Di tengah jalan menuju pulang
Di antara derai hujan, aku berkeluh lewat tulisan ini.
Di tengah jalan menuju pulang
Di antara derai hujan, aku berkeluh lewat tulisan ini.
Sudah sekitar 4 jam menuju arah pulang, pergi meninggalkan yang ku pikir belum waktunya untuk dilepas.
Memori, nuansa, gurau tawa, mungkin mulai hari ini akan tersaji dengan cara berbeda.
Yang paling kuingat justru semua yang tak sempat terjadi, terkadang terbentur waktu, atau karena daya gravitasi kasur yang cukup kuat. Namun sekarang, hanya jarak yang tersisa.
Terkadang, waktu pun kerap menarik paksa sesiapa yang ia suka. Mungkin sekarang giliranku. Esok atau lusa, mungkin giliranmu
Layaknya hujan yang tak bisa memilih tanah mana yang akan ia basahi, aku pun tak bisa memilih siapa yang akan lebih dulu pergi.
Atau memang, tak semua yang pergi harus kembali?
메타데이터
- post_id
- ea8a46510a50
- slug
- di-tengah-jalan-menuju-pulang-ea8a46510a50
- url
- https://medium.com/@dittolak/di-tengah-jalan-menuju-pulang-ea8a46510a50
- canonical_url
- https://medium.com/@dittolak/di-tengah-jalan-menuju-pulang-ea8a46510a50
- author_url
- https://medium.com/@dittolak
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01