← Back to list

Pandemi dan Lingkungan Hidup

Corona Virus Disase ( COVID-19) telah menjadi masalah krusial umat manusia saat ini akan tetapi, COVID-19 bukanlah pandemi pertama yang…

Zain Nabil Haiqal · 2021-04-11 10:20 · 23 claps · 3.1 min read
#coronavirus #pendekatan-kritis #ekopol #enviromentalism #lingkungan
Open on Medium ↗
Wiki topics: MIC · Microbiology & Immunology

Pandemi dan Lingkungan Hidup

Corona Virus Disase ( COVID-19) telah menjadi masalah krusial umat manusia saat ini akan tetapi, COVID-19 bukanlah pandemi pertama yang dihadapi oleh umat manusia, sebelumnya. Kita pernah menghadapi flu spanyol pada 1918, flu H2N2 pada 1957, fulu H3N2 pada 1968, atau pun flu babi (H1N1) pada 2009. Ketika berbicara tentang virus corona/Covid-19 maka kita dapat mengasumsikan bahwa virus ini adalah bagian dari tindakan manusia itu sendiri. Ketika melakukan pendekatan secara matrealisme histrois. Virus yang sejatinya adalah mahluk patogen dan habitat dari virus patogen alaminya ialah hidup pada hewan liar yang selama ribuan tahun hidup pada hutan-hutan alami. Namun, sistem ekonomi kita saat ini membuat hutan-hutan yang luas dibabat atau dialih fungsikan menjadi industri, perkebunan, perumahan, bisinis perhutani yang mengakibatkan hewan patogen seperti corona virus ini kehilangan medium alaminya yaitu kelalawar, tikus, katak dan tringgiling. Sehingga hewan-hewan ini kehilangan habitat aslinya, sehingga akan mempercepat kepunahannya. Kemudian hewan-hewan ini dijadikan perburuan dan menjadi makanan eksotis. Awalanya manusia memulai memakan hewan ekostis ini karena dampak dari kelaparan yang terjadi. Namun, saat ini hewan ekosotis mulai dikapitalisasi dan dijadikan komoditi berharga tinggi yang dijual dipasar gelap bahkan di restaurant-restaurant dengan dalih obat penyembuh alternatif. Virus yang bersifat patogen dan parasit akan kehilangan medium awalnya dan mulai mencari medium baru untuk bermutasi (hidup) karena telah kehilangan habitat aslinya. Dan kemudian virus ini mulai menjadi medium baru untuk mencari tempat berparasit selanjutnya-manusia. Manusia terpapar virus ketika daya tahan atau imun tubuhnya melemah.

Pada Maret 2020, ada trending di Twitter mengatakan bahwa We Are The Virus ( kita adalah virus sesungguhnya). Bahwa corona adalah vaksin untuk kerusakan lingkungan hidup di bumi. Sejak adanya virus ini, roda-roda industri berhenti, masyarakat mulai berdiam diri di rumah, langkit di kota urban mulai beranggsur bersih, sungai dan hutan mulai kembali pulih. Ini mengasumsikan bahwa semua manusia adalah penyebab utama kerusakan lingkungan hidup. Namun, pertanyaan ini bisa dibantahkan ketika melihatnya melalui pendekatan produksi dan konsumsi karl marx. Pusat kekayaan pun bersumber dari dua hal, yaitu sumber daya alam dan tenaga kerja manusia. Dari sisi produksi yang merusak/mengekspolitasi hutan adalah hanya segelintir orang yaitu para pemilik modal. Sehingga yang melakukan perusakan alam adalah pemilik modal. Apakah pedangang asongan, tukang becak, petani, buruh pabrik merusak alam. Pada 2020 awal, Greenpeace mempublikasikan data kerusakan hutan sebesar 50.000.000 Ha untuk mebuka perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industiri dan perkebunan kedelai. Artinya yang dapat melakukan kerusakan lingkungan hidup berskala besar ialah perusahaan-perusahaan besar. Karena tidak mungkin dilakukan oleh kelas pekerja, masyarakat kecil seperti buruh, pedagang asongan, tukang becak bahkan mahasiswa. Sejatinya yang menjadi permasalahan utama dalam kerusakan lingkungan secara besar-besaran terjadi karena adanya dorongan akumulasi antara para pemilik modal. Dimana para pemilik modal mengakumulasikan kekayaan alam dengan menghisap semua sumber daya alam dihadapkan hukum quersif pasar. Sehingga para pemilik modal harus terus bertarung, menghisap sumber daya alam (seperti vampir) dan terus berekspansi untuk bersaing dengan saingannya yang lain.

Dalam waktu dekat, bahan baku akan habis, pekerja akan tua, bangsa pasar akan direbut, alat-alat produksi akan rusak, kemudian persaingan politik akan memanas. Disinilah terjadinya puncak persaingan antara para pemilik modal.

Menurut Adam Smith, Ketika manusia tidak bisa makan, maka manusia akan berpikir tentang apakah manusia lain dapat memenuhi kebutuhannya. Kemudian ketika produksi dilakukan bukan untuk memenuhi semua, tapi untuk mendapatkan keuntungan untuk memenuhi kebutuhannya antara lain, setiap pemilik modal kebutuhannya akan jauh terpenuhi. Dan tujuan dari produks adalah untuk memenuhi akumulasi, bukan kebutuhan orang per orang atau kebutuhan kelas pekerja.

Sebenarnya lingkungan mempunyai hukum tersendiri yaitu hukum metabolisme alam/hukum metabolisme lingkungan. Dimana ketika mahluk hidup mengambil sebegitu besar dari alam, maka alam tidak dapat menyembuhkan kembali secara alami (healed naturally). Alam dirusak ketika adanya dorongan akumulasi, akumulasi ini mendorong untuk mengambil sebanyak mungkin ( semakin banyak mengambil, maka semakin kaya) seperti halnya batu bara, sawit ( semakin besar mengambil kekayaan, maka semakin besar akumulasi yang didapatkan) sehingga lingkungan akan semakin rusak. Karena alam melwati kemampuan diluar metabolisme dari kapabilitas tubuhnya sehingga rusak dan tidak bisa diperbaiki.

Covid-19 digadang-gadang menyebabkan terjadinya krisis ekonomi dibelahan dunia termasuk di Indonesia adalah keliru. Karena COVID-19 hanyalah menjadi sebuah pemantik terjadinya krisis ekonomi. Karena sistem produksi kita saat ini masih terpaku pada sistem akumulasi produksi. Pasah saham muncul, kapital fiktif muncul dimana-mana, masyarakat mulai melempar-lempar untuk menjual sesuatu sampai seperti gelembung. Sampai akhirnya muncul kapitalisme finansial, dimana kapitalisme finansial ini seperti halnya sedang berangan-angan dalam sebuah gelembung karena sudah tidak ada tempat lagi untuk berinvestasi secara nyata. Semua sektor kehidupan layaknya sudah terakusisi sehingga tidak ada tempat dan ruang lagi. Kapitalisasi semua sektor menyebabkan kapitalisasi fiktif. Ketika corona datang terjadilah kelesuhan ekonomi, sehingga pasar saham anjlok. Pelaku industri rugi dan terjadilah resesi. Ketika sistem produksi melakukan produksi sesuai kebutuhan maka tidak akan terjadi masalah dan corona tidak akan terlalu mempengaruhi peradaban manusia. Kapitalisme adalah penyebab utamannya. Sumber masalah utama manusia.


메타데이터
post_id
eaaa37cac0d8
slug
corona-virus-disase-covid-19-telah-menjadi-masalah-krusial-umat-manusia-saat-ini-akan-tetapi-eaaa37cac0d8
url
https://medium.com/@zainnabil/corona-virus-disase-covid-19-telah-menjadi-masalah-krusial-umat-manusia-saat-ini-akan-tetapi-eaaa37cac0d8
canonical_url
https://medium.com/@zainnabil/corona-virus-disase-covid-19-telah-menjadi-masalah-krusial-umat-manusia-saat-ini-akan-tetapi-eaaa37cac0d8
author_url
https://medium.com/@zainnabil
status
ok
fetched_at
2026-07-28 09:32:43