← Back to list

Justice On Screen : The Verdict

Raka, petugas keamanan pengadilan, kehilangan kepercayaan pada sistem hukum setelah istrinya, Nina, seorang advokat muda yang sedang hamil…

Moot Court Community FH UNS · 2026-07-31 06:52 · 0 claps · 2.1 min read
#moot-court-community #fakultas-hukum #universitas-sebelas-maret #justice-on-screen #the-verdict
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🎮 · Gaming ⚖️ · Law & Justice

Justice On Screen : The Verdict

Raka, petugas keamanan pengadilan, kehilangan kepercayaan pada sistem hukum setelah istrinya, Nina, seorang advokat muda yang sedang hamil menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan Dika Akbar, anak seorang konglomerat berpengaruh. Kasus ini diwarnai berbagai persoalan: dugaan pengabaian praduga tak bersalah, strategi pembelaan yang memunculkan pertanyaan soal penyalahgunaan hak prosedural, tekanan terhadap independensi hakim, perdebatan kredibilitas saksi dan keabsahan bukti, hingga sorotan media yang berisiko menciptakan trial by media. Ketika proses hukum tampak gagal menegakkan keadilan, Raka memilih tindakan ekstrem dengan menguasai ruang sidang menggunakan pistol. Perjuangan Raka bukan hanya upaya menuntut pelaku kejahatan, melainkan menjadi sebuah pertarungan dalam membuktikan bahwa keadilan seharusnya masih memiliki tempat di tengah sistem yang dipenuhi tekanan dalam kepentingan

  1. Penyalahgunaan Hak Prosedural Tindakan Timo dalam film ini dapat dianalisis melalui konsep abuse of procedural rights (penyalahgunaan hak prosedural), yaitu penggunaan hak-hak yang diberikan oleh hukum acara secara formal sah tetapi bertentangan dengan tujuan proses peradilan.. Meski kebebasan advokat dijamin Pasal 14 dan 15 UU №18 Tahun 2003 tentang Advokat, kebebasan tersebut dibatasi kewajiban menjunjung kebenaran dan keadilan sesuai Pasal 3 huruf (b) Kode Etik Advokat Indonesia.

2. Independensi Hakim dalam Persidangan Prinsip judicial independence (independensi kekuasaan kehakiman) dijamin dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menegakkan hukum dan keadilan. Film ini menunjukkan ancaman terhadap independensi hakim tidak selalu datang dalam bentuk suap atau intervensi langsung. Tekanan dapat muncul secara struktural, seperti ancaman terhadap karier, reputasi, atau keselamatan keluarga hakim. Untuk memperkuat perlindungan hak-hak pihak yang berperkara dan meningkatkan pengawasan terhadap tindakan penyidik serta penuntut umum, KUHAP baru memperkenalkan Hakim Pemeriksa Pendahuluan (HPP) sebagai pengawas keabsahan tindakan penyidikan dan upaya paksa sebelum perkara diperiksa di persidangan.

3. Pembuktian dalam Persidangan Timo berhasil menimbulkan keraguan mengenai siapa pelakunya dan seberapa dapat dipercaya saksi tersebut, sehingga persidangan menunjukkan proses pembuktian sering kali melibatkan perdebatan berbagai pihak. Dalam Pasal 235 ayat (3) UU №20 Tahun 2025 tentang KUHAP menegaskan bahwa alat bukti harus dapat dibuktikan autentikasinya dan diperoleh secara tidak melawan hukum. Selain itu, Pasal 235 ayat (5) menyatakan bahwa alat bukti yang tidak autentik atau diperoleh secara melawan hukum tidak dapat digunakan dan tidak memiliki kekuatan pembuktian

  1. Pengaruh Media Pemberitaan besar atas kasus Nina berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi berisiko menciptakan trial by media. Pasal 5 ayat (1) UU №40 tentang Pers dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik mewajibkan pers menghormati asas praduga tak bersalah, karena opini publik yang terbentuk sebelum putusan berkekuatan hukum dapat memengaruhi objektivitas aparat penegak hukum dan hakim.

The Verdict menunjukkan bahwa ancaman terhadap keadilan tidak selalu muncul dalam bentuk pelanggaran hukum secara terang-terangan. Film ini memperlihatkan bagaimana setiap tahapan proses peradilan memiliki potensi penyimpangan yang dapat menggeser tujuan utama hukum, yaitu menemukan kebenaran dan mewujudkan keadilan. The Verdict tidak hanya menghadirkan konflik antara pelaku dan korban, tetapi juga menjadi kritik pada berbagai tantangan yang dapat mengganggu prinsip-prinsip fundamental hukum acara pidana. The Verdict menjadi pengingat bahwa keadilan tidak hanya bergantung pada hasil akhir putusan, tetapi juga pada integritas setiap proses yang mengantarkan putusan tersebut.


메타데이터
post_id
ea6fcb716717
slug
justice-on-screen-the-verdict-ea6fcb716717
url
https://medium.com/@kajianmengaji11/justice-on-screen-the-verdict-ea6fcb716717
canonical_url
https://medium.com/@kajianmengaji11/justice-on-screen-the-verdict-ea6fcb716717
author_url
https://medium.com/@kajianmengaji11
status
ok
fetched_at
2026-09-02 15:54:45