← Back to list

Mari Kabur ke Yordania

Starring — Shin Junghwan

s · 2026-06-21 23:17 · 0 claps · 2.2 min read
#irony #indonesia #sarcasm
Open on Medium ↗
Wiki topics: 😂 · Humor & Satire

Mari Kabur ke Yordania

Starring — Shin Junghwan

Starring — Shin Junghwan

Sayang, penguasa-penguasa culas itu sedang berpesta lagi.

Mereka duduk mengelilingi meja panjang, saling menyuapi makanan mewah, saling menuangkan anggur, saling tertawa. Kaki-kaki mereka yang bau diletakkan begitu saja di atas dada kita semua.

Sesak sekali rasanya.

Aku sudah berulang kali memohon ampun, tetapi ternyata mereka tak mengimani Tuhan Sang Maha Pengasih.

“Diam! atau kubunuh kau.” gertak salah satu dari mereka.

Aku tak ingin mati dalam keadaan menjadi keset yang dipaksa mencium sepatu yang alasnya penuh tai itu. Aku jijik. Mereka tak ubahnya sekumpulan babi yang senang berguling di kubangan lumpur, sampai-sampai lupa bahwa tubuh mereka sendiri telah membusuk.

“Kalian lapar? sini kusuapi saja,” “Ini namanya makanan bergizi, gratis deh untuk kalian.” goda salah satu setan berbadan gemuk.

Aneh sekali.

Bak terhipnotis mantra, banyak dari mereka — para keset rendahan, sama seperti aku dan kamu — berbondong-bondong menyodorkan mulut. Siap merasakan nikmatnya ‘welas asih’ para penguasa.

“Terima kasih, Pak, Bu. Makanannya enak sekali”

“Pak, kalau tidak ada bapak, mungkin saya sudah mati kelaparan”

“Mulai sekarang jangan dengarkan mereka yang berteriak-teriak ya, Pak, Bu. Mereka hanya sakit hati itu karena tidak kebagian makanan tadi.”

Hah?

Mereka lupa ya kalau mereka tetaplah sekumpulan keset?

Aduh, kalian itu bukan bagian dari mereka. Sadarlah.

bukankah kalian juga kelaparan karena ulah para babi-babi rakus itu?

Sayang, aku ingin pergi.

Ini sudah bukan negeri yang amat kucintai.

Rumah warisan Ibu Pertiwi telah diduduki kawanan babi yang rakus. Mereka datang beriringan, membawa piring sendiri, menarik kursi sendiri, lalu memanggil sanak-saudaranya untuk ikut duduk di meja yang sama. Mereka membagi kursi, membagi hidangan, membagi jabatan, dan membagi kuasa.

Yang tidak mereka bagi hanyalah rasa malu.

Sekarang, rumah ini dipenuhi remah makanan.

Sekarang, rumah ini dipenuhi teriakan kasar.

Pernah suatu ketika aku mendengar teriakan “Hidup Jokowi!” bergaung berulang kali. Bodoh sekali, pikirku.

Sekarang, rumah ini sering gelap. Lampunya padam. Babi-Babi itu hanya tahu makan dan tidur saja. Mereka tak tahu caranya membayar tagihan listrik.

Sekarang, halaman rumah ini telah berubah menjadi kandang ayam. Mereka dipelihara dengan sisa-sisa makanan yang menggunung setiap harinya.

Lucu, ya.

Sayang, siapkan koper.

Tak perlu banyak pakaian. Bawalah hanya hal-hal yang masih bisa diselamatkan. Beberapa doa, sedikit ingatan, dan wajah rumah yang dulu pernah kita cintai.

Kita akan pergi tempat yang jauh, mungkin ke Yordania.

Aku mendengar negeri itu cukup jauh dari suara piring yang beradu dan gelas yang saling bersulang.

Aku tidak tahu, sih. Tapi aku mendengar ada yang sudah lebih dahulu melarikan diri ke sana ketika keadaan menjadi terlalu gaduh.

Jadi mari pergi, sayang.

Sebelum kita juga belajar mencintai bau kaki mereka.


메타데이터
post_id
e8aa407cba01
slug
mari-kabur-ke-yordania-e8aa407cba01
url
https://medium.com/@reinaissance/mari-kabur-ke-yordania-e8aa407cba01
canonical_url
https://medium.com/@reinaissance/mari-kabur-ke-yordania-e8aa407cba01
author_url
https://medium.com/@reinaissance
status
ok
fetched_at
2026-06-24 11:06:28