PUNCAK KESERUAN part 1!
Di suatu malam kami berbincang mengenai pendakian, aku kira obrolan hanya sekedar gurauan.
PUNCAK KESERUAN part 1!

taken usuf
Di suatu malam kami berbincang mengenai pendakian, aku kira obrolan hanya sekedar gurauan, ternyata gengsi yang berada di kepala berbicara lain membuat semua gurauan menjadi kenyataan.
Selang dua hari dari pembicaraan, kami memutuskan untuk berangkat di hari jumat, meninggalkan semua kegiatan yang sebenarnya harus segera dikerjakan, namun lagi-lagi gengsi yang memegang kendali.
Kami berangkat,
Hari Jumat, kami bertujuh Aku,usuf a.k.a (yusuf), bakais a.k.a (azhar), batam a.k.a (dhimas), iyonk a.k.a (ilham), aden a.k.a (fadel), cibim a.k.a (fadhil), yang seharusnya kami berdelapan ada satu yang berhasil melawan gengsinya yaitu komo a.k.a (ilham juga).
Setelah matahari terbenam dan adzan berkumandang seharusnya kami sudah berada di titik kumpul yaitu rumah usuf, karena kami sudah mempunyai janji untuk berangkat bersama ke tempat berkumpulnya para bus di jam sembilan malam, namun terlalu banyak kegiatan yang kami lakukan, sehingga aku dan aden tiba pertama dirumah usuf di jam delapan malam kurang lebihnya, karena kami sudah mempunyai janji dengan bapak pengepul bus, aku di antarkan terlebih dahulu ke tempat bus berkumpul, untuk mengulur waktu sekaligus menemani bapak pengepul dan juga menjaga bus agar tidak pergi meninggalkan kami. Sebatang, dua batang ntah sampai berapa batang rokok sudah menjadi abu, tetapi kawan kawanku belum tiba juga, sampai aku mendengar kabar dari suara telfon genggam yang di pegang oleh bapak pengepul bus, kalau bus yang seharusnya kami tumpangi sudah pergi meninggalkan kita, rasa panik sekaligus geram terbesit di kepala karena kawan-kawan tak kunjung tiba, tetapi tak heran bagi kami tepat waktulah suatu hal yang lebih menggemparkan, walaupun sudah dijaga kalau sudah waktu nya pergi ia akan tetap pergi namun tak salah juga kalau kita berusaha menjaganya.
Kawan-kawan pun akhirnya tiba di tempat berkumpulnya para bus, dengan ekspresi yang seakan akan tidak ada masalah, aku memberi tau akan kabar terbaru, syukurnya bapak pengepul bus punya solusi untuk menggantikan bus untuk kami tumpangi, sayangnya bus tersebut tidak seperti yang kami bayangkan, yang tiba bukan bus untuk mengangkut banyak orang tetapi hanya mobil grandmax yang didalamnya sudah ada penumpang dan kru dari grandmax tersebut, setelah melewati beberapa percakapan, mau tidak mau kami tetap menaiki mobil itu agar tetap tiba di central java.
Perjalanan dimulai.
Kami memasuki mobil grandmax dengan berdesak-desakkan karena mobil berada diluar kapasitasnya, perjalanan terkesan boring karena kami sibuk mengatur posisi ternyaman kami berulang kali, lebih kesalnya lagi supir yang membawa kami, tidak asik untuk diajak bicara apalagi bercanda, semua tampak membonsakan sehingga perjalanan terasa cukup lama.
Kami terlelap,
Dibawah mobil yang kurang asik, kami sempat terlelap dan aku kira aku sudah dekat dengan tujuan, namun ternyata supir yang membawa memang sangat membuat kesal, yang seharusnya kami sudah dekat dengan tujuan, malah diputar jauh. Supir menyuruh kami untuk tukar mobil dengan mobil grandmax lainya, ntah kami sedang berada dimana, saat kami melihat maps tampak masih jauh sekali perjalanan kami.
Tukar kendaraan,
Saat kami menukar kendaraan, ternyata tidak seburuk apa yang kami kira, supir kali ini sangat benar-benar mengasikkan, mulai dari pembicaraan hingga bercandaan yang benar-benar masuk kepada kami, Mr.Tono namanya, banyak sekali pengalaman hidup yang sudah dilewati pak tono mulai dari istri lima, lima-lima nya sudah pergi meninggalkan dia, tinggal di berbagai macam daerah sampai sekarang menjadi supir grandmax yang sangat menyenangkan, semua pembicaraan bisa jadi bahan becandaan, waktu benar-benar terasa cepat berbanding terbalik dengan grandmax sebelumnya. Memang benar disaat kita klop dengan seseorang waktu seakan berputar lebih cepat dari seharusnya, dan saat itulah kita harus benar-benar menikmatinya sebelum ia pergi menginggalkan kita.
Mr.Tono membawa mobil dengan begitu serunya sampai kami tidak rela untuk memejamkan mata, bagaimana mana mau memejamkan mata setiap menit pasti ada yang tertawa, membawa grandmax serasa membawa mobil f1, dengan kecepatan dan kesadaran penuh ia menyalip sana-sini sangat seru, ia benar-benar ahli membawanya.
pegel cukup sampe sini dulu,
메타데이터
- post_id
- ecc5b43b905c
- slug
- puncak-keseruan-part-1-ecc5b43b905c
- url
- https://medium.com/@bayunuryoko.20/puncak-keseruan-part-1-ecc5b43b905c
- canonical_url
- https://medium.com/@bayunuryoko.20/puncak-keseruan-part-1-ecc5b43b905c
- author_url
- https://medium.com/@bayunuryoko.20
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 10:13:53