Di Balik Industri Kecantikan
Series ODORO (One Day One Random Opinion) #101
Di Balik Industri Kecantikan
Series ODORO (One Day One Random Opinion) #101

sumber: https://webneel.com/
Saya sangat setuju dengan ungkapan “Semua Perempuan Cantik”, namun perlu digarisbawahi juga bahwa kesetujuan saya ini bersyarat. Saya setuju bahwa semua perempuan cantik asal ia percaya diri dengan apapun yang dimiliki; baik kondisi fisik, pilihan karier, kehidupan rumah tangga, ataupun hobinya. Mengapa perempuan perlu percaya diri? Sebab percayalah bahwa ini adalah aset berharga yang harus dipunya.
Pemikiran ini diawali pada suatu sore di mana ketika saya hendak bersiap keluar rumah untuk belanja bulanan di supermarket, saya dikejutkan dengan kemunculan sebuah jerawat di area pipi ketika berkaca. Dalam beberapa detik awal, respon jengkel saya tidak bisa dipungkiri. Namun, setelah beberapa saat berlalu, saya jadi bertanya-tanya, memangnya mengapa kalau ada jerawat tumbuh di muka saya? Toh, beberapa tahun sebelumnya sudah dikenyangkan dengan pengalaman lebih dari 5 tahun menjadi seseorang dengan kondisi kulit acne prone dan saya berusaha keras menerima diri meskipun prosesnya tidak mudah.
Saya bukanlah seorang aktris atau model yang setiap hari memiliki tuntutan untuk tampil sempurna di depan kamera. Saya adalah ibu rumah yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengurus rumah, trading seharian di depan layar komputer, dan sore harinya merawat tanaman di kebun pekarangan. Saya memang sering bertemu dengan tetangga, namun pastinya tidak lama dan hanya selewat bertegur sapa. Orang yang pasti saya temui setiap harinya adalah suami saya, dan dia tidak pernah mempermasalahkan bagaimana kondisi kulit wajah saya. Lalu, alasan semacam apa yang mengharuskan saya untuk merasa khawatir dengan satu buah jerawat kecil yang bahkan keesokan harinya saat saya mengetik tulisan ini sudah mulai kempes dan hampir menghilang?
Seharusnya saya sadar bahwa dalam kehidupan, perempuan telah banyak menjadi korban. Korban pelecehan seksual, korban kekerasan dalam rumah tangga, korban stigma masyarakat, korban kebijakan pemerintah yang tidak berpihak padanya, dan lain sebagainya. Saya hanya ingin berkata bahwa jangan sampai perempuan juga menjadi korban para kapitalis raksasa yang menentukan standar kecantikan lewat tangan-tangan kotor mereka. Seperti yang diketahui bahwa telah berseliweran di media massa berbagai jenis iklan produk perawatan wajah dan tubuh yang menjanjikan rupa cantik dan kulit mulus.
Layaknya tujuan iklan yang memang dibuat sebagai media persuasi, perempuan banyak teriming-imingi dengan janji-janji manis ini. Wajar memang, di mana bahkan untuk melamar pekerjaan sering melibatkan syarat good look pada daftarnya, keinginan untuk menarik lawan jenis yang disukai dengan berpenampilan maksimal, kebosanan menghadapi cacian serta bully karena dianggap tidak setara dengan perempuan lainnya, serta harapan akan datangnya kemudahan-kemudahan yang biasanya hanya didapatkan oleh perempuan yang memiliki wajah cantik dan bentuk badan ideal.
Dunia benar-benar curang. Mereka yang membuat stigma, namun setiap individu perempuan yang dipaksa menelan sendiri akibatnya. Pada akhirnya, sebagai perempuan, ini adalah beberapa hal yang ingin saya katakan kepada sesama.
“Tidak apa jika wajahmu berjerawat, asal kamu telah mengusahakan kebersihan seoptimal mungkin, tidak makan sembarangan, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Jika kamu bisa mengusahakan krim pencuci muka, pelembab, dan tabir surya, maka bisa ditambahkan perawatan tersebut dalam keseharian. Namun, jangan pernah menyentuh jenis skin care lainnya. Serum, pemutih wajah, pencegah kerutan, pengecil pori-pori, dan sebagainya hanyalah produk kembangan yang dihasilkan dari doktrin bahwa cantik tidak bisa sederhana, memiliki standar tertentu, kalau mau cantik harus mau repot, dan wajib meliputi perawatan ini ono ini ono.”
“Kamu juga bisa memakai pakaian apa saja, asal nyaman dan tidak menghalangimu untuk mengekspresikan diri. Tidak apa pakai baju itu-itu saja, tidak perlu mengikuti setiap perkembangan fashion terbaru karena toh tidak akan pernah ada habisnya. Yang ada, bumi kita justru semakin rusak akibat sampah tekstil yang berlebihan. Tutup mata, tutup telinga, dan tutup mulut ketika ada yang mengajarimu untuk menaikkan atau menurunkan berat badan padahal kamu pun telah berusaha mati-matian. Apalagi jika yang mengatakan adalah orang yang hidupnya tidak lebih sejahtera darimu.”
“Bersih dan rapi adalah modal yang cukup bagi perempuan untuk menghadapi dunia. Kamu tidak perlu berpusing-pusing ria karena setiap hari harus mix and match baju sebelum berangkat ke kampus atau bekerja. Kamu tidak perlu mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli skin care, kosmetik, dan pakaian yang hasilnya belum tentu bisa mengimpresi orang lain juga. Fokuskan dirimu untuk memikirkan atau melakukan hal lain yang pastinya lebih bermanfaat bagi peningkatan kapasitas diri daripada sekadar tampilan luar yang seiring waktu juga akan memudar.”
메타데이터
- post_id
- e89834aa5f99
- slug
- di-balik-industri-kecantikan-e89834aa5f99
- url
- https://medium.com/@artefactbydiy/di-balik-industri-kecantikan-e89834aa5f99
- canonical_url
- https://medium.com/@artefactbydiy/di-balik-industri-kecantikan-e89834aa5f99
- author_url
- https://medium.com/@artefactbydiy
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-08 22:18:54