Jejak Luka yang Tak Selalu Terlihat
Ada langkah-langkah yang pergi begitu saja, tanpa menoleh, tanpa menyadari, bahwa di belakangnya ada yang terjatuh, bersama kepingan yang…
Jejak Luka yang Tak Selalu Terlihat
Photo by Vitolda Klein on Unsplash
Ada langkah-langkah yang pergi begitu saja, tanpa menoleh, tanpa menyadari, bahwa di belakangnya ada yang terjatuh, bersama kepingan yang berusaha tetap utuh.
Mungkin tak pernah terlihat bagaimana seseorang hancur, bagaimana gemuruh isaknya tenggelam dalam diam, atau bagaimana luka yang tertinggal, menjadi bayangan yang terus mengendap dalam ingatan.
Kesunyian sering kali menjadi teman, mengisi ruang yang dulu pernah penuh. Ada usaha untuk berdiri, merangkak, lalu berlari, tapi ada juga kenangan yang masih membelit, menyisakan jejak yang sulit dihapus.
Ada ketakutan yang ingin dikubur dalam-dalam, ada senyum yang dipakai untuk menutupi pedih, ada jarak yang diciptakan, bukan karena ingin, tetapi karena setiap bayangan masa lalu terasa begitu dekat.
Di setiap malam yang sunyi, pertanyaan-pertanyaan muncul, bukan untuk meminta jawaban, tetapi sekadar mencari kejelasan yang mungkin tak pernah ada. Apakah ada yang sadar saat seseorang terluka? Apakah kepedihan bisa dirasakan, jika tak pernah benar-benar terlihat?
Membangun harapan di atas reruntuhan bukan hal mudah, tetapi itu tetap dilakukan, meski dengan langkah goyah. Ada keberanian yang tumbuh di dada yang retak, meski luka lama kadang masih berbisik, mengajak kembali ke dalam kepedihan yang pernah ada.
Lepas dan bebas. dua kata yang begitu diinginkan, namun langkah menuju ke sana sering kali berat. Ada bagian yang tertinggal di masa lalu, ada bagian yang tetap bertahan meski tak lagi sama.
Tapi waktu berjalan, dan seseorang belajar, belajar menerima kepingan yang tersisa, belajar bahwa tidak semua luka harus hilang agar bisa melangkah, belajar bahwa terkadang, yang tersulit bukanlah melupakan, melainkan berdamai dengan apa yang pernah ada.
Tidak ada yang ingin berlama-lama menunggu penyesalan, tidak ada yang ingin berharap pada kesadaran yang mungkin tak pernah datang. Yang ada hanyalah keinginan untuk terus melangkah, meski jejak luka itu tetap ada, meski kenangan masih sesekali mengetuk, meski akhirnya, beberapa hal memang tidak benar-benar bisa dilupakan, hanya diterima, agar bisa melanjutkan hidup.
메타데이터
- post_id
- ea297efcdeda
- slug
- jejak-luka-yang-tak-selalu-terlihat-ea297efcdeda
- url
- https://medium.com/@nahniyaisnain/jejak-luka-yang-tak-selalu-terlihat-ea297efcdeda
- canonical_url
- https://medium.com/@nahniyaisnain/jejak-luka-yang-tak-selalu-terlihat-ea297efcdeda
- author_url
- https://medium.com/@nahniyaisnain
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-26 12:24:55