Syair Pusing Beragama
Daku sungguh pusing tujuh nian, Saban tahun di akhir Sya’ban, Berdakwa soal awal Ramadhan, Apakah nampak hilal bulan.
Syair Pusing Beragama
Daku sungguh pusing tujuh nian, Saban tahun di akhir Sya’ban, Berdakwa soal awal Ramadhan, Apakah nampak hilal bulan.
Semua tahu Tuhannya satu, Qur’an dan Sunnah jadi penentu, Tapi dasar kepala batu, Merasa dirinya paling jitu.
Saling berbangga saling berdebat, Tidak memahami perasaan umat, Merasa diri paling hebat, Seolah maksum bak malaikat.
Padahal nafsu turut berperan, Dalil ditafsir menurut kemahuan, Agar kelompok mendapat pujian, Nama terangkat, pengikut berlimpahan.
Bagaimana umat hendak maju ke depan, Memberi cahaya bagi peradaban, Jika perkara seribu tahun silam, Masih berputar tiada kesudahan?
Sebagian alim terkurung kitab dan mihrab, Jarang menyapa hiruk dunia yang gelap, Masjid jadi batas pandang yang hijab, Sedang pasar, pabrik, dan jalan kerap terlewat.
Akibatnya renggang ulama dan profesional, Tak bertemu fikir, tak bersua amal, Islam pun tampak kurang menjawab soal, Kerana solusi tak lahir dari ceramah dan teks formal.
Namun para pemuka gemar bersilang kata, Pada isu yang mudah diperdebatkan saja, Sedang derita rakyat terbiar lama, Karena tak sedap jadi bahan wacana.
Wahai saudara seiman sejalan, Rendahkan hati, luruskan niatan, Agama turun membawa rahmat Tuhan, Bukan medan meninggikan keakuan.
메타데이터
- post_id
- eb0cbe0ea438
- slug
- syair-pusing-beragama-eb0cbe0ea438
- url
- https://medium.com/@sarwo.edhi90/syair-pusing-beragama-eb0cbe0ea438
- canonical_url
- https://medium.com/@sarwo.edhi90/syair-pusing-beragama-eb0cbe0ea438
- author_url
- https://medium.com/@sarwo.edhi90
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-13 06:23:13