Kantin
“Cari siapa zhar” tanya lelaki tersebut sembari menepuk pelan pundak Ezhar.

KANTIN
Setelah sampai di kantin sekolahnya itu, Ezhar pun mulai mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan yang berada di kantin tersebut untuk mencari keberadaan teman’nya yang sedari tadi sudah menunggunya itu. Ditengah pencariannya, mata Ezhar pun mulai tertuju pada seorang perempuan yang dia yakin itu adalah temannya, perempuan tersebut sedang melambaikan tangan kearah Ezhar sembari memanggil namanya dengan sedikit berteriak karna keberadaan nya yang lumayan jauh dari tempat berdirinya Ezhar sekarang. Setelah melihat hal tersebut, Ezhar pun mulai melangkahkan kaki nya ke arah sosok perempuan tersebut.
Saat ditengah perjalanannya itu, langkah Ezhar pun terhenti tatkala saat ada seorang perempuan yang menghalangi jalannya, Ezhar yang bingung karna itupun mulai bertanya kepada sosok perempuan yang ada dihadapannya itu.
“Kenapa ya?” Bukannya menjawab, perempuan tersebut malah menyodorkan totebag yang sedari tadi dia pegang kepada Ezhar sembari tersenyum, Ezhar yang kebingungan itu pun menggaruk pelan tengkuk kepala nya yang tidak gatal dan mulai kembali bertanya pada sosok perempuan tersebut, “ini buat siapa?” Tanya Ezhar lagi pada perempuan itu, Perempuan itupun hanya terenyum dan mulai menarik pelan tangan kanan Ezhar dan langsung menyerahkan totebag tersebut untuk Ezhar pegang. Ezhar yang masih kebingungan itu pun hanya menerima nya sembari tersenyum kikuk. Setelah Ezhar menerima totebag tersebut, perempuan itu pun langsung melagkahkan kaki nya pergi meninggalkan Ezhar yang masih kebingungan dengan kejadian barusan.
Setelah terdiam beberapa saat, ezhar pun melihat kembali totebag yang sekarang berada di gengamannya itu sembari mencerna kembali kejadian barusan. Setelah memikirkan itu Ezhar pun hanya menghela nafas dan mulai kembali melangkahkan kaki nya itu menuju ke tempat temannya berada.
……….
“Oke udah aku lakuin ya, so mana uang yang kamu janjikan tadi?” Ucap sosok perempuan kepada lelaki yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu.
“Nih, thanks ya” Ucap lelaki itu sembari memberikan beberapa lembar uang kepada perempuan itu. Setelah menerima uang tersebut, perempua itupun langsung melnggang pergi dari hadapan lelaki itu.
“Semoga lo suka sama hadiah yang gue kasih ya za” Batin sosok lelaki tersebut sembari menatap kepergian Ezhar.
………
“Ciee ada yang abis dikasi sesuatu nih” Ucap Nazel dengan nada meledek ketika melihat Ezhar yang sedang berjalan ke arah nya. Nazel yang sedari tadi memperhatikan temannya itu mulai mengalihkan perhatiannya pada totebag yang sedang Ezhar genggam. Jika ditanya kenapa Nazel bisa tau hal tersebut ya karna sedari tadi dia memperhatikan Ezhar mulai dari awal sampai akhirnya dia melihat Ezhar yang dijegat oleh seorang perempuan.
“Kamu tau jel?” Tanya Ezhar pada Nazel.
“Ya tau lah, orang daritadi gue perhatiin lo jalan dari pintu kantin sampe lo kena jegat tu cewe”. Ezhar yang mendengar hal tersebut itu pun hanya mengangguk pelan dan mulai mendudukkan dirinya di kursi sebelah Nazel.
“Oh ya itu isinya apaan ez?” Tanya Faith kepada Ezhar karna penasaran dengan isi dari totebag tersebut. “Belum tau, soalnya aku blum sempet cek”.
“Yaudah coba cek aja za” Ucap Nazell dengan bersemangat. Ezhar yang ikut merasa penasaran itupun langsung membuka totebag tersebut dan mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam totebag itu.
dan isi dari totebag itu adalah…
“HAI GUYS!!” Semua teman Ezhar yang sedari tadi sedang fokus itupun terperanjat kaget saat Lucynne dengan tiba’ muncul entah darimana dan mengangetkan semua temannya itu, Lucynne yang melihat raut wajah kaget dari semua temannya pun hanya tertawa.
“Anj lo ya lulu” Bentak Nazel pada Lucynne yang sampai saat ini masih tertawa. “Hehehe lagian pada fokus banget sih, jadi gue kagetin aja deh kalian sorry yaa” Ucap Lucynne sembari terkekeh pelan.
“Lain kali kalo mau ngagetin orang tuh bilang dulu dong” Ucap Cordy sembari mengusap pelan dadanya yang terus berdegup karna hal tadi. Sawyer yang mendengar itupun dengan sengaja menoyor pelan kepala Cordy, “Goblok mana ada orang ngagetin bilang’ dulu” Cordy yang mendengar itupun hanya terkekeh pelan sembari mengalihkan usapan di dadanya itu ke kepala yang terkena toyoran dari Sawyer. Faith dan Ezhar yang melihat itupun hanya menggelengkan kepalanya pelan.
“Udah’ jangan ribut, mending makan nih” Ucap Atha sembari menyodorkan beberapa kresek yang berisi makanan, mereka termasuk Ezhar dan Faith yang melihat itupun dengan semangat mengambil semua makanan itu dan mulai memakannya bersama tanpa memikirkan apa isi dari totebag tadi.
메타데이터
- post_id
- e757216d19a2
- slug
- kantin-e757216d19a2
- url
- https://medium.com/@padiapadia61/kantin-e757216d19a2
- canonical_url
- https://medium.com/@padiapadia61/kantin-e757216d19a2
- author_url
- https://medium.com/@padiapadia61
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 21:52:29