Laut Tidak Bercerita
Aku rindu melihat laut, mendambakan berenang di sana sekarang juga. Pernahkah kamu berpikir dari mana asal suara-suara itu ketika kamu…
Laut Tidak Bercerita

Laut Donggala, 2025
Aku rindu melihat laut, mendambakan berenang di sana sekarang juga. Pernahkah kamu berpikir dari mana asal suara-suara itu ketika kamu menyelam? Bahkan ketika memandang bebatuan karang atau pasir, telingamu tidak berhenti beroperasi. Jika kita ingin memperhatikan dengan lebih baik, ada banyak frekuensi yang berkelindan di sana — bercampur aduk, sampai dan tersampaikan di saat yang sama.
Apakah kamu tahu caranya berenang dan menyelam? Apakah napasmu sanggup berada di sana? Mungkin bisa, tetapi dengan durasi yang terbatas. Apakah kita tidak kagum pada makhluk hidup di lautan? Menurutmu, apakah mereka menyampaikan cerita-ceritanya? Ataukah laut hanya diam dan memantulkan ketidaksanggupan manusia untuk menjelajah?
Bayangkan, wilayah perairan jauh lebih luas daripada daratan. Fakta tersebut sudah cukup untuk menjadikan kita bukan apa-apa di hadapannya. Menurutku laut tidak bercerita; ia memendam banyak hal begitu jauh dari radar manusia. Menurutku laut tidak memiliki bahasa untuk menjelaskan apa pun, tetapi manusia berhak untuk bernarasi tentangnya — untuk menjaga kebisuannya, untuk memahami mengapa sewaktu-waktu ia dapat menenggelamkan segala yang dikehendakinya.
Yogyakarta, 13 Juni 2026
메타데이터
- post_id
- e83c307196c2
- slug
- laut-tidak-bercerita-e83c307196c2
- url
- https://medium.com/@zuldhanaidil/laut-tidak-bercerita-e83c307196c2
- canonical_url
- https://medium.com/@zuldhanaidil/laut-tidak-bercerita-e83c307196c2
- author_url
- https://medium.com/@zuldhanaidil
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-18 00:10:23