← Back to list

Ketika Semua Telah Berakhir dan Terkubur Dalam

Mengulik lirik lagu “said and done” dari sace6

Ahmad Sulton Ghozali in Sua Suara · 2026-06-20 04:11 · 23 claps · 2.9 min read paywalled
#metal #lagu #ulasan #sua-suara
Open on Medium ↗

Cuplikan video musik “said and done” oleh sace6 (YouTube, 2025).

Cuplikan video musik “said and done” oleh sace6 (YouTube, 2025).

Ketika Semua Telah Berakhir dan Terkubur Dalam

Mengulik lirik lagu “said and done” dari sace6

Genre metal dan sekitarnya mendominasi daftar putar lagu kami belakangan ini. Meskipun salah satu teman tidak menganggapnya cukup “metal” karena kurang keras di telinganya, ah, biarlah. Soal genre dan selera musik memang sudah cukup ribet akhir-akhir ini. Barangkali hal ini juga dirasakan oleh sace6, salah satu grup band baru yang bergabung dengan Sumerian Records pada Januari 2026. Biografi mereka di Spotify pun hanya berisi dua kata saja: pop music. Sudah jengah dengan para metal elitist, sepertinya.

Lanjutkan di sini untuk membaca tanpa terhalau dan hati tanpa risau.

Grup band ini terdiri dari sace. sebagai vokalis dan Noah Thomas sebagai gitaris merangkap produser. Meskipun baru merilis album perdana mereka yang bertajuk Brutalist pada Mei 2026, kami ingin membahas salah satu lagu terdahulu mereka dari EP Limerence yang rilis pada 2025.

[embed]Boleh sambil didengar.

Bertajuk “said and done”, lagu ini tidak hanya menampilkan genre metal dengan berdebar, tetapi juga mampu memadukan dengan nuansa R&B yang menggoda. Kombinasi ini memang bukan hal yang baru, bahkan sudah menjadi tren bagi grup band sebelumnya yang sempat memicu diskusi dari genre metalcore itu sendiri, seperti Sleep Token, Dayseeker, Bad Omens, dan masih banyak lain. Namun, grup band ini berbeda. Sebagai vokalis, sace. tidak hanya menyanyi dengan jernih, tetapi seakan ikut menjerit seperti Noah Thomas dengan cara yang berbeda.

Mengulik Lirik

Sejak detik pertama, Noah sudah menyambut dengan scream yang cadas, sementara sace. baru mengiringi pada bagian chorus. Namun, seperti biasa, kita akan berfokus pada liriknya.

When the river dries i’ll be laying there Wrist slit, neck snapped Blood on my finger tips I wanna drown in it

Di bait pertama, sang tokoh “aku” membayangkan dirinya berada di sungai yang telah mengering. Ia terbaring di sana dengan pergelangan tangan yang sudah tersayat, leher patah, dan darah mengucur dari ujung jemarinya. Kendati berada dalam kondisi yang mengenaskan, sang tokoh sudah merasa tidak berdaya hingga satu-satunya yang diinginkan hanyalah tenggelam dalam darahnya sendiri.

When the end is near (ill find my rest) I’ll rest my head here

Sang tokoh merasa bahwa hidupnya telah berada di babak akhir. Kematian telah menemuinya dan sang tokoh telah menemukan peristirahatannya di sungai tersebut.

Said and done I’ve been hidden underneath Everything you were to me Said and done Past resolving, how did i start it You’re the one that shut me out

Berpindah pada chorus, sace. baru masuk dengan suaranya yang jernih. Pada bait ini, sang tokoh menjelaskan bahwa ia seakan berada terkubur dalam setiap impian dan kenangan yang berharga. Mudah untuk menebak bahwa sang tokoh tidak mendapatkan akhir cerita yang bahagia. Segalanya telah menjadi masa lalu dan sang tokoh menuding pihak lain yang telah mengakhirinya dengan kejam.

This hell is mine and what i’ve made of myself Every trial tribulation and guilt I want it back the life that had poured out of me I keep the peace but the hate is always taunting me I want it back

Kondisi sang tokoh saat ini seakan telah berada di neraka. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi. Setiap penebusan, penderitaan, dan penyesalan ditanggungnya sendiri. Ia berusaha menjaga kedamaian yang masih terlihat di luar sana sebagai bentuk penyesalannya. Namun, ia masih berhasrat atas kenangan dan impian yang pernah menghidupinya. Ia masih dihantui oleh rasa dendam dan amarah atas kondisinya saat ini.

Interpretasi

Lagu “said and done” kembali mengitari tema-tema depresif seperti kegagalan dan kematian. Keduanya dipadukan dalam sebuah narasi yang menempatkan tokoh utama dalam nasib akhir dengan tragis, terkubur, dan jatuh ke neraka. Kegagalan yang dialaminya kental dengan penderitaan.

Setelah semua yang terjadi, sang tokoh ingin menjaga kedamaian dan ketenangan di balik kondisi tragis yang dialaminya. Ia hanya bisa menanggung semua penderitaan seorang diri. Ia ingin mendapatkan kembali kebahagian yang pernah dimilikinya, meskipun saat ini hanya bisa menahan amarah di dalam hatinya.

Lagu ini menjadi teriakan bagi mereka yang mengalami kegagalan yang serupa. Barangkali, kegagalan itu bukan akhir dari segalanya. Selama hasrat masih tumbuh dengan rindangnya. Selama dendam masih menyala dengan merahnya.

Situasi ini dapat sejalan dengan berbagai kondisi kehidupan seperti konflik, romansa, dan pengalaman personal lainnya. Pendengar dapat menyesuaikan dimensi lagu ini yang mencekam dan menghantui dengan suasana batin yang selalu bergejolak dan memberontak.

[embed]Video musik “said and done” dari sace6 (YouTube, 2025).

Dua tiga metal bergaya, nantikan artikel berikutnya.


메타데이터
post_id
ece8ecc7a1e6
slug
ketika-semua-telah-berakhir-dan-terkubur-dalam-ece8ecc7a1e6
url
https://medium.com/sua-suara/ketika-semua-telah-berakhir-dan-terkubur-dalam-ece8ecc7a1e6
canonical_url
https://medium.com/sua-suara/ketika-semua-telah-berakhir-dan-terkubur-dalam-ece8ecc7a1e6
author_url
https://medium.com/@anginraga
status
ok
fetched_at
2026-07-15 05:28:05