← Back to list

Review Buku Teka-Teki Gambar Aneh: Lost in the Puzzle

Kalian tau meme ini tidak?

Adita Haafizhoh · 2026-06-01 09:14 · 0 claps · 4.0 min read
#book-review #review-buku #books #puzzle #mystery
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing CUL · Culture & Media 📚 · Books & Reading 😂 · Humor & Satire

#REVIEWBUKU02

Review Buku Teka-Teki Gambar Aneh: Lost in the Puzzle

Kalian tau meme ini tidak?

Nah bagi saya buku Teka-Teki Gambar Aneh karya Uketsu adalah buku yang seperti itu. Buku ini membuat saya berhenti sejenak, menutup halaman terakhirnya dengan perasaan tercengang, sedikit lega dan masih pengen membahas lebih dalam easter egg nya. Bukan karena saya tidak paham, tapi buku ini membuat kepala saya sibuk menyusun ulang semua potongan yang baru saja terungkap, kira-kira seperti inilah ekspresi saya:

GenZ Code Detected

GenZ Code Detected

Saya mulai membaca buku ini pada 31 Mei pukul 17.00 dan berhasil menyelesaikan 288 halaman hingga pukul 01.00 dini hari. Sisa 100 halamannya saya lanjutkan keesokan harinya (a.k.a saya menyelesaikannya hari ini dan langsung membuat reviewnya hahaha). Here it comes, alur ceritanya akan dibahas dibawah ini.

Alur Cerita

Cerita dimulai dengan seorang psikolog yang sedang mengajar di depan kelas. Ia menjelaskan analisis terhadap gambar yang dibuat oleh seorang anak kecil. Sekilas, gambar itu tampak seperti gambar anak-anak biasa. Namun di balik bentuknya, tersimpan sesuatu yang sangat kelam yakni anak tersebut diketahui telah membunuh ibunya. Untuk alasannya? tidak dijelaskan di bab ini. Namun kemudian diakhir sesi, Psikolog Hagio mengungkapkan analisisnya di depan kelas bahwa anak tersebut memiliki kepribadian yang cenderung tak segan bersikap agresif bahkan membunuh ketika ada yang mengusik kebahagiaannya.

Pada bab berikutnya, cerita tiba-tiba beralih ke beberapa tahun sebelumnya, menunjukkan 2 mahasiswa yang sedang berbincang tentang blog/website aneh. Blog tersebut milik seorang pria bernama Nanashino Ren, ia menulis kehidupan sehari-harinya. Cerita kebahagiannya menantikan anak pertama, kemudian cerita kebiasaan Yuki (istri Ren), yang sering membuat gambar. Cerita tersebut seperti “dear diary” pada umumnya kan? Namun suasana perlahan berubah ketika Yuki meninggal menjelang persalinan, Ren tidak lagi menulis blog, dan yang membuat semakin janggal adalah unggahan terakhir di blog. Pesan disana seolah-olah menyiratkan ada teka-teki yang sengaja ditinggalkan dalam sebuah gambar.

Cerita kemudian berpindah ke kisah lain, yaitu tentang seorang ibu dan anak. Lagi-lagi, bagian ini awalnya terasa tidak nyambung. Seolah-olah kita sedang membaca cerita yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Namun perlahan, rahasia-rahasia lain mulai terungkap melalui sebuah gambar lagi, dan dari sinilah cerita bergerak semakin dalam. Pembaca kembali diajak menyadari bahwa tidak ada cerita yang benar-benar berdiri sendiri dalam buku ini.

Seiring halaman berganti, cerita mulai bergerak ke alur mundur. Buku ini perlahan menjelaskan kaitan antara kisah ibu dan anak tadi dengan blog Nanashino Ren yang muncul sebelumnya. Namun, keterhubungannya tidak berhenti sampai di situ. Dua kisah tersebut ternyata juga tersambung dengan kasus pembunuhan kejam yang terjadi bertahun-tahun sebelumnya. Dan kalian tau apa yang menarik? Yap, lagi-lagi ada gambar yang menjadi petunjuk.

Di bagian akhir, semua hal mulai diungkap dengan rapi: motif, hubungan antartokoh, kejelasan makna semua gambar hingga cara kejahatan itu akhirnya terungkap. Uketsu menyusunnya dengan apik, membuat potongan-potongan cerita yang semula terasa terpisah perlahan menemukan bentuknya.

Saya bahkan sampai harus membuat coretan nama tokoh untuk mengingat siapa saja mereka dan bagaimana hubungan satu sama lain. Saya juga mencatat perpindahan waktu, detail kejadian serta cerita masing-masing bab.

SPOILERR ALERTTT!!

SPOILERR ALERTTT!!

Di akhir cerita buku ini, saya masih ada menyimpan rasa penasaran terhadap 1 tokoh yakni Kurihara. Salah satu mahasiswa yang saya sebutkan diawal. Dia memiliki analisis yang ebgitu tajam, dan menariknya ia juga muncul di buku Uketsu sebelumnya yakni Teka Teki Rumah Aneh. Saya jadi bertanya-tanya siapa dia sebenarnya dan apakah perannya akan semakin besar di karya Uketsu berikutnya? Hahaha.

Review

Sejujurnya saya terkesan dengan buku Teka-Teki Gambar Aneh ini. Buku ini terasa lebih jauh mengalir dalam penyelesaian konflik dibandingkan buku sebelumnya. Salah satu yang saya suka adalah cara Uketsu menyusun struktur ceritanya. Alurnya maju-mundur, tapi lebih banyak mundurnya. Kadang membuat kita bingung dengan cara penulisannya, tapi diakhir tulisan semua bagian tiba-tiba menyatu menjadi karya yang utuh. Bisa dibilang saya menikmati buku ini.

Uketsu tidak hanya mengandalkan kejutan. Ia membangun rasa penasaran secara perlahan. Setiap bab memberi kita cukup informasi untuk merasa hampir paham, tetapi belum sepenuhnya. Lalu, ketika jawaban muncul, jawaban itu sering kali membuka pertanyaan lain yang lebih besar.

Bagi saya, kekuatan utama buku ini ada pada keterhubungan antarbagian. Cerita yang awalnya terlihat acak, ternyata memiliki benang merah yang kuat. Keanehan tokoh-tokohnya, gambar-gambar yang muncul, hingga peristiwa pembunuhan yang dijelaskan belakangan, semuanya seperti disiapkan dengan cermat. Namun, buku ini memang menuntut perhatian lebih dari pembacanya. Karena banyak tokoh dan alur yang perlu di perhatikan dengan seksama.

Tidak lupa, saya juga ingin mengapresiasi penerjemahnya. Menurut saya, Eri Pramestiningtyas berhasil menerjemahkan cerita ini dengan baik dan ‘nyaman’ (bagi saya sih), tanpa membuat alurnya terasa keluar jalur atau sukar dipahami. Saya sempat membaca versi bahasa Inggrisnya, dan terjemahan bahasa Indonesia ini terasa tidak kalah nyaman untuk diikuti.

Hal ini membuat saya semakin puas, karena bagi saya kualitas terjemahan sangat berpengaruh pada pengalaman membaca. Beberapa kali saya pernah menemukan buku yang alih bahasanya kurang mulus, dan jujur saja, itu cukup mengurangi kenikmatan membaca. Karena itu, ketika menemukan terjemahan yang enak dibaca seperti ini, rasanya saya perlu untuk menuliskan di sini.

Terakhir, saya tidak ingin menceritakannya terlalu jauh, karena menurut saya buku ini paling baik dinikmati dengan membacanya sendiri. Ada sensasi puas yang sulit dijelaskan ketika satu per satu petunjuk mulai terbuka, dan rasanya sayang sekali jika pengalaman itu rusak karena terlalu banyak saya ceritakan disni hehe.

Btw bagi yang sudah membaca dan bingung dalam memahami beberapa bagian, saya akan dengan sennag hati ikut berdiskusi dan memberikan penjelasan (khusus bagi yang bingung tentang penjelasan tabel alibi, boleh ke booktweet saya saja di @tsereveat)


메타데이터
post_id
ec2900bdb3d3
slug
review-buku-teka-teki-gambar-aneh-lost-in-the-puzzle-ec2900bdb3d3
url
https://medium.com/@aditahaafizhoh28/review-buku-teka-teki-gambar-aneh-lost-in-the-puzzle-ec2900bdb3d3
canonical_url
https://medium.com/@aditahaafizhoh28/review-buku-teka-teki-gambar-aneh-lost-in-the-puzzle-ec2900bdb3d3
author_url
https://medium.com/@aditahaafizhoh28
status
ok
fetched_at
2026-06-12 18:14:10