Tak Ada Putar Balik
“Kita telah terlanjur berlari, tak ada jalan lagi, terjunlah kejurang hitam itu, tapi aku enggan mengajakmu kali ini biar aku hancur…
Tak Ada Putar Balik
“Kita telah terlanjur berlari, tak ada jalan lagi, terjunlah kejurang hitam itu, tapi aku enggan mengajakmu kali ini biar aku hancur sendiri saja!”

https://id.pinterest.com/search/pins/?q=dark%20art%20pasangan&rs=typed
aku menanti opelia di ujung jalan yang terputus oleh jurang yang sangat dalam. sudah berhari-hari aku menunggunya sayangnya dia datang tak tepat waktu lagi, sayangnya dia datang ketika aku sudah lelah menumpuk amarah dan dendam padanya. tak lama opelia datang.
“Jalan panjang yang dirimu lewati seakan tak ada ujungnya, opelia tapi kau sudah sampai di ujung jalan ini, terjunlah dan hancurkan dirimu dalam pelarian ini.”
“Nampaknya kau sedikit kehausan, apa semua kasih dan rasa sayang yang telah kuberikan tak menghilangkan dahaga dalam tenggorokanmu?”
“Mengapa kau diam saja?”
“Yasudah, ku lanjutkan saja ocehanku ini, hisaplah rokok itu opelia sembari kau mendengarkan ocehan sampahku ini”
Kebetulan siang itu cukup cerah, bahkan sinar matahari menyengat sampai ke dasar kulit. Opelia kelelahan haus mungkin, sedang aku menikmati kekeringan dan sengatan mentari yang membakar kulit hitamku ini.
tiba-tiba aku tersadar ada setetes air di botol yang ku bawa dalam kantung celanaku, aku memang sengaja menyisakannya untuk opelia, kupikir dengan setetes air itu bisa mengobati rasa hausnya dia, ku berikan saja botol itu padanya.
“Habiskan lah ini opelia!”
Dia merebut botol itu dengan cepat, membuka tutup botol seakan-akan hanya dirinyalah yang ke hausan di tengah kekeringan ini. lalu dia mulai bicara.
“ini tak cukup bagiku, berikan lagi kau masih punya kan jangan berbohong pada ku, kau ini sudah aku temani sejauh ini, tapi kau tak mengobati apa-apa atas rasa haus ku ini”
“sudah, sudah ku tebak, pasti seperti ini lagi, lagi, dan lagi”
opelia meneruskan “cepat anjing, berikan air itu pada ku, berikan lebih banyak lagi.”
“gila kau ya, disini bukan hanya kau yang kekeringan lihat aku dan sekitarmu lihat bunga itu layu”
Opelia meneruskan “anjing, kau bahkan tak memberi ku air yang kau punya itu”
“Aku hanya punya itu dan sudah kuberikan semuanya untuk mu, bahkan aku tak merasakan kelezatan air itu opelia, selama berbulan-bulan selama aku beri semua air itu untung mengobati dahagamu itu anjing”
“silahkan kau putar balik saja opelia aku akan melanjutkan perjalananku, walau harus terjun kedalam jurang itu, aku tak peduli, aku menikmati kehancuran ku, aku menikmati sakit ku, carilah jalan lain, jurang ini sudah milik ku”
aku berlari menuju jurang itu, dan ku tinggalkan opelia bersama matahari yang membakar tubuh sertapikirannya.
메타데이터
- post_id
- e896e739d3fc
- slug
- tak-ada-putar-balik-e896e739d3fc
- url
- https://medium.com/@alfaizi.sangkegelapan666/tak-ada-putar-balik-e896e739d3fc
- canonical_url
- https://medium.com/@alfaizi.sangkegelapan666/tak-ada-putar-balik-e896e739d3fc
- author_url
- https://medium.com/@alfaizi.sangkegelapan666
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 10:43:05