← Back to list

Sering kali kita menyebut seseorang ‘minim effort’… bukan karena dia tidak berusaha, tapi karena…

Kemarin aku mendengar satu kalimat yang sangat sering muncul dalam hubungan:

Manafinx Talks · 2026-06-21 07:39 · 3 claps · 1.4 min read
#realitionship #effort #communication
Open on Medium ↗

Sering kali kita menyebut seseorang ‘minim effort’… bukan karena dia tidak berusaha, tapi karena kita menilai dari standar yang tidak pernah kita sadari

Sometimes we’re just measuring love using the wrong standard.

Sometimes we’re just measuring love using the wrong standard.

Kemarin aku mendengar satu kalimat yang sangat sering muncul dalam hubungan:

“Dia itu minim effort.”

Kalimat ini terdengar sederhana, tapi jarang benar-benar dibedah lebih dalam. Aku sempat bertanya balik dalam sebuah cerita yang aku dengar:

“Minim effort-nya di bagian mana?”

Jawabannya biasanya serupa: tidak selalu menghubungi duluan, tidak sering menjemput, atau tidak menunjukkan bentuk romantis seperti yang diharapkan.

Namun di balik itu, ada satu hal yang sering terlewat: Setiap orang membawa “standar cinta” yang berbeda, yang terbentuk dari pengalaman hidupnya. Ada yang tumbuh dengan perhatian yang konsisten, selalu dihubungi, selalu diusahakan secara aktif.

Ada juga yang tumbuh tanpa itu, sehingga ketika seseorang mulai hadir dan berusaha dengan cara yang sederhana sekalipun, itu sudah terasa sebagai bentuk perhatian.

Di titik ini, yang sering terjadi bukan kurangnya usaha, tetapi perbedaan cara membaca usaha itu sendiri.Namun, memahami konteks ini bukan berarti semua bentuk hubungan bisa dibenarkan. Ada batas yang jelas yang perlu tetap dijaga.

Ketika seseorang tidak hadir sama sekali, tidak menunjukkan usaha yang konsisten, dan hanya menerima tanpa memberi balik, maka itu bukan lagi soal “perbedaan bahasa cinta”. Itu sudah masuk pada ketidakseimbangan hubungan.

Di sinilah pentingnya membedakan dua hal:

  • Tidak sesuai ekspektasi vs
  • Tidak adanya usaha

Keduanya sering disamakan, padahal dampaknya sangat berbeda.

Mungkin sebelum kita terburu-buru menyimpulkan “minim effort”, ada satu refleksi yang lebih penting:

Apakah kita sedang menilai seseorang berdasarkan usahanya… atau berdasarkan standar yang kita bawa dari pengalaman sebelumnya?

Dan di sisi lain, apakah kita juga memberi ruang yang adil untuk memahami bagaimana seseorang menunjukkan perhatiannya?

Karena pada akhirnya, hubungan bukan tentang siapa yang paling sesuai dengan standar kita. Tetapi tentang bagaimana dua orang dengan latar belakang berbeda, mencoba membangun titik temu yang sama-sama masuk akal.

Oleh : Iqlima_Lavie


메타데이터
post_id
e75453afbcb5
slug
sering-kali-kita-menyebut-seseorang-minim-effort-bukan-karena-dia-tidak-berusaha-tapi-karena-e75453afbcb5
url
https://medium.com/@manafinx331/sering-kali-kita-menyebut-seseorang-minim-effort-bukan-karena-dia-tidak-berusaha-tapi-karena-e75453afbcb5
canonical_url
https://medium.com/@manafinx331/sering-kali-kita-menyebut-seseorang-minim-effort-bukan-karena-dia-tidak-berusaha-tapi-karena-e75453afbcb5
author_url
https://medium.com/@manafinx331
status
ok
fetched_at
2026-07-09 21:48:21