Jalan Trans
Libur panjang telah usai. Ratusan ribu kendaraan keluar Jakarta sejak hari Rabu. Demikian halnya dengan arus balik yang terjadi dari hari…
Jalan Trans
Libur panjang telah usai. Ratusan ribu kendaraan keluar Jakarta sejak hari Rabu. Demikian halnya dengan arus balik yang terjadi dari hari Sabtu. Ratusan ribu kendaraan kembali masuk Jakarta.
Aktivitas akan kembali lagi. Pekerja melakukan WFH, siswa melakukan PJJ. Rutinitas warga akan kembali berjalan setelah libur panjang.
Rute darat melalui jalan tol menjadi pilihan favorit warga. Jalan Tol Trans Jawa membentang dari barat ke timur. Dari Jakarta ke Surabaya sudah full jalan tol.
Sudah tidak ada lagi cerita kemacetan seperti tragedi Brexit ketika mudik Lebaran tahun 2016. Saat itu saya ikut terjebak dalam kemacetan selama lebih dari 24 jam. Kemacetan terparah dalam sejarah transportasi di Indonesia.
Jalan tol sudah terbentang sepanjang 1.820,47 km di berbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya di pulau Jawa, tol juga ada di luar Jawa. Jalan Tol Trans Jawa sudah tersambung, menyusul Jalan Tol Trans Sumatera yang sudah beroperasi 648 km. Targetnya tahun 2024 Jalan Tol Trans Sumatera sudah tersambung semuanya.
Kalimantan akhirnya memiliki ruas jalan tol. Dari Balikpapan ke Samarinda akan terhubung melalui jalan tol sepanjang 97 km. Sepertinya tinggal menunggu diresmikan saja.
Sulawesi juga akan memiliki jalan tol yang menghubungkan Manado dan Makassar. Sampai saat ini masih proses pembangunan.
Di Papua dibangun jalan Trans Papua yang membentang dari Sorong — Merauke — Jayapura. Beberapa ruas jalan sudah tersambung. Warga Papua akan punya jaringan konektivitas antara kota-kotanya. Transportasi menjadi mudah dan ekonomi diharapkan tumbuh.
Jalan yang membentang dari satu titik ke titik lainnya terbukti meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kota yang dilaluinya. Terbukti jalan pantura yang dibangun pemerintah Hindia Belanda tahun 1808 M oleh gubernur jenderal Herman Willem Daendels sukses menjadikan kota yang dilalui tumbuh lebih pesat.
Seorang sahabat dari Sumatera pernah menceritakan keluh kesahnya enam tahun lalu. Dia cerita bagaimana tidak adilnya pembangunan jalan tol hanya di Jawa. Saya yakin sekarang dia sudah bisa tersenyum karena sering bolak-balik Jakarta Sumatera lewat jalan darat. Sejak beberapa ruas tol beroperasi disana.
Pembangunan memang harus merata dan tidak Jawa Sentris. Supaya tidak ada keluh kesah seperti diatas. Dan ibu kota-pun dipindah dari Jakarta ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.
Betapa bahagianya warga disana, kelak akan menyandang sebagai warga ibu kota.
ditulis disela-sela WFH 20201102
메타데이터
- post_id
- e9edf6fd4947
- slug
- jalan-trans-e9edf6fd4947
- url
- https://medium.com/@basyaiban/jalan-trans-e9edf6fd4947
- canonical_url
- https://medium.com/@basyaiban/jalan-trans-e9edf6fd4947
- author_url
- https://medium.com/@basyaiban
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-21 19:18:49