Urgensi Berhimpun dalam Membangun Sense of Belonging dan Sense of Community
Di dalam suatu institusi ataupun komunitas, terdapat profil yang ingin dicapai dan dilihat dari output tiap individu yang tergabung di…
Urgensi Berhimpun dalam Membangun Sense of Belonging dan Sense of Community
Di dalam suatu institusi ataupun komunitas, terdapat profil yang ingin dicapai dan dilihat dari output tiap individu yang tergabung di dalamnya. Profil-profil yang diharapkan pada tiap-tiap individunya tentunya didasari oleh asas dan sifat-sifat untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan yang optimal, akan sulit jika dilakukan sendiri untuk mencapainya. Karena hal tersebut, diperlukan wadah yang dapat menghimpun setiap individu agar dapat berkolaborasi secara aktif dan saling memiliki dalam satu lingkup keilmuan, kompetensi, atau visi misi yang sama. Suatu himpunan berperan dalam menyediakan tempat, terutama untuk mahasiswa sebagai wadah untuk mengembangkan diri, belajar, dan kolaborasi. Berhimpun di sini menjadi poin utama yang tepat untuk membangun sense of belonging atau rasa memiliki dan sense of community atau rasa kebersamaan. Sense of belonging merupakan koneksi interpersonal, yaitu perasaan diterima, dihormati, menjadi bagian, dan didukung oleh lingkungan. Sense of belonging telah menjadi salah satu dari lima hierarki kebutuhan yang sangat penting diciptakan oleh Maslow. Berdasarkan Maslow’s Hierarchy, kebutuhan akan rasa memiliki atau belongingness termasuk ke dalam kebutuhan mendasar dari aspek psikologis manusia, yaitu berada pada urutan ke tiga. Untuk mencapai aspek-aspek seperti esteem needs ataupun self-actualization diperlukan sense of belonging yang terpenuhi sehingga rasa memiliki berperan sangat penting dalam diri suatu individu (Baumeister & Leary, 1995).

Gambar 1. Maslow’s Hierarchy (Sumber: Young, J. T., 2012)
Selain itu, sense of community merupakan keterikatan emosional setiap anggota yang mendorong rasa untuk saling berbagi, terhubung, dan memenuhi kebutuhan satu sama lain sebagai integrasi bagian dari suatu komunitas (McMillan & Chavis, 1986). Rasa saling memiliki dan rasa kebersamaan ini saling terhubung dalam mendorong suatu individu, terutama mahasiswa dalam suatu wadah, salah satunya himpunan, untuk memenuhi rasa keterlibatan atau bagian dari suatu komunitas sekaligus membangun hubungan erat dengan sesama anggota dengan tujuan, pengalaman, dan kontribusi bersama.
Sebagai seorang mahasiswa yang selalu ingin berkembang, saya sadar jika tumbuh secara bersama akan lebih mudah dibanding sendiri. Karena itu, saya melihat berhimpun sebagai penyaluran kepada wadah yang nantinya dapat membantu meningkatkan value saya sebagai bagian dari suatu komunitas yang dapat saling peduli, solid, dan saling memiliki. Adanya keterlibatan juga dapat menumbuhkan rasa nyaman, suportif, dan saling membantu. Rasa keinginan untuk berhimpun juga dapat mendorong partisipasi, kontribusi, dan kepedulian pada perkembangannya itu sendiri. Saya juga ingin membangun rasa kebersamaan yang mungkin tidak akan saya dapatkan di tempat manapun sehingga memungkinkan terjalinnya relasi yang bermanfaat untuk saya selama masa perkuliahan dan juga di masa mendatang. Saya yakin banyak pelajaran yang dapat diperoleh jika berhimpun, yaitu soft skills seperti leadership, problem solving, communication, time management, dan teamwork beserta penerapan hard skills yang lebih dalam seperti pengimplementasian atau cara menghadapi kasus nyata berdasar dari ilmu perkuliahan di masyarakat.
Oleh karena itu, berhimpun merupakan hal yang dapat dijadikan kesempatan untuk bertumbuh secara bersama. Yaitu bersama dalam membangun sense of belonging seperti rasa memiliki dan sense of community seperti rasa kebersamaan untuk memperkuat fondasi dari partisipasi yang saling mendukung dan saling menaungi untuk kemajuan bersama. Dengan terlibat aktif untuk berhimpun, seorang mahasiswa dapat meningkatkan kualitas dirinya baik di akademik, maupun nonakademik, serta menjadi mahasiswa yang berguna dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya.
Daftar Pustaka: Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The need to belong: Desire for interpersonal attachments as a fundamental human motivation. Psychological Bulletin, 117(3), 497–529. https://doi.org/10.1037/0033-2909.117.3.497
McMillan, D.W., & Chavis, D.M. (1986). Sense of Community: A Definition and Theory. American Journal of Community Psychology, 14(1), 6–23. https://www.researchgate.net/publication/235356904_Sense_of_Community_A_Definition_and_Theory
Young, J.T. (2012, 1 Juli) The necessity of belonging. Diakses pada 8 Juni, 2026, melalui https://drjennifertyoung.com/2012/07/01/the-necessity-of-belonging/
메타데이터
- post_id
- e9e0be6eb4db
- slug
- urgensi-berhimpun-dalam-membangun-sense-of-belonging-dan-sense-of-community-e9e0be6eb4db
- url
- https://medium.com/@syakirajania/urgensi-berhimpun-dalam-membangun-sense-of-belonging-dan-sense-of-community-e9e0be6eb4db
- canonical_url
- https://medium.com/@syakirajania/urgensi-berhimpun-dalam-membangun-sense-of-belonging-dan-sense-of-community-e9e0be6eb4db
- author_url
- https://medium.com/@syakirajania
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-27 17:16:15