersebut. Jadi antusiasme mahasiswa pasti menggebu karena menginginkan penegakan terhadap isu tersebut jadi memacu pergerakan pada mahasiswa.” Kesimpulannya, hal yang melatarbelakangi suksesnya penayangan Pesta Babi karena minat mahasiswa tinggi untuk mengetahui kronologi yang dialami masyarakatnya yang jauh beda dengan yang kita rasakan. Pesta Babi adalah sebuah simbol adat masyarakat Papua saat pemugaran lahan besar-besar terjadi, masyarakat membuat salib yang besar sebagai lambang permohonan pada Tuhan atas tanah mereka agar tidak diambil alih oleh keditaktoran orang yang tidak bertanggungjawab, lalu Babi adalah simbol adat masyarakat Papua untuk kekayaan alam dan adat istiadat setempat.

Film dokumenter ini menyoroti dalam persoalan tentang hukum adat Papua yang tidak dihormati oleh pemerintah. Rasa penasaran orang banyak justru makin luas mengenai adanya perampasan hak hukum adat. Abdi sebagai narasumber yang menonton film dokumenter ini juga menuangkan pendapatnya tentang hal penting yang diambil dari film ini, “Yang pertama hal dapat diambil dari film dokumenter ini, Papua terdiri dari beragam distrik, suku, budaya, dan kepercayaan. Papua bukanlah tanah yang kosong, tetapi adalah tanah adat untuk masyarakat Papua hidup. Di film itu ada lima distrik. Distrik-distrik itu sudah ditetapkan pembagian pada penanaman tebu, sawit, peternakan, dan padi. Mereka (pemerintah) bilang Papua adalah tempat yang sangat cocok untuk menjadi lahan food estate tersebut. Kita tahu tampak pembukaan lahan dari food estate termasuk pembabatan hutan besar-besaran dan hutan Indonesia menjadi salah satu hutan lindung terbesar di dunia, dengan adanya isu ini justru malah menjadi ancaman bagi hak hutan lindung. Undang-undang sudah mengatur, tetapi yang kita lihat berlawanan dari uu tersebut. Di film Pesta Babi ini kita tahu hak-hak masyarakat adat Papua diambil dan tidak diganti oleh pemerintah.” Pembabatan hutan lindung yang seharusnya dijaga tidak lagi menjadi hal yang salah di mata pemerintah. Pemugaran hutan lindung menjadi lahan food estate tidak hanya merugikan masyarakat adat Papua, tetapi juga ekosistem hewan yang hidup di hutan tersebut. Hal itu jadi memengaruhi pola hidup masyarakat sehingga perlu adanya empati dari seluruh kalangan masyarakat Indonesia untuk melihat ke arah masyarakat adat Papua dan membuka mata kita semua bahwa pemerintah sedang melakukan kegiatan kolonialisme dengan bangsanya sendiri.


메타데이터
post_id
e72d0d8b2120
slug
antusiasme-mahasiswa-tentang-penayangan-pesta-babi-di-fakultas-hukum-universitas-andalas-e72d0d8b2120
url
https://medium.com/@carvediem/antusiasme-mahasiswa-tentang-penayangan-pesta-babi-di-fakultas-hukum-universitas-andalas-e72d0d8b2120
canonical_url
https://medium.com/@carvediem/antusiasme-mahasiswa-tentang-penayangan-pesta-babi-di-fakultas-hukum-universitas-andalas-e72d0d8b2120
author_url
https://medium.com/@carvediem
status
ok
fetched_at
2026-06-09 15:37:30